Subject: Kelanjutan Perang candu terhadap Cina di abad XXI Harry Wijaya Saham: SEKILAS TENTANG KERUSUHAN HONGKONG.
Hong Kong rusuh.. Ratusan ribu anak muda turun ke jalan, dan mulai melakukan kekerasan. Polisi pada SAAT-SAAT terakhir terpaksa menggunakan peluru karet dan gas air mata. Persis seperti Mei lalu di Jakarta. Sebenarnya ada apa? Ini bermula dari sepasang anak muda, pria berusia 19 tahun Chan Tong Kai, dan kekasihnya Poon Hiu-wing (20 tahun). Singkatnya, Poon mengandung, Chan membunuhnya dan memotong-motong tubuhnya masuk dalam koper. Pokoknya sadis dah.. Kejadian kriminal ini terjadi di Taiwan. Chan, penduduk Hong Kong, kembali ke HK, ditangkap. Akhirnya dia mengakui semua perbuatannya. Tapi karena pembunuhan terjadi di Taiwan, hukum di HK tidak memungkinkan hakim HK menggunakan kasus itu untuk menghukumnya. Akhirnya dia tidak bisa diperkarakan soal pembunuhan. Mau tahu lebih jauh tentang perkara pembunuhan ini, coba baca reportase tentang pengadilan kasus ini. Kasus Chan itu memperlihatkan kelemahan hukum HK. Chan tidak bisa diadili untuk pembunuhan, karena kejadian tempat lain. Gubernur HK kemudian mengusulkan perubahan hukum yang memungkinkan Chan untuk diadili di Taiwan. Semua terlihat masuk akal toh? Tapi para aktifis demokrasi tiba-tiba jadi takut. Karena perubahan hukum itu juga memungkinkan HK mengekstradisi kriminal ke Mainland China. Mereka menggunakan kesempatan ini untuk memprotes dan mendongkel Gubernur HK Carrie Lam. Semula debat panas & protes masih terkendali. Tapi kemudian Amerika melihat celah u/ mengail di air keruh. Pompeo ke HK, dan membuat pertemuan dengan para pimpinan protes, dan kemudian mendukung mereka, dan bilang hukum ekstradisi itu tidak benar. Amerika sebenarnya sangat munafik. Amerika yang menggunakan hukum ekstradisi bahkan untuk menangkap orang-orang yang tidak disukai di luar negeri. Kasus anak pendiri Huawei, Meng Wanzhou itu jelas paksaan ekstradisi Amerika ke Canada. Sekarang pun Amerika lagi mau ekstradisi Julian Assange Wikileaks. Para aktivis yg melakukan protes di HK juga meminta Pompeo untuk campur tangan memaksa pembatalan perubahan hukum ekstradisi HK. Hasil-hasil hasutan semacam ini kita sudah ketahui dari berita-berita. Hong Kong menderita kerusuhan seperti Jakarta. China terlihat memendam kemarahan terhadap campur tangan Amerika dalam kerusuhan ini, tapi karena hubungan bilateral Amerika - China lagi krisis, mereka hati-hati dalam bertindak. Untuk sementara, Amerika menang. Hong Kong menghentikan pembahasan RUU hukum ekstradisi untuk sementara. Si pembunuh sadis Chan boleh bebas sesudah menjalani tahanan karena urusan keuangan. Ini semua peringatan buat negara-negara lain. HATI-HATI dengan hasutan pemerintahan Amerika yang suka membuat Arab Spring di setiap negara lain, dan akhirnya kacau balau tuh negara.. Arab sampai hari ini belum sembuh benar dari hasutan Amerika. Masalah kedaulatan HK sebenarnya sangat jelas dan jernih, itu bagian dari China yang dirampas oleh Inggris seusai Perang Candu. Dan Inggris mengembalikannya ke China tahun 1997 setelah PM Thatcher diskak oleh Deng Xiaoping thn 1982. Waktu itu HK sepenuhnya dibawah administrasi Inggris sebagai wilayah jajahan. Tetapi sejak dicapai persetujuan dengan China pengembalian HK ke China tahun 1997, maka pemerintah Inggris mulai membuat lembaga legislatif HK, dengan harapan ada resistansi nanti waktu kembali ke China. Selain pembuatan lembaga legislatif, pemerintah Inggris di HK juga tiba-tiba membuat proyek-proyek besar infrastruktur yang memakan biaya besar seperti pembangunan airport HK dengan biaya yang over-priced. Jadi sebelum kembali ke China, HK diperah duluan, tapi itu wajar-wajar saja.. China menyetujui bahwa HK akan berada dalam "satu negara dua sistem" selama 50 tahun. Persetujuan itu bukan kontrak, tapi boleh dianggap janji. Sampai sekarang HK tidak perlu menganut hukum-hukum China, dan China memang tidak masalah dengan ini. Makanya HK bisa bikin hukum sendiri, sampai 2047. China sendiri mencanangkan diri akan menjadi negara maju pada tahun 2050. Jadi kira-kira satu koridor dengan berakhirnya de klarasi 1 negara 2 sistem.. Nah, para aktivis HK sudah ketar ketir... 