Kebocoran berlangsung sejak 12 Juli. Mencemari lingkungan laut Karawang, 
mematikan perekonomian Rakyat khususnya nelayan, dan pihak berwenang masih 
tenang-tenang mengambang.
-

Tumpahan Minyak di Karawang, Susi Tak Berani Galak ke Pertamina?

Iapun mengaku tidak khawatir dan meminta pihak terkait, termasuk nelayan, 
tidakpanik atas kejadian itu.

Walhi: Minyak Tumpah PertaminaMengalir ke Bekasi sampai Kepulauan Seribu

PebriansyahAriefana
Kamis, 01Agustus 2019 | 16:10 WIB

Pertamina belum meyakini bahwa tumpahan minyak di pulau itu berasal 
daritumpahan minyak mereka.

Suara.com - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia atua Walhi menyebut aliran 
tumpahanminyak Pertamina dari laut Karawang sampai ke Kepulauan Seribu. Aliran 
itumelewati Bekasi.

Walhi menduga kuat bahwa tumpahan minyak di Kepulauan Seribu berasal 
daritumpahan minyak mentah milik Pertamina Hulu Energi Offshore North West 
Java(PHE ONWJ) yang telah mencemari Pantai Karawang.

"Tanggal 20 itu dia (minyak) sudah mulai masuk ke Bekasi, dan tanggal23 masuk 
ke Bekasi. Harusnya sudah ke Kepulauan Seribu," kata pegiatlingkungan hidup 
Walhi Dwi Sawung saat dihubungi, Rabu (1/8/2019).

Walhi memastikan bahwa tumpahan minyak milik Pertamina itu sudah mencapaidaerah 
pantai wisata di Kepulauan Seribu.

"Di Kepulauan Seribu, di hari Sabtu di ujung Pulau Untung Jawa, disepanjang 
pantai di sebelah timur," katanya.

Namun, Pertamina, kata dia, belum meyakini bahwa tumpahan minyak di pulauitu 
berasal dari tumpahan minyak mereka.

"Karena mereka pikir jangan-jangan itu minyak milik orang lain,"kata dia lebih 
lanjut.

Karena itu, Pertamina, kata dia, akan memeriksa terlebih dahulu tumpahanminyak 
yang berada di Kepulauan Seribu. Pegiat lingkungan hidup itu mengatakanbahwa 
Walhi sebenarnya sudah meminta kepada pemerintah dan Pertamina untukmemberikan 
pemodelan sebaran minyak dari tumpahan yang telah mencemari PantaiKarawang.

Namun, Pertamina tidak memberikan pemodelan sebaran minyak tersebut.

"Mereka kan ada pesawat, ada helikopter yang mengudara. Seharusnya 
bisakelihatan tumpahan minyaknya sudah sejauh mana. Harusnya memberi 
informasi,tetapi sampai sekarang belum memberikan informasi itu," katanya.

Walhi belum menghitung secara pasti kemungkinan jumlah kerugian akibattumpahan 
minyak di Kepulauan Seribu.

Tetapi mereka memperkirakan tumpahan tersebut aman mengurangi wisata dipantai 
yang terdampak.
"Kalau dikalkulasi kerugiannya belum tahu, tapi yang pasti wisatanyaakan 
berkurang karena wisatanya kan pasti akhir pekan nanti yang biasanyaramai. 
Sementara kami memperkirakan tumpahan itu baru sampai di pantai Sabtulalu," 
tuturnya. (Antara)


Kirim email ke