Mlaku alon-alon ning Alun-alun Solo.....mendengarkan alunan lagu Bengawan
Solo....

Pada tanggal Sab, 3 Agu 2019 pukul 23.20 Sunny ambon [email protected]
[GELORA45] <[email protected]> menulis:

>
>
> *Bagaimana kalau diadakan doa bersama di alon-alon untuk mencegah apa yang
> disebut "megathrust"? Apakah kalau  NKRI  dijadikan  negara berkhalifah
> akan bebas dan aman dari bencana alam?*
>
>
> http://www.sinarharapan.co/umum/read/11313/ini_bahaya_jika_megathrust_terjadi
>
>
>
> Ini Bahaya Jika Megathrust TerjadiSabtu , 03 Agustus 2019 | 20:00
>
> JAKARTA - BMKG menyatakan gempa Megathrust merupakan ancaman riil yang
> patut diwaspadai oleh seluruh pihak. Megathrust merupakan zona tumbukan
> antara lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Lokasi Megathrust memanjang dari
> sebelah barat ujung Sumetera, menuju selatan Jawa, Bali, Nusa Tenggara.
>
> Wilayah ini terbagi ke dalam beberapa segmen. Salah satunya adalah segmen
> di selatan Selat Sunda. Sementara itu, berdasarkan berbagai sumber
> diketahui bahwa gempa yang rentan mengguncang Indonesia memiliki potensi
> dari subduksi.
>
> Subduksi ini merupakan tempat terbentuknya gunung berapi dan gempa.
> Berulang kali, BMKG mengatakan meski para ahli mampu menghitung perkiraan
> magnitudo maksimum megathrust namun tidak ada teknologi yang mampu
> memastikan kapan terjadinya peristiwa tersebut.
>
> Sebelumnya, BMKG menyatakan gempa Megathrust merupakan ancaman riil yang
> patut diwaspadai oleh seluruh pihak.
>
> Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono menyatakan hal itu
> usai gempa magnitudo 6,9 di Banten, Jawa Barat. Diketahui, gempa terjadi di
> Banten pada Jumat malam dan terasa hingga Jakarta dan Lampung."Ancaman
> [Megathrust] riil, nyata di sepanjang pantai Barat Sumatera, mungkin
> jaraknya sekitar 200-250 km di laut lepas, " kata Rahmat dalam jumpa pers..
>
> Selain itu, dia menambahkan, jarak ke Laut Jawa juga serupa dan mencapai
> Bali hingga ke arah utara Papua. Oleh karena itu, masyarakat di sepanjang
> jalur pertemuan lempeng tektonik harus selalu siaga dari ancaman nyata
> tersebut.
>
> Dia menegaskan jika kekuatan gempa besar dan sumbernya dangkal maka bisa
> memicu tsunami. Di sisi lain, Rahmat menegaskan, tak ada teknologi yang
> mampu memprediksi kapan gempa terjadi.
>
> 
>

Kirim email ke