28 tahun lagi.. ππ Perlu diingat, di HK sendiri ada pertentangan 2 kelompok warga, warga pro China dan warga pro Inggris. Yang warga pro Inggris pernah bilang lebih baik tetap menjadi jajahan Inggris.. Kenapa? Karena puluhan tahun dulu, menjadi warga HK itu hebat dan priviledge. Sebelum 1997, ada beda jauh antara warga HK dan China dari segi ekonomi. Warga China miskin-miskin, terlihat bodoh-bodoh gitu.. Warga HK merasa diri lebih "beradab", kaya, dan mirip Eropa. Orang-orang dari China sering dihina-hina disana.. Masalahnya sekarang situasi berbalik, yang dari Mainland kaya. Ada semacam kehilangan rasa sebagai warga VIP di HK. Padahal mereka seharusnya mengerti, dari dulu ekonomi HK itu bisa maju ya karena menjadi pintu gerbang China. Duit HK itu dari mainland. Ekonomi HK dibangun oleh boss-boss Shanghai yang pindah waktu Revolusi di China. Tapi biarinlah mereka bikin rusuh.. Ada kenalan HK yang kesal sekali bilang, itu perusuh-perusuh sudah gila karena sengaja membuat lubang-lubang di jalanan. Mereka mulai merusak jalan. Hal ini hampir tidak pernah terdengar sebelumnya di HK. Sekarang dengan adanya campur tangan Amerika, situasi bisa runyam. Saya khawatirkan China kesal dan tidak menunggu 2047 untuk menyamakan hukum HK dan China. Mamfusss You .... Ingat bahwa itu sama sekali hak China u/ melakukannya, karena memang China berdaulat atas HK. Dalam kondisi damai, China tidak akan melakukannya, bahkan bisa memperpanjang waktu 50 tahun tersebut..=> Karena dengan hukum khusus, HK itu sebenarnya juga berguna bagi China. China sendiri membuat zona-zona trade tersendiri dalam negaranya, sehingga setiap zona itu punya keleluasaan untuk melakukan pengembangan.. Apalagi HK, perusahaan-perusahaan China listing di Hongkong... Tetapi saya yakin China tidak akan bisa mengakomodir kelakuan-kelakuan anarkis dari protester tersebut. Apalagi pejabat tinggi negara lain mondar mandir ke HK untuk membuat pertemuan dengan para aktivis dan menghasut. Itu sudah keterlaluan sih... Anggota-anggota Congress Amerika yang hawkish mulai mengancam lagi. Jika HK bersikeras amandemen hukum ekstradisi, maka status khusus HK dalam perdagangan dengan Amerika akan dicabut. HK akan dikenain tarif tinggi juga. Jadi tadinya menghasut para aktivis, sekarang Amerika bersiap-siap dengan senjata tarif untuk menghantam HK, jika tidak mengindahkan kemauan para aktivis pendemo. Ah,..... paling ujung-ujungnya sanksi ekonomi terhadap HK. Lama-lama sanksi ekonomi melulu, tidak ada yang bisa dagang dengan Amerika lagi. ππ Anarkisme yang terjadi pada kerusuhan di HK itu berakibat negatif bagi masa depan HK. China akan melihat bahwa kebebasan yang diberikan ke HK itu bisa berakibat negatif, dan akan melihat ke arah lain. Jika damai-damai saja, justru kemungkinan sistem HK akan diperpanjang sesudah 2047. Congress buru-buru menyorongkan lagi UU baru khusus untuk "demokratisasi" Hong Kong. UU Amerika khusus untuk "Arab Spring" di Hong Kong. Hebat !!!!!!!! ππ Apakah menggunakan HK sebagai bargaining chip dalam perundingan dagang Amerika vs China, akan membuat China menyerah dalam negosiasi dagang? Huawei tidak sukses, sekarang Hong Kong? Kita lihat saja nanti.. Siapa tahu Xi Jinping menyerah total pada Trump π Bahasa Senator Amerika Marco Rubio asal Florida, pernah nyapres 2016, bagus sekali. Kalau ekstradisi ke China dibilang penculikan. ππ Justru extradisi high profile dengan tuduhan tidak tentu sedang dihadapi oleh Meng Wanzhou - kira-kira ini boleh dianggap penculikan kagak ya? π€π€Dari milis lain :
