KEIN minta pemerintah berani terapkan restriksi UMKM
Jumat, 16 Agustus 2019 03:22 WIB
KEIN minta pemerintah berani terapkan restriksi UMKM
Wakil Ketua Komite Industri Ekonomi Nasional (KIEN) Arif Budimanta saat
diwawancarai di Jakarta, Kamis (15/8/2019). (ANTARA/Sugiharto Purnama)
Jakarta (ANTARA) - Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN) meminta
pemerintah untuk berani menerapkan restriksi atau pembatasan mekanisme
impor UMKM pada sektor/e-commerce/untuk melindungi usaha lokal dari
gempuran perdagangan global.
"Kita harus memiliki keberanian khususnya untuk UMKM melakukan restriksi
dalam e-commerce agar kemudian yang sifatnya/wholesale/terutama yang
datang dari luar negeri tidak masuk ke dalam/platform e-commerce/dalam
negeri," kata Wakil Ketua KEIN Arif Budimanta di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, kebijakan restriksi akan membuat retail asing berkompetisi
dengan retail dalam negeri, terkhusus UMKM yang selama ini
menggantungkan bisnis penjualan melalui/platform e-commerce/Indonesia.
*Baca juga:UMKM binaan BI Sumsel tembus pasar New York
<https://www.antaranews.com/berita/1008716/umkm-binaan-bi-sumsel-tembus-pasar-new-york>*
"Kalau barang yang dijual adalah barang dari negara asal, maka ini akan
mematikan industri lokal," ujarnya.
Arif menjelaskan keterbukaan ekonomi global saat ini ibarat dua mata
pisau, menguntungkan dan juga bisa berdampak buruk. Indonesia dapat
memasarkan barang-barang lokal ke pasar luar negeri, namun di sisi lain
barang-barang impor masuk ke pasar lokal.
"Dengan bekerja sama dengan Alibaba misalnya, kita bisa memasarkan
barang-barang yang ada di kita. Itu adalah manfaat, tetapi seyogyanya di
tengah keterbukaan ekonomi yang ada sekarang maka kita harus ada
restriksi," ucapnya.
*Baca juga:Kemenkop: Peningkatan SDM UMKM lesatkan pertumbuhan ekonomi
<https://www.antaranews.com/berita/1010258/kemenkop-peningkatan-sdm-umkm-lesatkan-pertumbuhan-ekonomi>*
"Tidak melarang (barang-barang impor masuk ke pasar lokal), tapi perlu
kategorisasi," tambahnya.
Merujuk data Kementerian Koperasi dan UMKM, sebanyak 98,7 persen usaha
di Indonesia merupakan usaha mikro yang berkontribusi sebanyak 36,82
persen terhadap produk domestik bruto (PDB) dan mampu menyerap 96 persen
tenaga kerja.
Dari 58 juta UMKM yang ada di Indonesia, UMKM yang bergabung
dengan/e-commerce/hanya berjumlah 8 juta atau setara dengan 14 persen.
*Baca juga:Produk UMKM dominasi penjualan online, pembeli sebagian besar
wanita
<https://www.antaranews.com/berita/1003540/produk-umkm-dominasi-penjualan-online-pembeli-sebagian-besar-wanita>*
Mempromosikan batik dalam sejarah cagar budaya
Play Video
Play
Unmute
Current Time 0:00
/
Duration 1:38
Loaded:0%
Seek to live, currently playing liveLIVEFullscreen
Pewarta: Sugiharto Purnama
Editor: Mohamad Anthoni
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com