Tim Teknis Novel Baswedan, Jokowi: Setelah 3 Bulan Tanya ke Saya
Reporter:
Ahmad Faiz Ibnu Sani
Editor:
Syailendra Persada
Kamis, 1 Agustus 2019 12:17 WIB
Penyidik senior KPK Novel Baswedan, memberikan keterangan kepada awak
media, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, 20 Juni 2019.
Telah memasuki 800 hari, pelaku penyiraman Novel Baswedan belum
terungkap. TEMPO/Imam Sukamto Penyidik senior KPK Novel Baswedan,
memberikan keterangan kepada awak media, di gedung Komisi Pemberantasan
Korupsi, Jakarta, 20 Juni 2019. Telah memasuki 800 hari, pelaku
penyiraman Novel Baswedan belum terungkap. TEMPO/Imam Sukamto
*TEMPO.CO*,*Jakarta*- Kepala Kepolisian Jenderal Tito Karnavian memberi
waktu enam bulan bagi tim teknis pengungkapan teror kepada penyidik
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),Novel Baswedan
<https://www.tempo.co/tag/novel-baswedan>. Namun Presiden Joko Widodo
atau Jokowi berkukuh kasus ini harus selesai dalam waktu tiga bulan.
Ia meminta media memberi waktu tim teknis Polri itu untuk bekerja. Jika
sudah berlangsung selama tiga bulan, Jokowi mempersilakan media untuk
menyinggungnya lagi. "Berjalan saja belum, kalau sudah tiga bulan
tanyakan ke saya," katanya di Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia,
Jakarta, Kamis, 1 Agustus 2019.
Sebelumnya, Jokowi kembali memberi kesempatan bagi Polri untuk menemukan
pelaku penyiraman air keras terhadap Novel. Ia mematok kasus ini selesai
tiga bulan.
"Saya sampaikan tiga bulan tim teknis ini harus bisa menyelesaikan apa
yang kemarin disampaikan," katanya di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 19
Juli 2019.
Jokowi menilai serangan terhadap Novel ini bukan kasus yang mudah untuk
dipecahkan. Karena itu, kata dia, butuh waktu yang lama. "Kalau kasus
mudah sehari-dua hari ketemu (pelakunya)," ucapnya.
Menurut Jokowi, ia akan mengevaluasi kembali pekerjaan Polri setelah
batas waktu yang ia berikan habis sebelum memutuskan apakah akan
membentuk tim gabungan pencari fakta independen atau tidak. "Saya lihat
nanti setelah tiga bulan hasilnya kayak apa. Jangan sedikit-sedikit
larinya ke saya, tugas Kapolri apa nanti," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, tim gabungan yang Kapolri bentuk mempublikasikan hasil
temuan mereka atas kasus teror terhadap Novel. Tim ini bekerja selama
enam bulan, sejak Januari lalu, untuk mengungkap pelaku teror Novel pada
11 April dua tahun silam.
Dalam laporannya, tim mengaku kesulitan mengungkap pelaku teror. Namun,
menurut mereka motif penyiraman air keras itu adalah balas dendam. Tim
meminta Polri membentuk tim teknis guna menyelidiki tiga orang yang
dicurigai berada di sekitar rumah Novel sebelum teror.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com