https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190809092753-92-419761/larangan-rombak-bos-bumn-jokowi-dianggap-bikin-negara-stuck

Larangan Rombak Bos BUMN Jokowi Dianggap Bikin Negara 'Stuck'

CNN Indonesia | Jumat, 09/08/2019 11:03 WIB


Jakarta, CNN Indonesia -- Pengamat menilai perintah Presiden *Joko Widodo
<https://www.cnnindonesia.com/tag/joko-widodo>*(Jokowi) kepada menteri
untuk tak merombak posisi direksi Badan Usaha Milik Negara (*BUMN
<https://www.cnnindonesia.com/tag/bumn>*), dan membuat kebijakan strategis
sampai Oktober 2019 akan membuat negara stagnan.

Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya mengatakan
keberlangsungan bisnis bisa saja terganggu karena permintaan Jokowi. Ia
menilai keputusan Jokowi kurang tepat.

"Itu bisa membuat negara stuck," kata Yunarto, Kamis (8/8).


Ia mencontohkan, ketika seorang direksi terbukti melakukan kesalahan dalam
proses evaluasi, Menteri BUMN tak bisa berbuat apa-apa karena ada larangan
dari Kepala Negara. Padahal jajaran direksi harus segera dirombak demi
kelangsungan bisnis.
Lihat juga:

 Buka Rute Baru Bandung, Lion Air Tepis Tutup Rute Kertajati
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190809003719-92-419715/buka-rute-baru-bandung-lion-air-tepis-tutup-rute-kertajati/>


"Itu contoh paling ekstrem. Masa gara-gara surat edaran itu (permintaan
Jokowi) kemudian tidak bisa berbuat apa-apa, Kementerian BUMN tidak bisa
ngapa-ngapain. Kan tidak begitu," ujar Yunarto.

Menurut dia, Jokowi seharusnya memperkuat posisinya dalam tiga bulan
terakhir, sebelum kembali dilantik menjadi presiden pada Oktober 2019
mendatang. Yunarto menyatakan mantan Gubernur DKI Jakarta itu bisa saja
menganulir kebijakan sebelumnya yang dianggap tak memberi dampak positif.

"Bukan berarti tidak boleh ada pergantian direksi sama sekali. Jokowi harus
mengambil kontrol lebih ketat dan keras di sisa tiga bulan ini," kata dia.
Lihat juga:

 Penantian Defisit Transaksi Berjalan Warnai Gerak Rupiah
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190809083610-78-419747/penantian-defisit-transaksi-berjalan-warnai-gerak-rupiah/>


Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan bahwa Jokowi
memberikan perintah kepada menteri untuk tak mengubah posisi direksi BUMN
sampai Oktober 2019. Selain itu, menteri juga dilarang mengubah posisi
direktur jenderal di tubuh kementerian.

"Perintah besarnya begitu, dan bukan hanya kepada Bu Rini (Menteri BUMN),
tapi kepada semuanya. Semua menteri tidak boleh lagi mengganti pada level
tertentu, bisa direktur," ujarnya.

Moeldoko bilang larangan itu dilakukan karena karena pemerintahan tinggal
beberapa bulan sampai pelantikan. Jokowi disebut tak ingin ada beban pada
periode keduanya nanti.

"Ini kan saat-saat kritis ya. Relatif tinggal berapa bulan. Jadi jangan
sampai nanti punya beban ke depannya. Itu aja sebenarnya," pungkas Moeldoko.

Kirim email ke