REFLEKSI:
INDONESIA ADALAH NEGARA PENDUKUNG SETIA KAPITALIS NEOLIBRAL Suryopaloh sebut Indonesia Negara Kapitalis Liberal; menurut pengamatan saya pernyataan Suryo Paloh itu tidak sepenuhnya dapat di benarkan, yang benar adalah Indonesia di era ``reformsi`ini, telah masuk ke dalam jaringan ideologi Neoliberalisme, jadi lebih tepat jika dikatakan bahwa Indonesia adalah negara pendukung setia Ideologi Kapitalis-neoliberal, yang kondesinya lebih buruk jika dibandingkan dengan kapitalisme dijalan yang lurus, menurut doktrin Adam Smith tentang adanya pasar sempuna yang diatur oleh ``Invisible hands``. Doktrin tersebut tidak akan terjadi dalam sistem kapitalis neoliberal. Dalam konteks ini sering dikiaskan bahwa bukan invisible hand, yang muncul, tapi yang muncul adalah visible hand yang menyebabkan terjadinya jurang yang dalam antara kaya dan miskin. Mengapa Neoliberal begitu buruk? Neoliberalisme adalah doktrin pasar yang tidak sempurna: kemakmuran mereka muncul karena kekuasaan politik berada di tangan para individu-individu yang egois dalam mengejar kepentingannya sendiri; dalam konteks ini kaum neoliberal (neolib) menghendaki agar supaya peranan negara harus kecil, ini tercermin dalam kebijakan rezim-rezim Neolib Indonesia di era ´´reformasi´´,yang hobinya menjual barang-barang dan aset milik Negara (BUMN) , untuk disesuaiakan dengan skema Priwatisasi di Indonesia yang telah diprogram oleh IMF dan Bank Dunia, dalam konteks ini IMF dan Bank Dunia akan memberikan preoritas investasi kepda sektor swasta dalam bentuk Privatisasi di Indonesia, yang mengabdi kepada mekanisme globalisirung, dan Neoliberalisme, bukan pada preoritas sosial; atau secara singkat dapat dikatakan bahwa IMF dan Bank Dunia secara terang-terangan telah melakukan serangkaian interfensi langsung terhadap kedaulatan perekonomian Indonesia, ini tercermin dalam bebentuk penempatkan kedaulatan Pasar diatas kedaulatan Rakyat. Dari uraian diatas jelas mengapa rezim ``reformasi``menolak tugasnya untuk melakukan Pasal 31 (ayat 1 dan2) yang isisnya (1) Tiap-tiap Warga Negara berhak mendapat pengajaran. (2) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan suatu sistem pengajaran nasional yang teratur dengan Undang-Undang; yaitu UUD 45 Pasal 27 (ayat 2) yaitu Tiap-tiap Warga Negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Yang intinya adalah HARUS mengutamakan URGENSI, yaitu membangun Kecerdasan kehidupan bangsa , yang berarti menaikkan derajat kehidupannya sebagai bagian dari SDM, meningkatkan kemampuan pikiran dan kemampuan budaya, menghapus sikap-sikap inlander, yang penuh dengan minderwaardigheidscomplex. Jadi bukan tehnologinnya yang kita bangun tapi Rakyat-lah yang harus kita bangun, berarti manusianya yang harus kita bangun. Selain dari pada itu pemerintah juga menolak melakukan sistem ekonomiu Pancasila yang berdasarkan pada pasal 33 UUD 45 asli. Dalam ekonomi neoliberal tidak ada keseimbangan, sehingga mudah membakar terjadinya ledakan, seperti yang tercermin pada tahun 2008. Yang dalam buku Post Kapitaliosmus, yang ditulis oleh Paul Mason, ditunjukkan bahwa pada tanggal 15 September 2008, terjadilah penomena runtuhnya centrale Leman Brother Bank investasi (Investmenbank), di New York. Pada hari itu menurut Paul, ada resesi (kemerosotan, keruntuhan) besar dalam Leman Brother: kemerosotan itu tercrmin dalam, sebuah laporannya tentang penutupan 600 gerai (filiale) Starbucks. Yang mencerminkan adanya tekanan dalam sistem keuangan global, yang sudah enam minggu lamanya dilaporkan, bahwa akan terjadi keruntuhan bank besar. Yang dampaknya akan menyebabkan merosotnya Immobilionmark (real astate) Amerika mencapai titik terrendah. Keadaan seperti itu tercermin dalam harga rumah, yang ditawarkan seharga 8.000 US Dolar, dalam bentuk tunai. Keadaan seperti itu telah memberi kesan kuat bahwa kapitalisme dalam bentuknya yang sekarang ini, yaitu kapitalisme neoliberal akan menghancurkan dirinya sendiri (bunuh diri). Neoliberalalisme telah mendorong dunia untuk kembali ke zamannya yang serupa dengan periode``Social Darwinism`` pada gelombang ke II dari evolusi kebudayaan manusia, yang menghalalkan penjahahan dan pemusnahan banyak negara. Perusakan hutan-hutan untuk ditanami sawit, karet dan Teh secara monokultur, untuk memenuhi kebutuhan bahan baku di negara-negara maju. Dari sini dapat kita ketahui bahwa sistem kapiktalis yang klasikpun menentang ideologi Neoliberalisme. Tapi mengapa NKRI yang berideologi Pamcasila bisa menerima edeologi Neoliberalisme. Aneh bukan????? . Oleh karena itu sungguh relevan jika kita mengharapkan