Miliarder Cina Didakwa Menyelundupkan Aluminium, AS Rugi Rp 25 T
Reporter:
Non Koresponden
Editor:
Maria Rita Hasugian
Sabtu, 3 Agustus 2019 14:58 WIB
Miliader Cina Liu Zhongtian [SCMP.COM]Miliader Cina Liu Zhongtian [SCMP.COM]
*TEMPO.CO*,*Jakarta*- Miliarder Cina didakwa dewan juri pengadilan Los
Angeles, California,menyelundupkan
<https://www.tempo.co/tag/penyelundupan>aluminium ke Amerika Serikat
dengan tujuan menghindari pengenaan tarif impor sebesar US$ 1,8 miliar
atau setara dengan Rp 25,6 triliun.
Liu Zhongtian, miliarder Cina itu bersama perusahaan yang dia pimpin,
China Zhongwang Holdings Ltd, dan beberapa terdakwa lainnya dijerat 24
dakwaan oleh dewan juri.
Menurut jaksa, skema yang bertujuan menghindarkan kewajiban membayar
tarif impor aluminium dari Cina dimulai awal tahun 2008, seperti
dilansir dai The Star, 1 Agustus 2019.
Dakwaan menyebutkan, modus penyelundupan itu dilakukan perusahaan yang
berafiliasi dengan miliarder itu dengan keluar melalui pelabuhan di Los
Angeles untuk mengimpor ekstrusi aluminium yang dilas bersama-sama.
Sehingga bentuk yang muncul berupa palet yang tidak menjadi subjek tarif
impor.
Setelah itu, Liu akan menimbun aluminium itu di empat gudang di
California selatan. Bersama rekan-rekannya, Liu mengatur penjualan palsu
ke perusahaan yang dia kendalikan untuk menggelembungkan keuangan
Zhongwang, sehingga tampak lebih bernilai.
Alhasil, menurut pihak berwenang AS, skema itu membuat perusahaan Liu
meraup keuntungan yang tidak adil atas pesaingnya di Amerika dan bahkan
menimbulkan masalah lainnya.
"Keamanan nasional kita terancam ketika industri dalam negeri kehilangan
kemampuannya untuk berkembang dan memasok produk-produk untuk pertahanan
AS dan aplikasi infrastruktur kritis, sehingga memaksa kami untuk
tergantung pada impor yang tidak dapat diandalkan," kata Joseph Macias,
agen khusus yang bertanggung jawab untuk penyelidikan keamanan negara di
Los Angeles, dalam pernyataannya.
Zhongwang dalam pernyataannya mengatakan dakwaan menyelundup merupakan
keliru dan tanpa disertai bukti yang faktual.
"Perusahaan ingin mengklarifikasi bahwa grup ini selalu mematuhi
undang-undang dan peraturan Republik Rakyat Cina dan negara tujuan
produk yang diekspor dalam operasi bisnisnya, grup ini telah
mengembangkan pasar luar negeri dengan prinsip adil dan persaingan
tertib," ujar Zhongwang dalam pernyataannya.
ADVERTISEMENT
Liu saat ini diyakini tinggal di Cina. Adapun Cina dan Amerika Serikat
tidak memiliki perjanjian ekstradisi. Adapun surat perintah penangkapan
terhadap miliarder Cina itu sudah dikeluarkan.
Belum diketahui pasti apakah Liu sudah memiliki pengacara di AS untuk
menangani perkara itu.
Liu dan keluarganya yang memiliki kekayaan mencapai US$ 3, 2 miliar,
menurut laporan majalah Forbes, juga didakwa melakukan praktek pencucian
uang dengan melibatkan perusahaan-perusahaan cangkang untuk mentransfer
uang ke Zhongwang.
Jika
dakwaanpenyelundupan<https://dunia.tempo.co/read/1189369/modus-baru-penyelundupan-narkoba-ke-penjara-pakai-bangkai-tikus>dan
pencucian uang terbukti, miliarder Cina yang disapa Bos Besar dan Paman
Liu akan mendekam dalam penjara selama maksimum 20 tahun.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com