Kamis 01 Agustus 2019, 14:56 WIB
Pengurus NU di China Masih Temukan Logo Halal di Restoran Beijing
Fajar Pratama - detikNews
Pengurus NU di China Masih Temukan Logo Halal di Restoran BeijingLogo
halal tampak masih terpasang di restoran di Beijing (Foto: Dok. Fahmi
Rizanul)
*Jakarta*- Otoritas di Beijing dikabarkan memerintahkan restoran dan
toko untuk menghapus logo halal dalam bahasa Arab dan simbol-simbol yang
terkait dengan Islam. Wakil Rois SyuriyahPCINU
<https://www.detik.com/tag/nahdlatul-ulama>Tiongkok, Fahmi Rizanul,
mengatakan tidak ada kehebohan terkait hal itu.
"Menurut saya biasa aja menanggapi berita begitu. Sejak saya datang ke
China tahun 2015 lalu, simbol 清真 '/Qingzhen/' dan 'HALAL' dua-duanya itu
sudah sering ditemui di warung-warung muslim atau di produk makanan
kemasan. Mau pakai 清真 atau 'HALAL' sama-sama menandakan warung tersebut
menyediakan menu untuk muslim (tidak menu babi)," kata Fahmi
kepada*detikcom*, Kamis (1/8/2019).
Fahmi menerangkan,/qingzhen/dan halal punya makna yang sama. Dia memberi
contoh dalam penggunaan kata 'salat' dan 'sembahyang'.
*Baca juga:*China Perintahkan Restoran dan Toko Hapus Logo Halal
<https://news.detik.com/read/2019/07/31/172624/4647004/1148/china-perintahkan-restoran-dan-toko-hapus-logo-halal>
"Maksudnya sama saja, danmuslim <https://www.detik.com/tag/muslim>China
lebih familiar dengan istilah/qingzhen/," tuturnya.
Fahmi mengatakan sempat mendatangi restoran-restoran makanan halal di
Beijing. Dia menemukan logo halal dalam tulisan Arab masih ditemukan di
Sanlitun Chaoyang Distrik dan Western Mahua Beijing yang merupakan
warung cepat saji yang memiliki cabang di seluruh China dan buka 24 jam.
Logo halal di restoran di BeijingLogo halal di restoran di Beijing
(Foto: Dok. Fahmi Rizanul)
Dia juga mengaku belum mengetahui adanya informasi resmi dari pemerintah
terkait perintah tersebut.
*Baca juga:*Penampakan Toko di China yang Hapus Logo Halal
<https://news.detik.com/readfoto/2019/07/31/180220/4647064/157/1/penampakan-toko-di-china-yang-hapus-logo-halal>
"Soal isu pelarangan pemakaian halal tulisan Arab dan bentuk kubah perlu
ditelaah lebih lanjut, kami yang di Beijing belum tahu dan
dapat/official information/dari pemerintah China. Restohalal
<https://www.detik.com/tag/halal>di Beijing mudah ditemui di mana-mana
dan sampai hari ini tulisan halal ala Arab masih mudah ditemui," tuturnya.
Sebelumnya diberitakan, otoritas di Beijing dilaporkan telah
memerintahkan restoran-restoran dan kedai makanan halal untuk menghapus
logo halal dalam bahasa Arab dan simbol-simbol yang terkait dengan Islam.
Disebutkan bahwa para pekerja pemerintah dari berbagai kantor menyuruh
seorang manajer toko mie di Beijing untuk menutup tulisan "halal" dalam
bahasa Arab di papan logo tokonya. Mereka menunggu di tempat untuk
menyaksikan manajer tersebut saat melakukan hal itu.
*Baca juga:*Perintahkan Restoran Hapus Logo Halal, China Khawatir
Pengaruh Asing?
<https://news.detik.com/read/2019/07/31/181410/4647086/1148/perintahkan-restoran-hapus-logo-halal-china-khawatir-pengaruh-asing>
"Mereka bilang ini budaya asing dan Anda harus menggunakan lebih banyak
budaya China," ujar manajer yang tak mau disebutkan namanya seperti
dikutip/Reuters/, Rabu (31/7).
Kampanye terhadap tulisan bahasa Arab dan gambar-gambar Islam ini
menandai fase baru dari upaya yang telah meraih momentum sejak tahun
2016, yang dimaksudkan untuk memastikan agam-agama sesuai dengan budaya
China arus utama. Kampanye tersebut termasuk penghapusan kubah-kubah
gaya Timur Tengah di banyak masjid di seluruh negeri demi pagoda-pagoda
bergaya China.
*(jbr/fjp)*
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com