https://bisnis.tempo.co/read/1232066/ini-kronologis-listrik-padam-di-jakarta-banten-dan-jawa-barat/full&view=ok
Ini Kronologis Listrik Padam di Jakarta, Banten
dan Jawa Barat
Reporter:
Muhammad Hendartyo
Editor:
Martha Warta Silaban
Minggu, 4 Agustus 2019 20:38 WIB
Meme <https://statik.tempo.co/data/2019/08/04/id_860982/860982_720.jpg>
Meme "saya pamit" diunggah netizen saat pemadaman listrik massal di
Pulau Jawa dan Bali pada Ahad, 4 Agustus 2019. Di media sosial Twitter,
tagar #matilampu menempati trending topic. Twitter
TEMPO.CO, Jakarta - Plt. Direktur Utama PT Perusahaan Listrik
Negara(Persero) Sripeni Inten Cahyani mengatakan gangguan aliran listrik
terjadi pada pukul 11.45 lewat 27 detik pada Saluran Udara Tegangan
Extra Tinggi atau SUTET Ungaran-Pemalang. Di sana, kata dia, terjadi
gangguan pada sirkuit satu.
"Kemudian disusul sirkuit kedua terjadi gangguan akibatnya terjadi
penurunan tegangan menyebabkan jaringan Depok, Tasik mengalami gangguan.
Jadi imbas dari Ungaran dan Pemalang sirkuit tadi lepas, turun
tegangannya menyebabkan Depok dan Tasik gangguan," kata di kantor Unit
Induk Pusat Pengatur Beban Gandul, Depok, Ahad, 4 Agustus 2019.
Hal itu, kata dia yang menjadi awal pemadaman di sistem Jawa Barat,
Banten dan DKI Jakarta. Menurut dia, pada pukul 11.45 detik 27 Jawa
Timur dan Bali normal. Begitu juga dengan Jawa Tengah, namun hanya
Brebes yang gangguan.
"Jadi 11.48 aman Jawa Timur, Bali aman. Jawa Barat, Banten, dan Jakarta
black out," ujarnya.
Dia mengatakan langaung memimpin recovery di Gandul, Jawa Barat. Di
berupaya agar pasokan dari Timur ke Barat untuk tersuplai untuk
mendukung kelistrikan di barat. "Kami ingin mengabarkan pukul 16.27
listrik Jawa Timur masuk ke Saguling dan Cirata memiliki dua peran
sebagai penstabil tegangan karena listrik berasal dari Jawa Timur," kata
dia.
Masuk kemudian PLTA Cirata dan Saguling berfungsi menstabilkan. Pada
pukul 16.27, dari Cibinong masuk ke Depok dan pasokan sudah masuk ke Gandul.
"Atas nama direksi meminta maaf seluas-luasnya kepada pelanggan PLN
kondisi yang tidak menyenangkan ini," kata dia.
Adapun, kata dia, pemadaman yang dialami pelanggan listrik di Jawa
Barat, Jakarta dan Banten berawal dari gangguan beberapa kali pada
Saluran Udara Tegangan Extra Tinggi (SUTET) 500 kV Ungaran- Pemalang.
"PLN telah melakukan upaya-upaya maksimal dan akan melakukan evaluasi
internal untuk mencegah terulangnya kejadian listrik padam hari ini"
kata Inten.
=================
https://bisnis.tempo.co/read/1232064/pln-beberkan-penyebab-listrik-padam-di-jakarta-jawa-barat-dan-banten
PLN Beberkan Penyebab Listrik Padam di
Jakarta, Jawa Barat, dan Banten
Reporter:
Muhammad Hendartyo
Editor:
Martha Warta Silaban
Minggu, 4 Agustus 2019 20:17 WIB
Plt Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani (kiri) dan Direktur
Pengadaan Strategis II Djoko Raharjo Abumanan usai RUPS PLN, Jumat, 2
Agustus 2019. dokumentasi PLN
<https://statik.tempo.co/data/2019/08/02/id_860558/860558_720.jpg>
Plt Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani (kiri) dan Direktur
Pengadaan Strategis II Djoko Raharjo Abumanan usai RUPS PLN, Jumat, 2
Agustus 2019. dokumentasi PLN
TEMPO, Jakarta - Plt. Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara
(Persero) atau PLN Sripeni Inten Cahyani mengatakan pemadaman yang
dialami pelanggan listrik di Jawa Barat, Jakarta dan Banten berawal dari
gangguan beberapa kali pada Saluran Udara Tegangan Extra Tinggi (SUTET)
500 kV Ungaran- Pemalang.
"PLN telah melakukan upaya-upaya maksimal dan akan melakukan evaluasi
internal untuk mencegah terulangnya kejadian hari ini," kata Sripeni di
kantor Unit Induk Pusat Pengatur Beban Gandul, Depok, Ahad, 4 Agustus 2019.
Di lokasi yang sama, Direktur Pengadaan Strategis 2 PLN Djoko Raharjo
Abumanan menjelaskan aliran listrik selalu mengalir dari arah timur atau
Jawa Timur dan Tanjung Jati ke arah barat dengan beban terbesar ada di
sekitar Bekasi, Jakarta dan Banten.
Itu, kata dia, kontinu mengalir mulai dari jam 10 hingga malam sekitar
variasi 2.000 hingga 3.000 mw. Ketika terjadi gangguan pada salah
saluran atau jalan tol listrik, itu menyebabkan aliran terganggu.
"Ini langsung collapse sistem yang ada di sebelahnya di sisi beban.
Karena, neraca daya di sebelah barat tidak seimbang. Karena di Barat
hanya mengandalkan Suralaya, Cilegon dan Muara Karang," kata Djoko.
Kondisi ini yang menyebabkan, disebutkan N minus 3. "Kalau turun,
pembangkit-pembangkit di sisi barat langsung collapse semua, karena
mereka tidak seimbang, artinya frekuensi pun turun. Kenapa bisa
terjadi, N minus 3 terjadi lagi 11.48, karena saluran tidak bisa
mengalir. jadi di barat tegangan langsung turun," ujar dia.
GM Unit Induk Pusat Pengatur Beban Edwin Nugraha Putra menjelaskan soal
N minus 3.
Dia mengatakan N minus 3 artinya terdapat 3 yang terganggu. Yaitu, kata
dia, di Pemalang-Ungaran terdapat dua sirkuit listrik di sistem utara.
Kemudian di sisi selatan atau di Depok dan Tasialaya ada pemeliharaan 1
sirkuit.
"Sehingga ada total ada tiga sirkuit. Nah dua sirkuit di atas gangguan.
Jadi langsung ada tiga sirkuit totalnya, disebut. N minus 3. Gangguan N
minus 3 tadi, terjadi satu kondisi yang disebut tegangan turun dengan
cepat sehingga sirkuit yang bertahan tadi lepas. Akibatnya terlepaslah
sistem barat dan timur," kata Edwin. "Ini makanya kita sekarang emergency".
------------------------------------------------------------------------