Kalau Gerinda gabung dengan PDIP untuk kursi kekuasaan, maka tentu saja
Ruhut pun sama halnya. Gabung bergabung pasti ada rejekinya. Prinspnya ada
berkat bin rejeki.hehehehehe


https://www.jawapos.com/nasional/politik/08/08/2019/ruhut-sitompul-gabung-pdip-di-mana-penguasa-di-sana-ada-si-poltak/
*Ruhut Sitompul Gabung PDIP: di Mana Ada Penguasa di Sana Ada Si Poltak*

*Tidak Peduli Disebut Politikus Kutu Loncat*

POLITIK <https://www.jawapos.com/nasional/politik/>

8 Agustus 2019, 14:19:45 WIB

[image: Ruhut Sitompul Gabung PDIP: di Mana Ada Penguasa di Sana Ada Si
Poltak]*Ruhut Sitompul saat menghadiri Kongres V PDIP di Bali, Kamis (8/8).
(Gunawan Wibisono/JawaPos.com)*




*JawaPos.com* – Setelah mundur dari Partai Demokrat akhirnya Ruhut Sitompul
menunjukkan identitas politiknya. Dia memilih bergabung ke Partai Demokrasi
Indonesia Perjuangan (PDIP).

Kepastian perpindahan pria yang dikenal dengan sapaan Poltak itu ke PDIP
ketika dia menghadiri Kongres V PDIP di Bali, Kamis (8/8).

“Saya berterima kasih kepada Ibu Megawati. Saya diterima di PDIP. Saya di
mana saja pasti loyalis,” ujar Ruhut di lokasi Kongres PDIP.

Ruhut mengungkap dirinya bergabung menjadi kader PDIP. Dia mengklaim
ditawari bergabung dengan partai berlambang kepala banteng itu sejak
mendukung Jokowi di Pilkada DKI Jakarta 2012 hingga Pilpres 2014. ‎”Sewaktu
Pilkada saya sudah dukung Bapak Jokowi dari 2014. Udah lama kok,” katanya.

Ruhut menegaskan tidak mempermasalahkan apabila dia disebut politikus kutu
loncat.‎ Ketidakpeduliannya itu karena dari rekam jejaknya bergabung dengan
partai politik (parpol). Mulai dari Golkar, Demokrat, hingga PDIP.

Bagi Ruhut, berpindah partai itu selalu menang. Di mana partai menang di
sana ada dirinya. Dia mengklaim dirinya membawa keberuntungan untuk setiap
partai yang diikuti. Seperti Golkar pascareformasi menjadi partai pemenang
pemilu. Begitu juga dengan Partai Demokrat yang menjadi penguasa dua
periode, 2004-2009 dan 2009-2014.

Setelah Demokrat tidak lagi jadi penguasa, lantas si Poltak
<https://www.jawapos.com/nasional/politik/07/08/2019/pdip-berjaya-di-pemilu-2019-pengamat-momentum-untuk-regenerasi-ketum/>
meninggalkan
partai yang dikomandoi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu. Buktinya pada
2014 dia mengklaim mendukung Jokowi. Waktu itu persis PDIP menjadi pemenang
Pemilu 2014.

“Saya ninggalin Golkar, Golkar menang, saya di Partai Demokrat, Demokrat
menang, saya masuk PDIP yang sudah menang semakin mantap dong,” ujarnya
mengakhiri.

Di tempat lain, Pengamat politik Universitas Pembangunan Nasional (UPN)
Veteran Jakarta Andriadi Achmad saat diminta pendapatnya mengaku tidak
heran dengan sikap Ruhut Sitompul. Menurut dia, di mana ada penguasa, di
sana ada si Poltak.

“Memang di politik tidak yang salah. Yang ada hanya etika politiknya Ruhut
seperti itu. Yang penting berada di barisan penguasa,” ujar direktur
Nusantara Institute PolCom SRC itu mengakhiri.

Editor : Ilham Safutra

Kirim email ke