Artikel <https://www.antaranews.com/slug/artikel>
Kongres V, Megawati, dan regenerasi kepemimpinan PDIP
Oleh Riza Harahap Sabtu, 3 Agustus 2019 08:13 WIB
Kongres V, Megawati, dan regenerasi kepemimpinan PDIP
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (kiri) bersama dengan
putra/putrinya, Prananda Prabowo dan Puan Maharani yang juga ketua DPP
PDI Perjuangan. ANTARA/Riza Harahap/pri
Ketua harian ini adalah jabatan yang sangat strategis dalam melapis
pelaksanaan tugas-tugas harian dari Ketua Umum PDI Perjuangan.
Jakarta (ANTARA) - PDI Perjuangan akan menyelenggarakan Kongres V di
Nusa Dua Bali yang dipercepat menjadi 8 sampai dengan 10 Agustus 2019
dari jadwal sebelumnya pada tahun 2020. Kemungkinan besar Megawati
Soekarnoputri akan dikukuhkan kembali untuk melanjutkan kepemimpinannya
sebagai ketua umum selama 5 tahun ke depan.
Percepatan pelaksanaan Kongres V PDI Perjuangan dilaksanakan dengan
beberapa pertimbangan, yakni percepatan melakukan konsolidasi internal
organisasi, menyesuaikan agenda partai dengan pemerintah, menyusun
agenda strategis partai pasca-Pemilu 2019, dan regenerasi kepemimpinan
di struktur partai.
Satu hal lagi yang prinsip bahwa dalam Kongres V PDI Perjuangan di Bali
juga mewacanakan akan memutuskan adanya jabatan ketua harian sebagai
pelaksana harian dari tugas-tugas ketua umum.
Menurut Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto,
percepatan kongres dengan beberapa pertimbangan tersebut merupakan
pemikiran Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri guna
menyikapi situasi politik nasional dan agenda besar politik nasional 5
tahun ke depan.
*Baca juga:Politik kemarin, rencana pertemuan Jokowi dan SBY hingga
kongres PDIP
<https://www.antaranews.com/berita/991634/politik-kemarin-rencana-pertemuan-jokowi-dan-sby-hingga-kongres-pdip>
Baca juga:J. Kristiadi yakini Megawati sudah pikirkan regenerasi
<https://www.antaranews.com/berita/991078/j-kristiadi-yakini-megawati-sudah-pikirkan-regenerasi>
Baca juga:Kongres PDIP diperkirakan kukuhkan kembali Megawati sebagai
ketua umum
<https://www.antaranews.com/berita/987788/kongres-pdip-diperkirakan-kukuhkan-kembali-megawati-sebagai-ketua-umum>*
Oleh karena itu, setelah penetapan jadwal Kongres V di Bali melalui
rapat kerja nasional (Rakernas) di Jakarta, 19 Juni lalu, DPP PDI
Perjuangan langsung bergerak mempersiapkan konsolidasi organisasi dengan
menyelenggarakan rapat kerja cabang dan konferensi cabang (rakercab dan
konfercab) di tingkat kabupaten/kota maupun rapat kerja daerah dan
konfrensi daerah (rakerda dan konferda) di tingkat provinsi di seluruh
Indonesia.
Keputusan dari konfercab dan konferda di seluruh Indonesia, semuanya
mengusulkan agar Megawati Soekarnoputri melanjutkan kepemimpinannya
sebagai ketua umum periode 2019 s.d. 2024.
Megawati Soekarnoputri dinilai para kader sebagai sosok pemimpin yang
karismatik dan tokoh pemersatu yang hingga saat ini belum tergantikan di
PDI Perjuangan.
Dari aspirasi yang berkembang di seluruh daerah di Indonesia,
kemungkinan besar Megawati akan dikukuhkan kembali sebagai ketua umum
secara aklamasi melalui proses musyawarah mufakat.
Adanya aspirasi dari struktur dan kader PDI Perjuangan di daerah yang
mengusulkan agar Megawati melanjutkan kepemimpinannya di PDI Perjuangan
selama 5 tahun ke depan, muncul pemikiran juga untuk menambah jabatan
ketua harian yang akan menjalankan tugas-tugas harian dari ketua umum.
Pemikiran yang sangat rasional adanya jabatan ketua harian untuk
menjalankan partai sebesar PDI Perjuangan dengan struktur organisasi
yang sangat lengkap di seluruh Indonesia mulai dari dewan pimpinan pusat
(DPP) hingga ke anak ranting di tingkat rukun tetangga. Apalagi, adanya
sejumlah agenda besar politik nasional yang akan dihadapi selama 5 tahun
ke depan dan tantangan zaman yang terus bergerak cepat.
