Kalau rezim neo-Mojopahit izinkan impor rektor universitas dan pendidikan
tinggi lainnya, apakah tidak tersinggung cendikiawan NKRI? Mereka dianggap
tidak berkualifikasi untuk menduduki jabatan demikian. Kalau impor rektor
dengan maksud mempoperler dan mempertinggi mutu pendidikan bukan tergantung
dari rektor, tetapi banyaknya publikasi ilmiah baik secara nasional maupun
international. Pendidikan di negara neo-Mojopahit dipegang oleh dua
kementrian, kementrian pendidikan dan kementrian agama.  Tahun lalu
diberitakan bahwa kementrian agama sedang  mempersiapkan 5.000 doktor
(PhD). Bidang yang mereka kuaasai para doktor-doktor ini pasti dalam bidang
ilmu langitan, jadi jangan khawatir sebentar lagi rakyat NKRI akan kagum
lebih dari mengkagumi adanya metro di Jakarta dan kereta superexpress
Jakarta -Bandung-Jakarta, sebab ilmu langitan ini membawa kita ke angkasa
luar ke surga dan taman Firdausnya. Taman Firdaus Anda mendapat layanan
istimewa kelas wahid, karena Anda sebagai warga NKRI dijamu dan dilayani
oleh bidadari cantik bin molek nan sexy. Jangan takut kalau rektor asing,
teristimewa dari timur tengah pasti kemajuannya dengan kecepatan rockte ke
planet mars. Nkri menjadi negara terbesar bukan saja di Asia Tenggara
tetapi juga dunia. Insyaalloh segera dilaksanakan.

Kirim email ke