https://bisnis.tempo.co/read/1230744/4-unicorn-indonesia-diklaim-singapura-ini-tanggapan-tokopedia


*4 Unicorn Indonesia Diklaim Singapura, Ini Tanggapan Tokopedia*

Reporter:
*Eko Wahyudi*

Editor:
*Martha Warta Silaban*

Rabu, 31 Juli 2019 19:38 WIB


*TEMPO.CO <http://TEMPO.CO>, Jakarta* - Manajemen perusahaan perdagangan
online atau *e-commerce* Tokopedia menanggapi kabar yang menyatakan empat
unicorn
<https://bisnis.tempo.co/read/1230204/4-unicorn-indonesia-diklaim-singapura-kepala-bkpm-kaget>
Indonesia
diklaim oleh Singapura. Vice President of Corporate Communications
Tokopedia, Nuraini Razak menampik bahwa lini bisnisnya termasuk dalam empat
yang ditercatat dan diakui milik  Negeri Singa.

"Kami tidak mempunyai induk perusahaan di negara lain, PT Tokopedia sejak
awal selalu beroperasi di Indonesia," kata Nuraini melalui keterangan
tertulis yang diterima Tempo, Rabu, 31 Juli 2019.

Nuraini menambahkan, Tokopedia hanya memiliki  anak perusahaan kecil di
Singapura untuk mendukung sebagian upaya riset dan pengembangan dari induk
perusahaan yang berada di Indonesia.

Kemudian dia menjelaskan bahwa sistem penanaman modal perusahaan digital
Tokopedia  yang masuk ke Indonesia sebagai *foreign direct investment *(FDI).
"Jadi, seluruh investasi yang diterima Tokopedia masuk melalui induk
perusahaan kami di Indonesia," ungkap Nuraini.

Kemudian dia menyampaikan bahwa sejak awal, Tokopedia didirikan selaku
perusahaan dalam negeri, dan saat ini, Tokopedia terdaftar sebagai penanam
modal asing atau PMA, dimana seluruh perizinan dari  Badan Koordinasi
Penanaman Modal atau BKPM sudah didapatkan.

"Kami juga berkomitmen untuk terus menjadi perusahaan Indonesia dan menaati
seluruh peraturan dan ketentuan yang berlaku di Indonesia," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala BKPM Thomas Lembong  mengaku kaget setelah melihat riset
Google dan Temasek tentang pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. Dalam
riset tersebut,  menyebutkan ada empat perusahaan digital bervaluasi di
atas USD 1 miliar atau unicorn di Indonesia, diantaranya Tokopedia,
Bukalapak, Gojek dan Traveloka yang diakui milik Singapura.

"Saya kaget juga lihat laporan Google dan Temasek ada tabel unicorn, di
Indonesia dia bilang ada nol, di Singapura diklaim ada empat. Faktanya,
memang empat unicorn kita induknya di Singapura semua," kata Lembong dalam
konferensi pers di kantor BKPM, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan,
Selasa, 30 Juli 2019.


Namun pernyataan itu telah diralat Thomas melalui akun Twitter pribadi
miliknya bahwa dirinya sudah terlalu jauh untuk mengomentari hasil riset
dari Google dan Temasek.

"Maaf & ralat: tokopedia
<https://bisnis.tempo.co/read/1229687/temui-presiden-jokowi-bos-softbank-didampingi-pendiri-tokopedia>
dan
bukalapak sudah klarifikasi ke saya, gojekindonesia sudah klarifikasi ke
publik: mereka tidak pakai induk perusahaan di Singapura, tapi sepenuhnya
PT PMA di Indonesia," tulis Thomas melalui akun Twitter pribadinya,
@tomlembong, Selasa, 30 Juli 2019.

Kirim email ke