Ya, gubug liar untuk kegiatan liar...... Apa hubungannya liar dan lari.......dan lira, dan rail......?
Pada tanggal Min, 4 Agu 2019 pukul 02.09 Sunny ambon [email protected] [GELORA45] <[email protected]> menulis: > > > > > > > > https://www.harianterbit.com/megapolitan/read/108765/Bisnis-Prostitusi-di-Gubuk-gubuk-Liar-di-Jakarta-Ada-Oknum-yang-Menggawaginya > > > > *Bisnis Prostitusi di Gubuk-gubuk Liar di Jakarta; Ada Oknum yang > Menggawaginya* > > Harian Terbit/Sammy > > Sabtu, 27 Juli 2019 - 10:45 WIB > > [image: Bisnis Prostitusi di Gubuk-gubuk Liar di Jakarta; Ada Oknum yang > Menggawaginya]lustrasi (ist) > > Bisnis ‘esek-esek’ atau prostitusi di gubuk-gubuk liar masih saja ada. > Praktek prostitusi yang dilakukan pada malam hari itu mendapat sorotan > Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, yang meminta Pemprov DKI > Jakarta menanganinya secara serius. > > "Sebenarnya itu harus dibersihkan terus-menerus. Ada oknum yang > menggawanginya jadi harus dijaga. Habis ditindak, Satpol PP jangan pergi, > kalau tidak nanti dibangun lagi," ungkap Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI > Jakarta, Ramly HI Muhammad, saat dihubungi di Jakarta, Jumat (26/7/2019). > > Menurut dia, masalah gubuk liar yang saat malam dijadikan lokalisasi > ilegal bukanlah fenomena yang terjadi baru-baru ini, tapi sudah berulang > kali muncul di berbagai daerah ibu kota dalam beberapa tahun terakhir. > > Menurut politisi Golkar itu, harus dilakukan tindakan serius dari > pemerintah daerah terutama Satuan Polisi Pamong Praja agar gubuk prostitusi > tidak muncul lagi. > > "Sekarang harus dibuat aturan, setelah dibersihkan, Satpol PP harus > bertanggung jawab. Jika setelah dibersihkan lalu muncul lagi, lalu ada > laporan, maka kepala Satpol PP kelurahan atau kecamatan diganti. Jadi > masing-masing diberi tanggung jawab begitu," ungkap wakil komisi yang > mengurus pemberdayaan masyarakat itu. > > *Dibongkar* > > Sebelumnya, pekan ini Satpol PP membongkar gubuk-gubuk liar yang berada di > sepanjang Jalan Letnan Jenderal Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta Pusat yang > terindikasi digunakan sebagai tempat prostitusi pada malam hari. > > Tidak hanya di Cempaka Putih, penampakan gubuk liar juga ditemukan di > bantaran Banjir Kanal Barat pada awal Juli meski sempat dibubarkan > pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada 2017. > > Menurut warga sekitar, gubuk itu ditempati orang yang berasal dari luar > Jakarta dan saat malam dijadikan tempat prostitusi. "Kalau malam itu banyak > (PSK) yang mangkal," kata Basir, warga Jatipulo yang ANTARA temui saat itu. > > Sementara itu, beberapa pedagang tanaman hias, makanan dan minuman di > sepanjang Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta, Jumat, menyanggah > klaim gubuk liar yang mereka bangun jadi tempat asusila menyusul adanya > penggusuran bangunan liar oleh Pemprov DKI di lokasi itu, Kamis. > > Dari pengakuan beberapa pedagang, hanya satu gubuk yang jadi tempat > asusila, sementara sebagian besar bangunan semi permanen di Jalan Letjen > Suprapto itu digunakan untuk berdagang nasi, lauk pauk, serta minuman. > > Menurut sepengetahuan Udin yang berjualan tanaman hias di lokasi itu sejak > 2001, hanya ada satu gubuk liar yang jadi tempat asusila. Lokasinya, kata > Udin menjelaskan, ada di sisi kanan pintu masuk Gedung KONI DKI Jaya, di > belakang tumpukan tanaman hias yang memenuhi sisi trotoar. > > Senada dengan Udin, pedagang minuman yang gubuknya kena gusur, Taswin, > mengatakan kegiatan asusila hanya ada di tempat tersebut. > > "Saya merasa tertuduh gubuk saya dibilang buat 'jablay'. Tak ada itu di > sini, silakan dicek. Ketika bilang itu, mereka (staf kelurahan, red) bilang > gubuk saya kena imbas," kata Taswin yang telah berdagang sejak 1991. > > > >
