----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Sunny ambon [email protected] [nasional-list] <[email protected]>Terkirim: Kamis, 1 Agustus 2019 10.23.45 GMT+2Judul: [nasional-list] Kamis, 28 Zulqa'dah 1440 H / 1 Agustus 2019 Ikut Pemilu 2024, ada Wacana PRD akan Melebur dengan Garbi dan PSI
https://www.eramuslim.com/berita/nasional/ikut-pemilu-2024-ada-wacana-prd-akan-melebur-dengan-garbi-dan-psi.htm#.XUJugOgza00 Kamis,28 Zulqa'dah 1440 H / 1 Agustus 2019 Ikut Pemilu 2024, ada Wacana PRDakan Melebur dengan Garbi dan PSI Eramuslim.com– Pasca perayaan ulang tahun ke-23 PRD (Partai Rakyat Demokratik),akhir Juli lalu, pengurus dan aktivis partai mewacanakan untukmenyiapkan partai yang dikenal sebagai musuh nomor satu orde Baru ituuntuk mengikuti Pemilu 2024. KetuaUmum PRD Agus Jabo Priyono menyatakan bahwa organisasinya tengahmengurus segala persyaratan yang diperlukan untuk bisa menjadikontestan pemilihan legislatif lima tahun mendatang. Terakhir PRDikut Pemilu pada tahun 1999, dan hanya mendapatkan suara nasionalkurang dari satu persen. NiatPRD untuk berkonsolidasi mengikuti Pemilu 2024 mendapat sambutanberagam dari mantan aktivisnya yang kini berdiaspora di berbagaipartai politik, institusi pemerintahan dan bisnis, lembaga swadayamasyarakat, serta perguruan tinggi. Banyak yang menyatakan pesimisme,namun tak sedikit yang menyemai optimisme dan menyemangati. DitaIndah Sari, mantan Ketua Umum PRD yang saat ini menjadi Wakil SekjenPartai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyambut positif rencana kawan-kawanlamanya membangun kembali PRD. Namun ia mengingatkan bahwa persaingandalam politik elektoral saat ini sangat berat. “Kawan-kawantentu sudah punya hitung-hitungannya, bagaimana peluangnya jika ikutPemilu. Ya diujicobakan saja. Tentu, partai baru dan kecil harusmemiliki strategi politik yang kreatif untuk mengatasi keterbatasansumber daya politik yang dimiliki,” kata Dita dalam perbincangandengan redaksi di kantor Kementerian Desa dan PDTT, Kalibata,Jakarta, Rabu (31/7). Wacanapembentukan pakatan atau fusi yang melibatkan PSI (Partai SolidaritasIndonesia) dan Garbi (Gerakan Arah Baru Indonesia) yang dilontarkanoleh beberapa mantan aktivis PRD ditanggapi secara kritis oleh Dita. “Gagasanpeleburan tiga organisasi itu boleh-boleh saja diuji, tapi menurutsaya dalam berkoalisi sebaiknya mencari sekutu yang efektif supayagagasan kita lebih cepat berkembang,” ujarnya. MenurutDita, sebagai embrio partai baru, Garbi belum teruji. Ia pun belummengetahui platform organisasi tersebut. Sedangkan PSI, meskimenorehkan prestasi lumayan dengan meraih kursi DPRD di beberapadaerah, tetap memiliki hambatan untuk bermanuver di level tertinggi. “PSItidak memiliki kursi di DPR, itu yang menyulitkannya berkiprah ditingkat nasional,” lanjut mantan tahanan politik (tapol) Orde Baruini. Karenaitu, ia meragukan PSI dan Garbi dapat menjadi sekutu yang efektifbagi PRD untuk kontestasi demokrasi lima tahun mendatang. “PRDsaat ini masih kecil sekali. Kalau bersekutu dengan yang yang jugakecil, energi dan tenaga akan habis menjawab berbagai serangan yangtidak perlu. Sementara itu, misi utama untuk mempengaruhi politikpengambilan keputusan tidak akan terjadi jika energi terkuras habisdi isu-isu yang tidak substansial,” jelasnya. [rm]