bahwa Pemilu 2019 harus dapat menegakkan pimpinan (Presiden) yang benar-benar Iklas dan Jujur , dan siap untuk memahami secara hakiki Konstitusi Negara kita , yaitu UUD 45 asli, dan Pancasila 1 Juni 1945, kususnya Pasal 33 UUD 45. Tinggalkan Ideologi Neoliberalisme dan kembali ke jalan ekonomi Pamcasila yang sejalan dengan Pasal 33 UUD 45. Kita harus belajar juga penomena yang terjadi di di Yunani, pemerintah di mana pun akan menentang politik Austerritäts (penghematan) a´la neoliberal, karena dampaknya telah menyebabkan terjadinya krisis Austerritäts spirale yang mematikan. Austeritäts (austerity) adalah projekt penghematan model neoliberal, yang di maksud adalah : Pengusaha neoliberal yang mempunyai jutaan keuangan, secara terbuka tanpa malu-malu megatakan bahwa: Memberikan hak-hak pada pekerja dan upah yang layak bagi penghidupan, brarti akan menghidupkan kembali kapitalisme di jalan yang lurus, oleh karena itu menurut ekonom neoliberal harus dicegah. Demikianlah apa yang dimaksud oleh para ekonom neoliberal tentang Austeritäts. Bisa dipercaya bahwa projek Austerität yang di gagas oleh para ekonom neoliberal seperti tersebut diatas itu lah yang juga diberlakukan oleh kelompok oligarki ekonomi yang menguasai NKRI ini. Roeslan Von: [email protected] [mailto:[email protected]] Gesendet: Mittwoch, 14. August 2019 16:10 An: undisclosed-recipients: Betreff: [nasional-list] Surya Paloh Sebut Indonesia Negara Kapitalis Liberal https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190814184758-32-421367/surya-paloh-sebut-indonesia-negara-kapitalis-liberal?utm_source=notifikasi <https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190814184758-32-421367/surya-paloh-sebut-indonesia-negara-kapitalis-liberal?utm_source=notifikasi&utm_campaign=browser&utm_medium=desktop> &utm_campaign=browser&utm_medium=desktop Surya Paloh Sebut Indonesia Negara Kapitalis Liberal CNN Indonesia | Rabu, 14/08/2019 18:55 WIB Bagikan : Surya Paloh Sebut Indonesia Negara Kapitalis LiberalKetua Umum Partai NasDem Surya Paloh. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto) Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh menyebut Indonesia merupakan negara ini telah menganut sistem kapitalis yang liberal. Namun, Indonesia, malu untuk mengakuinya. Negara ini, kata Surya, selalu mendeklarasikan diri sebagai negara Pancasila lantaran malu-malu kucing untuk mengakui bahwa sistem yang dianut sesungguhnya adalah kapitalis liberal. "Kita ini malu-malu kucing untuk mendeklarasikan Indonesia hari ini adalah negara kapitalis, yang liberal, itulah Indonesia hari ini," kata Surya dalam diskusi bertajuk Tantangan Bangsa Indonesia Kini dan Masa Depan di Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta Pusat, Rabu (14/8). Lihat juga: Surya Paloh soal Jaksa Agung Bukan dari Parpol: Terserah <https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190814173459-32-421345/surya-paloh-soal-jaksa-agung-bukan-dari-parpol-terserah/> Sistem negara kapitalis liberalis ini, menurut Surya sangat jelas terlihat saat ada kompetisi politik dalam negara ini. Namun dia tak menjelaskan kompetisi apa yang dia maksud. Saat berkompetisi, hal pertama yang ditanyakan kata Surya adalah istilah wani piro yang berarti soal banyaknya uang yang dimiliki. Yang jelas saat ini yang berkuasa bukan lagi pengetahuan tetapi uang. "Ketika kita berkompetisi, wani piro. Saya enggak tahu lembaga pengkajian UI ini sudah mengkaji wani piro itu saya enggak tahu, praktiknya yang saya tahu money is power, bukan akhlak, bukan kepribadian, bukan juga ilmu pengetahuan. Above all, money is power," kata Surya. Lihat juga: Jokowi Rombak Kabinet, Surya Paloh Belum Dapat Kabar <https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190814170431-32-421314/jokowi-rombak-kabinet-surya-paloh-belum-dapat-kabar/> Dia kemudian mempertanyakan mengapa hingga saat ini tak ada satu pun lembaga peneliti, lembaga ilmiah hingga pengamat yang memperhatikan sistem kapitalis liberal yang tengah terjadi di Indonesia. Semua pihak, kata dia, terus menerus berbicara soal Pancasila tapi sesungguhnya justru negara ini telah masuk dalam kategori negara kapitalis. "Enggak ada pengamat, lembaga peneliti, lembaga ilmiah, kenapa tidak diperhatikan, eh, you tahu enggak bangsa kita ini adalah bangsa kita ini bangsa yang kapitalis hari ini, you tau enggak bangsa kita ini bangsa yang sangat liberal hari ini," kata Surya. "Ngomong pancasila, mana itu pancasila. Tanpa kita sadari juga, kalau ini memang kita masuk dalam tahapan apa yang dikategorikan negara kapitalis," katanya.
