https://www.liputan6.com/regional/read/4038208/kisah-haru-balita-di-jember-peluk-jasad-sang-ayah-yang-sudah-3-hari-meninggal?related=dable&utm_source=Notification&utm_medium=Liputan6-notif&utm_campaign=Liputan6-Notification&utm_expid=.9Z4i5ypGQeGiS7w9arwTvQ.1&utm_referrer=https%3A%2F%2Fwww.liputan6.com%2FOneSignalSDKWorker.js%3FappId%3Dd146d4bc-9c50-44e1-aaed-e0b54778a598



.. *Kisah Haru Balita di Jember, Peluk Jasad Sang Ayah yang Sudah 3 Hari
Meninggal*

[image: Dian Kurniawan] <https://www.liputan6.com/me/diankurniawan>

Dian Kurniawan <https://www.liputan6.com/me/diankurniawan>

15 Agu 2019, 10:00 WIB

   -


*4.5k*

[image: Penemuan Jasad]
<https://www.liputan6.com/regional/read/4038208/kisah-haru-balita-di-jember-peluk-jasad-sang-ayah-yang-sudah-3-hari-meninggal?related=dable&utm_source=Notification&utm_medium=Liputan6-notif&utm_campaign=Liputan6-Notification&utm_expid=.9Z4i5ypGQeGiS7w9arwTvQ.1&utm_referrer=https%3A%2F%2Fwww.liputan6.com%2FOneSignalSDKWorker.js%3FappId%3Dd146d4bc-9c50-44e1-aaed-e0b54778a598#>Rumah
korban di Perumahan Kaliwining Asri Blok C6, Dusun Bedadung Kulon, Desa
Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Jawa Timur.
(Liputan6.com/ Dian Kurniawan)

*Liputan6.com, Jember -* Warga Perumahan Kaliwining Asri Blok C6, Dusun
Bedadung Kulon, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember
<https://www.liputan6.com/regional/read/4035993/pemuda-lulusan-smp-di-jember-bobol-kartu-kredit-nasabah-luar-negeri>,
Jawa Timur, dibuat heboh dengan penemuan jasad
<https://www.liputan6.com/regional/read/4035993/pemuda-lulusan-smp-di-jember-bobol-kartu-kredit-nasabah-luar-negeri>
pria
di dalam sebuah rumah.

Saat ditemukan, Rabu (14/8/2019), jasad atas nama Aan Junaidi atau yang
akrab disapa Fauzi (40) itu sudah membusuk dan mengeluarkan bau tak sedap.
Yang mengharukan, saat ditemukan, di samping jasad itu ada sang anak yang
baru berusia 14 bulan terlihat menangis dan terus memeluk ayahnya.

Tak kuat menahan haru, polisi dan warga yang mengevakuasi jasad Fauzi juga
ikut meneteskan air mata. Balita perempuan itu, hanya bisa memanggil
ayahnya dengan suara lirih serta memeluk erat jenazah itu. Bahkan saat bayi
diangkat, kulit jenazah yang sudah menghitam menempel di pipi dan pakaian
anaknya itu.

"Haru campur sedih, sewaktu korban ditemukan. Bahkan pak polisi yang
menggendong sampai menangis. Kondisi anak lemas, karena tiga hari tidak
makan dan minum. Untungnya masih hidup," tutur tetangga korban, Umi Kulsum
saat dikonfirmasi *Liputan6.com*.

Tetangga yang berprofesi sebagai bidan di Puskesmas Rambipuji itu langsung
memberikan pertolongan pertama kepada anak balita
<https://www.liputan6.com/regional/read/4035993/pemuda-lulusan-smp-di-jember-bobol-kartu-kredit-nasabah-luar-negeri>
..

"Tadi saya beri air gula dulu, karena anak ini mengalami dehidrasi. Sempat
tadi muntah dan langsung dimandikan bersih oleh suami saya. Setelah itu
diminumkan susu," katanya.

Umi mengungkap, selama ini korban hanya tinggal berdua dengan putrinya itu.
Sebab, sang istri bekerja sebagai TKW di luar negeri.

[image: Penemuan Jasad]
<https://www.liputan6.com/regional/read/4038208/kisah-haru-balita-di-jember-peluk-jasad-sang-ayah-yang-sudah-3-hari-meninggal?related=dable&utm_source=Notification&utm_medium=Liputan6-notif&utm_campaign=Liputan6-Notification&utm_expid=.9Z4i5ypGQeGiS7w9arwTvQ.1&utm_referrer=https%3A%2F%2Fwww.liputan6.com%2FOneSignalSDKWorker.js%3FappId%3Dd146d4bc-9c50-44e1-aaed-e0b54778a598#>Tetangga
yang berprofesi sebagai bidan di Puskesmas Rambipuji itu langsung
memberikan pertolongan pertama kepada anak balita. (Liputan6.com/ Dian
Kurniawan)

*Meninggal karena Sakit*

Kapolsek Rambipuji Kepolisian Resort Jember, AKP Sutarjo, saat dikonfirmasi
*Liputan6.com*membenarkan penemuan jasad membusuk tersebut. Korban diduga
meninggal dunia sudah tiga hari yang lalu karena sakit.

"Penemuan mayat korban, berawal dari keluhan masyarakat sekitar, yang
mencium aroma kurang sedap," kata Sutarjo.

Awalnya warga mengira sumber bahu berasal dari bangkai binatang, di rumah
Fauzi. Sebab, pemilik rumah, sudah tiga hari tidak terlihat dan rumahnya
tertutup.

"Atas laporan itu, kami langsung membuka paksa pintu rumah korban dengan
disaksikan warga setempat. Ternyata korban bernama Fauzi, sudah meninggal
dunia, dengan badan membusuk dan disamping jasad itu, ada balita
perempuan," ujar Sutarjo.

Menurut Sutarjo, sesuai keterangan saksi dan petugas medis, korban
diperkirakan sudah meninggal tiga hari yang lalu. Sebab, dia terakhir kali
terlihat warga sekitar Minggu pagi.

"Sebab, waktu itu warga sekitar masih mengirimi nasi berkatan (Nasi plus
berbagai jenis kue, dari perayaan tasyakuran hari raya idul Adha) ke
rumahnya. Namun sejak Minggu sore, korban sudah tidak terlihat. Baru Rabu
siang, korban ditemukan sudah meninggal dunia," jelas mantan Kasat Reserse
Narkoba Polres Jember ini.

Menurut keterangan saksi, kata Sutarjo, bau tak sedap, mulai tercium sejak
Senin sore (12/8/2019) kemarin. Seiring bertambahnya hari, bau itu semakin
menyengat, sehingga dilaporkan ke Polisi.

Sutarjo menjelaskan, kondisi bayi perempuan itu kini sudah membaik dirawat
tetangganya. "Balita itu, kami titipkan pada tetangganya dan siap merawat
hingga ibu kandung bayi itu datang," katanya menambahkan.

Kirim email ke