Ternyata bukan cuma partai koalisi dan pendukung tradisionalnya saja yang 
berbalik menyentil-nyentil, tapi menterinya sendiri mulai membangkang (Enggar 
Rombak Pejabat). Tambah seru lagi bahkan tukang survei yang radikalis 01 ini 
ikut nyemprot pula, hahaha!
Memang aneh Jokowi, banyak pekerjaan dia tunda sampai Oktober dengan alasan 
tunggu pelantikan presiden... Lah, apa sekarang dia bukan presiden? Masih ragu 
dengan KPU dan MK?
Ada-ada saja.
--- ilmesengero@... wrote:
https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190809092753-92-419761/larangan-rombak-bos-bumn-jokowi-dianggap-bikin-negara-stuck
LaranganRombak Bos BUMN Jokowi Dianggap Bikin Negara 'Stuck'


CNN Indonesia | Jumat, 09/08/2019 11:03WIB

Jakarta,CNN Indonesia -- Pengamat menilai perintah Presiden 
JokoWidodo(Jokowi)kepada menteri untuk tak merombak posisi direksi Badan Usaha 
MilikNegara (BUMN),dan membuat kebijakan strategis sampai Oktober 2019 akan 
membuatnegara stagnan.

DirekturEksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya mengatakan 
keberlangsunganbisnis bisa saja terganggu karena permintaan Jokowi. Ia 
menilaikeputusan Jokowi kurang tepat.
"Itubisa membuat negara stuck," kata Yunarto, Kamis (8/8).

Iamencontohkan, ketika seorang direksi terbukti melakukan kesalahandalam proses 
evaluasi, Menteri BUMN tak bisa berbuat apa-apa karenaada larangan dari Kepala 
Negara. Padahal jajaran direksi harus segeradirombak demi kelangsungan bisnis.

|  
Lihat juga:
 
 Buka Rute Baru Bandung, Lion Air Tepis Tutup Rute Kertajati
  |


"Itucontoh paling ekstrem. Masa gara-gara surat edaran itu (permintaanJokowi) 
kemudian tidak bisa berbuat apa-apa, Kementerian BUMN tidakbisa ngapa-ngapain. 
Kan tidak begitu," ujar Yunarto.

Menurutdia, Jokowi seharusnya memperkuat posisinya dalam tiga bulanterakhir, 
sebelum kembali dilantik menjadi presiden pada Oktober 2019mendatang. Yunarto 
menyatakan mantan Gubernur DKI Jakarta itu bisasaja menganulir kebijakan 
sebelumnya yang dianggap tak memberi dampakpositif.

"Bukanberarti tidak boleh ada pergantian direksi sama sekali. Jokowi 
harusmengambil kontrol lebih ketat dan keras di sisa tiga bulan ini,"kata dia. 


|  
Lihat juga:
 
 Penantian Defisit Transaksi Berjalan Warnai Gerak Rupiah
  |


Sebelumnya,Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan bahwa Jokowi 
memberikanperintah kepada menteri untuk tak mengubah posisi direksi BUMN 
sampaiOktober 2019. Selain itu, menteri juga dilarang mengubah posisidirektur 
jenderal di tubuh kementerian.
"Perintahbesarnya begitu, dan bukan hanya kepada Bu Rini (Menteri BUMN), 
tapikepada semuanya. Semua menteri tidak boleh lagi mengganti pada 
leveltertentu, bisa direktur," ujarnya.

Moeldokobilang larangan itu dilakukan karena karena pemerintahan 
tinggalbeberapa bulan sampai pelantikan. Jokowi disebut tak ingin ada bebanpada 
periode keduanya nanti.
"Inikan saat-saat kritis ya. Relatif tinggal berapa bulan. Jadi jangansampai 
nanti punya beban ke depannya. Itu aja sebenarnya,"pungkas Moeldoko.  
  

Kirim email ke