Kalau Prabowo gigit jari, bisa dikatakan jenderal yang bukan saja kalah pertempuran tetapi juga kalah perang. Tetapi, bagaimana pun yang menang adalah sesama kaum neo-Mojopahit, jadi kapitulasi damai sentosa.
https://rmco.id/baca-berita/pemilu-presiden/15876/koalisi-pemerintah-sudah-62-persen-prabowo-di-ambang-gigit-jari *Koalisi Pemerintah Sudah 62 Persen* *Prabowo di Ambang Gigit Jari* - *PEMILU PRESIDEN* <https://rmco.id/kategori-berita/pemilu-presiden> - *Kamis, 15 Agustus 2019, 07:03 WIB* *Prabowo Subianto (kanan) dan para kader Partai Gerindra. (Foto: Istimewa).* *RM**co.id <http://co.id>* Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi sudah cukup senang dengan kekuatan partai koalisi saat ini. Dengan kekuatan 62 persen di parlemen, Jokowi yakin pemerintahan ke depan akan berjalan efektif. Pernyataan ini dianggap sebagai sinyal Jokowi tak akan menerima partai lain dalam koalisi. Gerindra yang digadang-gadang bakalan merapat ke pemerintah di ambang gigit jari karena tak akan kebagian menteri. Hal itu disampaikan Jokowi saat bertemu para pimpinan redaksi media di Istana, Jakarta, kemarin.. Dalam Pemilu Legislatif kemarin, partai pendukung Jokowi berhasil mendapatkan perolehan suara sekitar 62,71 persen suara nasional atau 60,3 persen kursi parlemen. “Ini sudah 62 persen lho, mau apa lagi? Kalau ditambah Gerindra 74 persen, tambah Demokrat 80 persenan, sekalian saja tambah PKS dan PAN, maunya begitu,” kata Jokowi. Menurut dia, angka 62 persen itu lebih besar dibandingkan saat ia menjabat sebagai Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta. “Di DKI 18 persen jalan, di Solo 34 persen dua periode jalan juga, tidak masalah itu,” kata Jokowi. *Berita Terkait : **Komposisi Kabinet Yahud Sudah Rampung, Jokowi Muliakan JK <https://rmco.id/baca-berita/government-action/15892/komposisi-kabinet-yahud-sudah-rampung-jokowi-muliakan-jk>* Apakah pernyataan ini sebagai sikap final Jokowi menolak dukungan partai lain? Gerindra tak mau mengambil kesimpulan terlalu jauh. Begitu juga saat menjadi oposisi. Gerindra akan melakukan *checks* and *balances* kepada pemerintah dengan memberikan kritik. “Di dalam ataupun di luar, saya yakin dua-duanya itu mempunyai posisi yang strategis,” ungkapnya. *Berita Terkait : **Kasihan, Posisi Prabowo Cuma Jadi Bahan Tebakan <https://rmco.id/baca-berita/pemilu-presiden/15728/kasihan-posisi-prabowo-cuma-jadi-bahan-tebakan>* Partai koalisi Jokowi beragam menanggapi. Ketua DPP GolkarAce Hasan Syadzily menyerahkan semua urusan penambahan koalisi dan menteri ke Jokowi. Kata dia, Jokowi yang paling memahami apa yang dibutuhkan oleh pemerintahannya dalam lima tahun ke depan. Apakah perlu tambahan partai lain atau tidak untuk menjalankan pemerintahan yang efektif di periode selanjutnya. “Kami memberikan kepercayaan kepada Pak Jokowi untuk mengambil keputusan politik yang tepat,” kata Ace,” kemarin. Pengamat politik dari Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma), Said Salahuddin menilai, kemungkinan Gerindra merapat ke Jokowi masih *fifty*- *fifty*. Bisa saja Gerindra dapat menteri atau sebaliknya, gigit jari. “PDIP mendukung Gerindra. Tapi kalau Jokowi menolak kehadiran Prabowo, PDIP tak akan bisa berbuat banyak. Prabowo bisa-bisa akan gigit jari,” paparnya. [*BCG*]
