---------- Forwarded message
Date: Sab, 27 Jul 2019 pukul 09.59
Subject:  China Membangun Kota Islam Terbesar di Dunia
Tuesday, 11 June 2019
China Membangun Kota Islam Terbesar di Dunia

*islamindonesia.id <http://islamindonesia.id>* – China Membangun Kota Islam
Terbesar di Dunia

Imron Rosyadi Hamid, Rais Syuriyah PCI NU Tiongkok, mengatakan bahwa pada
tahun 2020 Tiongkok akan menyelesaikan pembangunan *Hui Culture
Park**, *sebagaimana
dilansir dari *mlife.*

Hui Culture Park, sebagaimana dijelaskan dalam situs *china.org
<http://china.org>  *adalah satu-satunya tempat wisata di China yang akan
menyajikan tema tentang budaya, agama, dan tradisi etnis Hui di China. Di
taman ini pengunjung dapat sepenuhnya menikmati budaya rakyat Hui, agama,
tarian, lagu, film, dan makanan.

Yang dimaksud dengan budaya Hui adalah integrasi budaya Islam dengan budaya
tradisional China dari zaman Dinasti Han (abad ke-3 SM sampai 3 M)  dan
Dinasti Tang (abad ke-7 sampai 10 M).

Imron menjelaskan, “(Hui Culture Park) dibangun di atas lahan seluas 67
hektar di Yongning Kota Yinchuan China, Hui Culture Park didesain khusus
sebagai ‘jembatan peradaban China dan Arab’ *(Sino Arabic Cultural
Bridge)* sehingga
jangan heran jika di tempat ini banyak ditemui tulisan transliterasi China
ke tulisan Arab.”

   -
   -
   - Masjid Kubah Emas
   -
   -
   -
   -
   -
   - Masjid ini terinspirasi dari Masjid Taj Mahal di India.

Pembangunan Hui Culture Park sebenarnya sudah dilakukan dari sejak tahun
2001 hingga 2005, ini merupakan pembangunan tahap pertama yang telah
diresmikan. Kini pemerintah China sedang dalam proses pengembangannya
kembali dan diproyeksikan akan selesai pada tahun 2020.

“Hui Culture Park dibangun dengan biaya 3,5 miliar dollar Amerika (sekitar
45 triliun rupiah). Hui merupakan nama etnis Muslim di China yang tinggal
di sisi barat utara China dan menjadi etnis yang mampu melakukan akulturasi
antara Islam dan budaya China,” ujar Imron.

Terkait hubungan Indonesia dengan suku Hui, Imron menjelaskan, “Di zaman
Soekarno, ada satu tokoh Hui bernama Dapusheng yang sangat berjasa
membangun komunikasi antara muslim China dan Indonesia.”

Imron menambahkan, bahwa selain dibangun masjid-masjid dengan arsitektur
ala Taj Mahal dan Timur Tengah, Hui Culture Park juga dilengkapi dengan
museum, taman-taman raksasa, dan berbagai fasilitas lain termasuk tempat
pameran atau expo dan restoran halal.

“Jadi kalau sekarang ada pihak-pihak yang terus mengembangkan isu bahwa
China menindas Islam, maka Hui Culture Park akan membantah semua tuduhan
itu,” pungkas Imron.

PH/IslamIndonesia/Foto: Imron Rosyadi Hamid

<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
不含病毒。www.avg.com
<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
<#m_-3570231923399604442_DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2>


Kirim email ke