Bagaimana dengan Turki yang mempunyai hubungan diplomatik dengan Israel? Turki juga mempunyai hubungan militer dengan Israel, mereka melakukan latihan militer bersama, dan pesawat militer Israel diizinkan mendarat di Turki dan begitu juga pesawat Turki boleh mendarat di Israel.
NKRI pada zaman kekuasaan Soeharto beli pesawat terbang militer dari Israel, waktu itu MUI dan DPRRI menjadi bisu dan buta. hehehehehe https://www.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2019/03/15/161475/dpr-ri-ingatkan-negara-arab-tak-lakukan-normalisasi-dengan-israel.html *DPR RI Ingatkan Negara Arab Tak Lakukan Normalisasi dengan ‘Israel’* Jum'at, 15 Maret 2019 - 20:56 WIB Menguatnya normalisasi, sambung dia, akan berdampak terkait menguatnya legitimasi ‘Israel’ sebagai sebuah negara. *Hidayatullah.com*– Delegasi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menegaskan dukungan atas kemerdekaan Palestina pada forum tahunan Sidang Umum Parlemen Negara-negera OKI yang digelar di Ibu Kota Maroko, Rabat, 11-14 Maret 2019. “Isu Palestina masih menjadi isu sentral yang mengemuka dan penting,” kata Rofi Munawar, Anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI pada hari Kamis (14/03/2019) di Rabat. Lebih jauh politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menjelaskan terkait pemindahan Kedutaan AS ke Baitul Maqdis (Jerusalem), intensitas manuver normalisasi ‘Israel’ dengan sejumlah negara Arab, dan situasi memburuk di Jalur Gaza adalah isu-isu yang sangat disorot. “Di forum itu kita mengingatkan intensitas normalisasi ‘Israel’ dengan negara-negara tetangga terutama Arab. Kita meminta negara-negara Arab agar lebih mewaspadai langkah masif (normalisasi) ‘Israel’ itu,” kata anggota DPR yang duduk di Komisi VII itu. Baca: Mantan Kepala Intel Saudi Ungkap Hubungan Arab Saudi dan ’Israel’ <https://www.hidayatullah.com/berita/internasional/read/2019/02/18/160126/mantan-kepala-intel-saudi-ungkap-hubungan-arab-saudi-dan-israel.html> Menguatnya normalisasi, sambung dia, akan berdampak terkait menguatnya legitimasi ‘Israel’ sebagai sebuah negara. “Ini sangat berbahaya. Bahkan Delegasi Palestina sendiri mengecam manuver itu. Kita peringatkan bahwa jutaan dolar bantuan yang dikucurkan beberapa negara kaya Arab untuk Palestina tidak sebanding dengan harga normalisasi hubungan mereka dengan ‘Israel’,” beber politisi yang juga anggota Eksekutif Parliamentarians for Al Quds, sebuah forum parlemen global untuk Palestina yang berbasis di Turki. “Normalisasi kian menyulitkan mimpi bangsa Palestina meraih kemerdekaannya. Secara tidak langsung juga memengaruhi posisi negara-negara Muslim atas hubunganya dengan ‘Israel’. Saya khawatir langkah negara-negara Arab itu diikuti negara-negara Muslim non-Arab termasuk Indonesia,” ujarnya.* Rep: Ahmad Editor:
