Hubungan Tiongkok-ASEAN Semakin Erat
http://indonesian.cri.cn/20190813/2494a242-453a-7115-69fe-552b5c1171b1.html
2019-08-13 11:05:03
Seiring dengan diadakannya Konferensi Menteri Luar Negeri
Tiongkok-ASEAN, Konferensi Menlu ASEAN dengan Tiongkok, Jepang dan
Korsel, Konferensi Puncak Menlu Asia Timur dan Konferensi Forum Menlu
Kawasan ASEAN di Bangkok, Thailand baru-baru ini, hubungan
Tiongkok-ASEAN menjadi fokus opini internasional lagi. Analisa media
asing menunjukkan, diplomasi Tiongkok mengarah ke Asia Tenggara telah
mantap sekarang.
Selama rangkaian konferensi tersebut, berbagai media asing beramai-ramai
mengadakan laporan mengenai data perdagangan terbaru Tiongkok-ASEAN.
Menurut laporan Harian Ekonomi Jepang, pada paruh pertama tahun ini,
volume perdagangan Tiongkok terhadap ASEAN meningkat 4,2 persen
dibandingkan masa sama tahun lalu, dan mencapai US$291,85 miliar. ASEAN
telah melampaui AS menjadi mitra dagang terbesar kedua Tiongkok, dan
‘untuk pertama kali dalam sejarah mungkin akan melampaui AS menjadi
nomor satu pada tahun 2019.’
Associated Press memperhatikan, para Menlu negara-negara Asia Tenggara
menghimbau memperdalam pengintegrasian pada saat tantangan global
semakin bertambah. Sedangkan Tiongkokmenyatakan akan berupaya
menyelesaikan perselisihan secara layak, dan berkomitmen akan
bersama-sama memelihara perdamaian dan keamanan regional.
Menurut laporan Stasiun Televisi dan Radio Internasional Perancis,
negara-negara ASEAN menyambut jadwal yang diajukan Tiongkok mengenai
mengakhiri perundingan terkait ‘kode etik perilaku untuk LTS’ dalam tiga
tahun. Negara-negara ASEAN dalam pernyataan usai konferensi mengajukan
berbagai negara mengkonfirmasikan keperluan membentuk saling percaya dan
menahan diri agar menghindari kerumitan kondisi.
Media Malaysia dalam situs webnya menyebut insiatif ‘Sabuk dan Jalan’
sebagai penggerak pertumbuhan berjangka panjang yang penting bagi
negara-negara ASEAN.
Duta Besar Filipina untuk Tiongkok dalam wawancara baru-baru ini
menyatakan, Filipina sedang mencari kesempatan baru pengembangan ekonomi.
Media Singapura menyatakan, “penandatanganan RECP akan menjadi
persetujuan perdagangan regional yang terbesar di dunia.’ , ‘Beijing
akan mendorong kestabilan tata tertib regional dan lebih lanjut
mendorong pengintegrasian ekonomi.’
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com