https://tekno.tempo.co/read/1231907/wanita-bangsawan-terkubur-dalam-peti-pohon-selama-2-200-tahun/full&view=ok
Wanita Bangsawan Terkubur dalam Peti Pohon
Selama 2.200 Tahun
Reporter:
Tempo.co
Editor:
Erwin Prima
Minggu, 4 Agustus 2019 06:01 WIB
Ilustrasi wanita dalam peti mati yang terbuat dari batang pohon
berlubang. Kredit: Zurich archaeology department
<https://statik.tempo.co/data/2019/08/03/id_860839/860839_720.jpg>
Ilustrasi wanita dalam peti mati yang terbuat dari batang pohon
berlubang. Kredit: Zurich archaeology department
*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Seorang wanita bangsawan
<https://travel.tempo.co/read/1168286/berburu-hantu-di-inggris-hantu-bangsawan-sampai-proletar-ada?page_num=2>
Kelt ditemukan terkubur dalam peti mati yang terbuat dari batang pohon
di Swiss dengan menggunakan pakaian dan perhiasan mewah berumur 2.200
tahun. Jasadnya pertama kali ditemukan pada Maret 2017 selama proyek
konstruksi kompleks sekolah Kern di Aussersihl, Zurich.
Perhiasan yang ditemukan pada peti melingkupi gelang perunggu, tali
pinggang tipis yang terbuat dari perunggu dan kalung yang terbuat dari
batu amber dan serpihan kaca. Sisa-sisa pakaian yang dikenakan menarik
perhatian para arkeolog karena serangkaian penjepit logam dapat mengikat
pakaian dan perhiasannya secara bersamaan.
“Peneliti dengan tekun menyelidiki pola lapisan pakaian yang terbuat
dari tekstil, bulu dan sisa-sisa kulit yang turut dikubur dalam peti.
Gaun yang digunakan, diprediksi terbuat dari bulu domba pilihan terbaik,
dan mantel terbuat dari kulit domba,” ungkap seorang peneliti.
Perempuan ini diidentifikasi sebagai bangsa Kelt karena bentuk peti mati
yang digunakan. Bangsa Kelt dikenal memiliki tradisi menguburkan jasad
menggunakan peti mati dari batang pohon pada zaman besi.
Makamnya digali kurang dari 300 meter dari makam seorang pria Kelt yang
sudah ditemukan pada tahun 1903 saat pembangunan fasilitas olahraga
sekolah, menurut laporan Kantor Pengembangan Perkotaan Zurich.
Diprediksi wanita ini mungkin saja mengenali pria Kelt yang terbujur 260
meter di bawah kuburannya. Pria ini ditemukan terkubur bersama dengan
pedang, perisai dan tombak miliknya. Kedua jasad ini juga terkubur pada
periode yang sama.
“Dari pakaian prajurit lengkap yang dikenakan, dapat diidentifikasi jika
pria ini juga memiliki tingkatan sosial yang lebih tinggi,” ujar peneliti.
Hingga kini, peneliti dari Kantor Pengembangan Perkotaan Zurich terus
menganalisa detail spesifik gaya hidup hingga kesehatannya. Wanita ini
diperkirakan berumur 40 tahun saat meninggal pada tahun 200 SM. Mereka
juga menemukan fakta jika dia menyukai makanan manis dan bertepung dari
hasil analisa gigi.
Hasil analisa isotop pada tulang wanita membuat peneliti memperkirakan
jika dia merupakan warga lokal yang hidup di Lembah Limmat. Kondisi
tulang yang relatif baik juga membuktikan jika dia hanya melakukan
sedikit pekerjaan ketika masih hidup, sehingga diprediksi sebagai orang
penting pada masa itu.
Bangsawan
<https://cantik.tempo.co/read/1080721/gelar-bangsawan-ini-mungkin-kelak-diterima-meghan-markle>
Kelt sering dianggap berasal dari Britania Raya, namun sebenarnya mereka
hidup di daratan Eropa hingga jauh ke Turki. Mereka dikenal sebagai
petarung yang tangguh, hingga bangsa Romawi harus membangun benteng
Hadrian untuk melindungi diri.
THE SUN | LIVE SCIENCE | STADT ZURICH | DAILY MAIL | CAECILIA EERSTA
------------------------------------------------------------------------