https://www.eramuslim.com/berita/nasional/ikut-pemilu-2024-ada-wacana-prd-akan-melebur-dengan-garbi-dan-psi.htm#.XUJugOgza00



Kamis, 28 Zulqa'dah 1440 H / 1 Agustus 2019
*Ikut Pemilu 2024, ada Wacana PRD akan Melebur dengan Garbi dan PSI*

Eramuslim.com – Pasca perayaan ulang tahun ke-23 PRD (Partai Rakyat
Demokratik), akhir Juli lalu, pengurus dan aktivis partai mewacanakan untuk
menyiapkan partai yang dikenal sebagai musuh nomor satu orde Baru itu untuk
mengikuti Pemilu 2024.

Ketua Umum PRD Agus Jabo Priyono menyatakan bahwa organisasinya tengah
mengurus segala persyaratan yang diperlukan untuk bisa menjadi kontestan
pemilihan legislatif lima tahun mendatang. Terakhir PRD ikut Pemilu pada
tahun 1999, dan hanya mendapatkan suara nasional kurang dari satu persen.

Niat PRD untuk berkonsolidasi mengikuti Pemilu 2024 mendapat sambutan
beragam dari mantan aktivisnya yang kini berdiaspora di berbagai partai
politik, institusi pemerintahan dan bisnis, lembaga swadaya masyarakat,
serta perguruan tinggi. Banyak yang menyatakan pesimisme, namun tak sedikit
yang menyemai optimisme dan menyemangati.

Dita Indah Sari, mantan Ketua Umum PRD yang saat ini menjadi Wakil Sekjen
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyambut positif rencana kawan-kawan
lamanya membangun kembali PRD. Namun ia mengingatkan bahwa persaingan dalam
politik elektoral saat ini sangat berat.

“Kawan-kawan tentu sudah punya hitung-hitungannya, bagaimana peluangnya
jika ikut Pemilu. Ya diujicobakan saja. Tentu, partai baru dan kecil harus
memiliki strategi politik yang kreatif untuk mengatasi keterbatasan sumber
daya politik yang dimiliki,” kata Dita dalam perbincangan dengan redaksi di
kantor Kementerian Desa dan PDTT, Kalibata, Jakarta, Rabu (31/7).

Wacana pembentukan pakatan atau fusi yang melibatkan PSI (Partai
Solidaritas Indonesia) dan Garbi (Gerakan Arah Baru Indonesia) yang
dilontarkan oleh beberapa mantan aktivis PRD ditanggapi secara kritis oleh
Dita.

“Gagasan peleburan tiga organisasi itu boleh-boleh saja diuji, tapi menurut
saya dalam berkoalisi sebaiknya mencari sekutu yang efektif supaya gagasan
kita lebih cepat berkembang,” ujarnya.

Menurut Dita, sebagai embrio partai baru, Garbi belum teruji. Ia pun belum
mengetahui platform organisasi tersebut. Sedangkan PSI, meski menorehkan
prestasi lumayan dengan meraih kursi DPRD di beberapa daerah, tetap
memiliki hambatan untuk bermanuver di level tertinggi.

“PSI tidak memiliki kursi di DPR, itu yang menyulitkannya berkiprah di
tingkat nasional,” lanjut mantan tahanan politik (tapol) Orde Baru ini.

Karena itu, ia meragukan PSI dan Garbi dapat menjadi sekutu yang efektif
bagi PRD untuk kontestasi demokrasi lima tahun mendatang.

“PRD saat ini masih kecil sekali. Kalau bersekutu dengan yang yang juga
kecil, energi dan tenaga akan habis menjawab berbagai serangan yang tidak
perlu. Sementara itu, misi utama untuk mempengaruhi politik pengambilan
keputusan tidak akan terjadi jika energi terkuras habis di isu-isu yang
tidak substansial,” jelasnya. [rm
<https://politik.rmol.id/read/2019/07/31/397758/prd-ikut-pemilu-2024-dita-cari-sekutu-yang-tepat>
]

Kirim email ke