----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Sunny ambon [email protected] 
[nasional-list] <[email protected]>Terkirim: Minggu, 4 Agustus 2019 
00.13.19 GMT+2Judul: [nasional-list] Ryamizard: Benih Kehadiran Kelompok 
Anti-Pancasila Sudah Ada
     

 
Merekayang suka sering berkaok-kaok tentang Pancasila memang hebat, 
tetapiapakah mereka mengerti dan mengaplikasinya dalam praktek 
politiksehari-hari? Untuk itu jangan dilupan ucapan mutiara menjelaskanbahwa 
.”tong kosong nyaring bunyinya”. hehehehehe





https://sp.beritasatu.com/#

Ryamizard:Benih Kehadiran Kelompok Anti-Pancasila Sudah Ada

RyamizardRyacudu. ( Foto: SP/Joanito de Saojoao )
 
 Robertus Wardi / WBP Senin, 29 Juli 2019 | 12:41 WIB
  
 Jakarta, Beritasatu.com  - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu 
mengemukakan musuh besar bangsa Indonesia ke depan adalah kelompok-kelompok 
yang anti-Pancasila. Benih-benih kehadiran kelompok anti-Pancasila saat ini 
sudah ada.
 
 "Ini yang harus kita pahami bersama. Kita akan menghadapi kelompok yang 
anti-Pancasila," kata Ryamizard Ryacudu dalam acara silahturami dengan para 
purnawirawan TNI di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Senin (29/7/2019).
 
 Hadir pada acara itu, Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar, Jenderal TNI (Purn) 
Wismoyo Arismunandar, Jenderal TNI (Purn) Widjoyo Soejono, Jenderal TNI (Purn) 
Djoko Santoso, dan sejumlah purnawirawan lainnya.
 
 Ryamizard Ryacudu menjelaskan pada masa lalu, sudah ada kelompok-kelompok yang 
ingin mengantikan Pancasila. Misalnya ada pemberontakan PKI tahun 1948 dan 
1965. Kemudian kelompok DI/TII yang ingin mendirikan negara Islam. "Semua itu 
berhasil ditumpas karena peran TNI bersama rakyat," tegas Ryamizard Ryacudu.
 
 Dia berharap ke depan, TNI terus menjadi perekat dan pengikat Negara Kesatuan 
Republik Indonesia (NKRI). Jika TNI lemah dan lengah, bangsa ini bisa bubar.‎ 
Selain itu, TNI harus didukung oleh rakyat sebagai kesatuan yang utuh dan tidak 
terpisahkan.
 
 "TNI dan rakyat ibarat air dan ikan. Rakyat adalah air dan TNI dan 
purnawirawan merupakan ikannya. Ikan tidak mungkin hidup tanpa air. TNI adalah 
benang perekat bangsa yang tidak boleh dipecah dan dipisahkan dari kekuatan 
mana pun. Terpecahnya TNI adalah terpecahnya bangsa ini. Hancurnya TNI adalah 
hancurnya bangsa ini. Kita semua tidak ingin bangsa Indonesia ini tinggal 
sejarah, tapi kita ingin melihat bangsa ini tetap ada sampai akhir zaman," 
tutur Ryamizard Ryacudu
 
Berita terkait : 3Persen Anggota Anti Pancasila, Kasad Siap Evaluasi



    

Kirim email ke