https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190813132243-20-420849/bali-terancam-megathrust-jokowi-diminta-cabut-aturan-era-sby?utm_source=notifikasi&utm_campaign=browser&utm_medium=desktop



Bali Terancam Megathrust, Jokowi Diminta Cabut Aturan Era SBY
CNN Indonesia | Selasa, 13/08/2019 14:03 WIB
Bagikan :
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190813132243-20-420849/bali-terancam-megathrust-jokowi-diminta-cabut-aturan-era-sby?utm_source=notifikasi&utm_campaign=browser&utm_medium=desktop#>

<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190813132243-20-420849/bali-terancam-megathrust-jokowi-diminta-cabut-aturan-era-sby?utm_source=notifikasi&utm_campaign=browser&utm_medium=desktop#>
[image: Bali Terancam Megathrust, Jokowi Diminta Cabut Aturan Era SBY]Direktur
Eksekutif Nasional WALHI Nur Hidayati. (CNN Indonesia/Ryan Hadi Suhendra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wahana Lingkungan Hidup (Walhi
<https://www.cnnindonesia.com/tag/walhi>) meminta Presiden Joko Widodo
<https://www.cnnindonesia.com/tag/joko-widodo> mencabut Peraturan Presiden
Nomor 51 Tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Denpasar,
Badung, Gianyar, dan Tabanan yang terbit di masa akhir pemerintahan
Presiden Susilo bambang Yudhoyono (SBY
<https://www.cnnindonesia.com/tag/sby>).

Direktur Eksekutif Walhi Nur Hidayati atau Yaya mengatakan Perpres itu
mengakomodasi empat megaproyek reklamasi di Bali yang berpotensi menambah
konsentrasi massa di pesisi Bali selatan.
Lihat juga: Desak Setop Reklamasi, ForBali Kirim Surat Terbuka ke Jokowi
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190802103441-20-417630/desak-setop-reklamasi-forbali-kirim-surat-terbuka-ke-jokowi/>
Padahal menurut analisis Earth Observatory of Singapore yang dikutip Walhi,
Bali terancam gempa magnitudo 9,0 yang berasal dari megathrust atau zona
tumbukan antara lempeng Indo-Australia dan Eurasia.

"Sudah seharusnya Presiden Jokowi meninjau ulang terhadap izin regulasi
yang telah dikeluarkan dalam situasi rawan bencana, terutama dalam konteks
ini Perpres 51 Tahun 2014," kata Yaya dalam jumpa pers di Kantor Eksekutif
Nasional Walhi, Jakarta, Selasa (13/8).


Walhi dan ForBALI mencatat empat megaproyek reklamasi di Bali memiliki luas
total 2.274,86 hektare. Proyek-proyek itu adalah reklamasi Teluk Benoa
seluas 700 hektare, perluasan Bandara Ngurah Rai seluas 147,45 hektare,
perluasan pelabuhan Benoa 1.377,41 hektare, dan pembangunan Bali Sport Hub
seluas 50 hektare.

Koordinator Divisi Politik ForBALI Suriadi Darmoko mengatakan empat proyek
ini berpeluang mengundang ratusan ribu orang ke pesisir selatan Bali. Ia
mengambil contoh reklamasi Teluk Benoa yang ditargetkan menarik 150 ribu
tenaga kerja.
Lihat juga: Jokowi Minta Bangun 'Benteng Alam' Hadapi Ancaman Megathrust
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190803172540-20-418109/jokowi-minta-bangun-benteng-alam-hadapi-ancaman-megathrust/>
Darmoko menilai empat proyek itu berpotensi menambah jumlah korban jiwa
jika megathrust menghantam Bali. Sebab wilayah reklamasi juga menghadapi
potensi tsunami serta likuifaksi saat gempa dengan kekuatan di atas
magnitudo 7,2

"Dengan tiga varian bencana tadi, dan pemerintah membiarkan proyek tetap
berjalan, sebenarnya pemerintah menyiapkan kuburan massal di Teluk Benoa,"
ujar dia.

Walhi dan ForBALI berharap Jokowi mencabut Perpres tersebut dan kembali ke
Perpres 45 Tahun 2011. Sebab dalam Perpres sebelumnya, kawasan Teluk Benoa
disebut sebagai kawasan konservasi.

"Kalau kembali ke konservasi, proyek-proyek ini tidak bisa dilanjutkan.
Sehingga potensi korban jiwa bisa dikurangi," ucap Yaya.
Lihat juga: KKP Berikan Izin Lokasi Perusahaan Milik TW di Teluk Benoa
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20181221151704-20-355536/kkp-berikan-izin-lokasi-perusahaan-milik-tw-di-teluk-benoa/>
Jokowi meminta BMKG tegas kepada pemerintah daerah terkait pembangunan di
daerah. Jokowi ingin pembangunan di setiap daerah memerhatikan pula
wilayah-wilayah yang berpotensi terjadi bencana.

"(Sampaikan) Ini rawan gempa, lokasi ini rawan banjir, jangan dibangun
bandara, jangan dibangun bendungan, jangan dibangun perumahan. Tegas harus
disampaikan," kata Jokowi saat membuka Rapat Koordinasi Nasional BMKG di
Istana Negara, Jakarta, Selasa (23/7).

Kirim email ke