Mati listrik 10 jam di Jawa-Bali hari ini bisa dijadikan 
alasan telak untuk menuding PLN (BUMN) goblok 
sehingga harus mengundang perusahaan listrik asing 
(yang lagi kasak-kusuk jualan PLTN).

--- lusi_d@... wrote:
Berikut adalah dua pandangan antara Sri Mulyani dan Rizal Ramli untuk
mengatasi problem kepurukan perekonomian di Indonesia dewasa ini.

Salam. Lusi.

logo riau24
Jumat, 02 Agustus 2019 | 13:28 WIB

Penulis: 
PenulisR24/ibl

Sindir Sri Mulyani Soal ini, Rizal Ramli: Analisanya Makin Ngawur

RIAU24.COM - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan jika
peranan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terlalu dominan dalam
perekonomian, justru menghambat masuknya investasi asing.

Sri menilai, investor asing dipandang tak akan mau membawa aliran
investasi ke Indonesia jika lingkungan bisnis tidak kompetitif.

Ditambah lagi, Penanaman Modal Asing (PMA) masih merupakan faktor
krusial bagi Indonesia lantaran mereka memiliki teknologi yang bisa
menciptakan nilai tambah ekonomi.

Jika hal tersebut terhambat, maka kesempatan bagi Indonesia untuk
meningkatkan produktivitas tidak akan tercipta jika pemerintah dan BUMN
intervensi di struktur perekonomian Indonesia.

Pernyataan dari Sri Mulyani tersebut ditanggapi oleh ekonom senior
Rizal Ramli. Dia menilai apa yang disampaikan oleh Sri Mulyani tersebut
adalah ngawur.

Kata Mantan Menko Maritim tersebut menambahkan, seharusnya Inefisiensi
dan managemen BUMN yang jadi masalah, itu yang harus dibenahi.

"Kok makin lama analisanya makin ngawur . Inefisiensi dan management
BUMN yg jadi masalah, itu yg harus dibenahi ! Ekonomi konstitusi memang
anjurkan BUMN yg effisien. Jangan hambat BUMN sekedar buat bikin senang
asing.

Kicauan Rizal Ramli tersebut ditanggapi oleh para netizen. Begini
respon para netter.

"TIDAK masuk akal sama sekali !
Perusahaan negara DIKALAHKAN demi masuknya investasi ASING !?
APA yg diharapkan dari investasi asing ?
Uang segar, tenaga kerja...?
Sementara kekayaan negara dikeruk habis ?!," komentar @Christiono20.

"Investasi asing??
Apakah maksudnya asing menabur uang laksana hujan yg tak pernah balik
lg keawan. Prof. Apakah memungkinkan rakyat ikut investasi? 
Atau rakyat cukup jadi objek pajak?," kata @jumindakaryana.

  _
  

Kirim email ke