https://nasional.tempo.co/read/1228837/kasus-novel-baswedan-dibawa-ke-as-begini-tanggapan-moeldoko/full&view=ok
Kasus Novel Baswedan Dibawa ke AS, Begini
Tanggapan Moeldoko
Reporter:
Ahmad Faiz Ibnu Sani
Editor:
Rina Widiastuti
Jumat, 26 Juli 2019 13:58 WIB
Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko dalam konferensi pers terkait
situasi kemanan pascarekapitulasi hasil pemilu di Gedung Bina Graha,
Jakarta, 22 Mei 2019. TEMPO/Ahmad Faiz
<https://statik.tempo.co/data/2019/05/22/id_843667/843667_720.jpg>
Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko dalam konferensi pers terkait
situasi kemanan pascarekapitulasi hasil pemilu di Gedung Bina Graha,
Jakarta, 22 Mei 2019. TEMPO/Ahmad Faiz
*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko meminta
kalangan aktivis untuk menunggu dulu hasil penyelidikan tim teknis
kepolisian dalam mengungkap teror kepada penyidik Komisi Pemberantasan
Korupsi (KPK), Novel Baswedan <https://www.tempo.co/tag/novel-baswedan>,
ketimbang membawanya ke kongres di Amerika Serikat. Menurut dia,
pemerintah Indonesia berusaha keras untuk menyelesaikan hal ini.
"Saya tidak dalam konteks mengecilkan kasus itu sendiri. Saya pikir
perlu menunggu, lebih baik menunggu," kata Moeldoko di kantornya, Gedung
Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat 26 Juli 2019.
Moeldoko menuturkan, Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah
memerintahkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mengungkap kasus ini
dalam waktu tiga bulan. Padahal sebelumnya Tito meminta waktu enam bulan.
Arahan Jokowi itu, kata Moeldoko, merupakan bentuk perhatian pemerintah
dalam kasus ini. "Ini sebuah keseriusan pemerintah bahwa persoalan ini
bisa segera diselesaikan," ujarnya.
Lembaga Amnesty International Indonesia memutuskan membawa kasus
penyiraman air keras terhadap Novel ke dalam sesi dengar pendapat
Kongres Amerika Serikat, kemarin. Menurut staf Komunikasi dan Media
Amnesty International Indonesia, Haeril Halim, kasus Novel salah satu
dari beberapa insiden pelanggaran hak asasi manusia yang dibahas pada
forum Human Rights in Southeast Asia: A Regional Outlook.
Direktur Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, mengatakan
serangan terhadap Novel memperlihatkan hubungan erat antara isu korupsi
dan HAM. Apalagi, kata dia, banyak penyidik KPK yang mengusut korupsi di
sektor sumber daya alam juga diserang dan diintimidasi. Ia merasa bahwa
Indonesia perlu mendapat dukungan, baik dari dalam maupun luar negeri.
Kemudian, alasan kedua adalah serangan terhadap Novel bukanlah masalah
teror semata. Tetapi menjadi masalah serius yang mengancam kelanjutan
pelaksanaan agenda reformasi di Indonesia. Khususnya, dalam bidang
pemberantasan korupsi dan penegakan HAM.
"Terakhir, kasus Novel menjadi sebuah hal nyata bahwa ancaman ada
terhadap siapa pun yang memperjuangkan negara agar bebas korupsi maupun
kekerasan dan pelanggaran HAM," ucap Usman.
------------------------------------------------------------------------