Kalau menyimak perjalanan kepemimpinan Megawati Soekarnoputri di partai
politik berlambang kepala banteng tersebut, sudah sangat lama, hampir 26
tahun. Megawati terpilih menjadi Ketua Umum DPP Partai Demokrasi
Indonesia (PDI) pada kongres luar biasa di Surabaya, Jawa Timur,
Desember 1993.
Kepemimpinan Megawati juga menghadapi tantangan sangat berat dengan
adanya intervensi pemerintah Orde Baru saat itu. Puncaknya, terjadi
peristiwa perebutan Kantor DPP PDI di Menteng, Jakarta pada tanggal 27
Juli 1996, kemudian dikenal dengan nama Kudeta 27 Juli (Kudatuli).
*Baca juga:Fornas 96 minta kasus Kudatuli dibahas di Kongres PDIP
<https://www.antaranews.com/berita/979250/fornas-96-minta-kasus-kudatuli-dibahas-di-kongres-pdip>*
Menjelang Pemilu 1997, Megawati bersama para kadernya mendaftarkan PDI
Perjuangan sebagai peserta partai pemilu anggota legislatif. Sejak saat
itu sampai kini, Megawati terus dikukuhkan sebagai ketua umum partai
tersebut.
Dalam perjalanan waktu, kepemimpinan Megawati, tentu saja usia juga
turut bertambah. Megawati yang lahir di Yogyakarta pada bulan Januari
1947, saat ini berusia 72 tahun. Dalam hal usia tersebut, sangat wajar
jika Megawati perlu menyiapkan regenerasi kepemimpinan.
*/Wacana Ketua Harian/*
Keputusan dari Konfercab dan Konferda PDI Perjuangan di seluruh
Indonesia, semuanya mengusulkan agar Megawati Soekarnoputri melanjutkan
kepemimpinannya sebagai ketua umum periode 2019 s.d. 2024.
Adanya aspirasi dari struktur dan kader PDI Perjuangan di daerah
tersebut, muncul pemikiran juga untuk menambah jabatan ketua harian yang
akan menjalankan tugas-tugas harian dari ketua umum.
Menurut Hasto, soal wacana jabatan ketua harian ini akan diputuskan oleh
ketua umum terpilih setelah dikukuhkan dalam kongres, yakni Megawati
Soekarnoputri.
Ketua harian ini adalah jabatan yang sangat strategis dalam melapis
pelaksanaan tugas-tugas harian dari ketua umum. Lalu siapa yang akan
mengisi jabatan ketua harian?
Berkembang rumor di internal PDI Perjuangan bahwa regenerasi
kepemimpinan di PDI Perjuangan akan diturunkan kepada putra dan putri
Megawati Soekarnoputri, yakni Pranada Prabowo dan Puan Maharani.
*Baca juga:Megawati soal dua anaknya jadi pengurus DPP PDIP 2015-2020
<https://www.antaranews.com/berita/490157/megawati-soal-dua-anaknya-jadi-pengurus-dpp-pdip-2015-2020>
Baca juga:Prananda Prabowo gubah lagu semangati Jokowi
<https://www.antaranews.com/berita/787826/prananda-prabowo-gubah-lagu-semangati-jokowi>
Baca juga:Puan Maharani akan selesaikan tugas sebagai Menko PMK
<https://www.antaranews.com/berita/977368/puan-maharani-akan-selesaikan-tugas-sebagai-menko-pmk>*
Keduanya sebenarnya sudah disiapkan oleh Megawati sejak lama, terbukti
keduanya menempati posisi sebagai Ketua DPP PDI Perjuangan periode 2015
s.d. 2020. Prananda Prabowo adalah Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang
Ekonomi Kreatif, sedangkan Puan Maharani adalah Ketua DPP PDI Perjuangan
Bidang Politik dan Keamanan.
Namun, Puan Maharani nonaktif sebagai ketua karena menduduki jabatan
sebagai Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan
(Menko PMK). Puan Maharani juga memiliki pengalaman sebagai anggota DPR
RI periode 2009 s.d. 2014.
Menurut Ketua DPP PDI Perjuangan Aria Bima, nama Prananda Prabowo dan
Puan Maharani sudah mulai diwacanakan di tingkat pusat untuk regenerasi
kepemimpinan Megawati Soekarnoputri.
Sosok Prananda Prabowo dan Puan Maharani, kata dia, juga dapat diterima
oleh seluruh kader PDI Perjuangan di seluruh Indonesia karena kedua
tidak lepas dari trah Soekarno.
Oleh karena itu, adanya wacana jabatan ketua harian yang sangat
strategis dan akan diputuskan pada Kongres V PDI Perjuangan, diharapkan
salah satu dari keduanya, Prananda Prabowo atau Puan Maharani, akan
menduduki jabatan ketua harian tersebut. Pada saatnya yang tepat akan
melanjutkan kepemimpinan di PDI Perjuangan.
Oleh Riza Harahap
Editor: D.Dj. Kliwantoro
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com