https://www.harianterbit.com/megapolitan/read/108765/Bisnis-Prostitusi-di-Gubuk-gubuk-Liar-di-Jakarta-Ada-Oknum-yang-Menggawaginya



*Bisnis Prostitusi di Gubuk-gubuk Liar di Jakarta; Ada Oknum yang
Menggawaginya*

Harian Terbit/Sammy

Sabtu, 27 Juli 2019 - 10:45 WIB

[image: Bisnis Prostitusi di Gubuk-gubuk Liar di Jakarta; Ada Oknum yang
Menggawaginya]lustrasi (ist)

Bisnis ‘esek-esek’ atau prostitusi di gubuk-gubuk liar masih saja ada.
Praktek prostitusi yang dilakukan pada malam hari itu mendapat sorotan
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, yang meminta Pemprov DKI
Jakarta menanganinya secara serius.

"Sebenarnya itu harus dibersihkan terus-menerus. Ada oknum yang
menggawanginya jadi harus dijaga. Habis ditindak, Satpol PP jangan pergi,
kalau tidak nanti dibangun lagi," ungkap Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI
Jakarta, Ramly HI Muhammad, saat dihubungi di Jakarta, Jumat (26/7/2019).

Menurut dia, masalah gubuk liar yang saat malam dijadikan lokalisasi ilegal
bukanlah fenomena yang terjadi baru-baru ini, tapi sudah berulang kali
muncul di berbagai daerah ibu kota dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut politisi Golkar itu, harus dilakukan tindakan serius dari
pemerintah daerah terutama Satuan Polisi Pamong Praja agar gubuk prostitusi
tidak muncul lagi.

"Sekarang harus dibuat aturan, setelah dibersihkan, Satpol PP harus
bertanggung jawab. Jika setelah dibersihkan lalu muncul lagi, lalu ada
laporan, maka kepala Satpol PP kelurahan atau kecamatan diganti. Jadi
masing-masing diberi tanggung jawab begitu," ungkap wakil komisi yang
mengurus pemberdayaan masyarakat itu.

*Dibongkar*

Sebelumnya, pekan ini Satpol PP membongkar gubuk-gubuk liar yang berada di
sepanjang Jalan Letnan Jenderal Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta Pusat yang
terindikasi digunakan sebagai tempat prostitusi pada malam hari.

Tidak hanya di Cempaka Putih, penampakan gubuk liar juga ditemukan di
bantaran Banjir Kanal Barat pada awal Juli meski sempat dibubarkan
pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada 2017.

Menurut warga sekitar, gubuk itu ditempati orang yang berasal dari luar
Jakarta dan saat malam dijadikan tempat prostitusi. "Kalau malam itu banyak
(PSK) yang mangkal," kata Basir, warga Jatipulo yang ANTARA temui saat itu.

Sementara itu, beberapa pedagang tanaman hias, makanan dan minuman di
sepanjang Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta, Jumat, menyanggah
klaim gubuk liar yang mereka bangun jadi tempat asusila menyusul adanya
penggusuran bangunan liar oleh Pemprov DKI di lokasi itu, Kamis.

Dari pengakuan beberapa pedagang, hanya satu gubuk yang jadi tempat
asusila, sementara sebagian besar bangunan semi permanen di Jalan Letjen
Suprapto itu digunakan untuk berdagang nasi, lauk pauk, serta minuman.

Menurut sepengetahuan Udin yang berjualan tanaman hias di lokasi itu sejak
2001, hanya ada satu gubuk liar yang jadi tempat asusila. Lokasinya, kata
Udin menjelaskan, ada di sisi kanan pintu masuk Gedung KONI DKI Jaya, di
belakang tumpukan tanaman hias yang memenuhi sisi trotoar.

Senada dengan Udin, pedagang minuman yang gubuknya kena gusur, Taswin,
mengatakan kegiatan asusila hanya ada di tempat tersebut.

"Saya merasa tertuduh gubuk saya dibilang buat 'jablay'. Tak ada itu di
sini, silakan dicek. Ketika bilang itu, mereka (staf kelurahan, red) bilang
gubuk saya kena imbas," kata Taswin yang telah berdagang sejak 1991.

Kirim email ke