Iyalah. Sebagai tokoh yang mengerti hukum tidak sepantasnya Mahfud ngomong 
sembarangan hanya lantaran gagal jadi wapres. Kecuali sengaja pengin terlihat 
stress. 

Sebagai dewan pembina BPIP tugas Mahfud kan mestinya mencetak 
radikalis-radikalis Pancasila. Fokus saja ke tugas itu. Tidak perlu repot 
mencari perhatian dengan bualan-bualan yang radikal. Kecuali memang sukarela 
bertugas mengalihkan perhatian masyarakat dari kasus-kasus ekstrim seperti mati 
listrik seJawa-Bali tempohari. Sayang teman itu bagus selama tidak membodohi 
diri sendiri dan orang banyak.

     --- ilmesengero@... wrote:
https://nasional.republika.co.id/berita/pwe6u2348/informasi-mentah-mahfud-md-baiknya-tak-diteruskan-ke-publik
InformasiMentah Mahfud MD Baiknya tak Diteruskan ke Publik

Ahad18 Aug 2019 00:57 WIB

Rep:Kiki Sakinah/ Red: Israr Ita




 

 

Ketua Umum Gerakan Suluh Kebangsaan Mahfud MD (tengah) bersama sejumlah tokoh 
bangsa memberikan ketengan pers tentang kasus hoax dan politik identitas dalam 
Pemilu 2019, di Jakarta, Jumat (16/8/2019).
Foto:Antara/Aprillio Akbar
Sebab,pernyataan Mahfud tidak jelas sumber informasinya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Pengamat terorisme dari Institute For Security and 
StrategicStudies (ISESS), Khairul Fahmi, mengatakan pernyataan Ketua 
UmumGerakan Suluh Kebangsaan Mahfud MD perihal orang Arab berpahamradikal masuk 
ke Indonesia dan membawa dana besar baru sebatasdugaan. Sebab, pernyataan 
Mahfud tidak jelas sumber informasinya.Dari pernyataannya, Khairul mengatakan 
mantan Ketua MahkamahKonstitusi itu baru menduga bahwa dana tersebut akan 
dibawa untukmendukung gerakan radikalisme di dalam negeri.  

Iaawalnya mengira pernyataan Mahfud MD merupakan hasil penelitian dankajiannya. 
Akan tetapi, rupanya Mahfud mendapat informasi tersebutdari pihak lain.. 

BacaJuga
   
   -    
 Muhammadiyah Sarankan Mahfud Buka Kabar Dana Radikalisme 
 
   -    
 Gerakan Pimpinan Mahfud akan Hadapi Radikalisme di Indonesia 
 
   -    
 Mahfud MD: Ada Orang Radikal dari Arab Bawa Dana ke RI

 
 
 

Kalaupunada kemungkinan informasi itu benar, kata Khairul, statusnya baruberupa 
bahan keterangan. Namun, ia menekankan agar informasi semacamitu lebih baik 
disampaikan kepada lembaga terkait. 

"Menurutsaya, informasi-informasi mentah semacam itu jangan diteruskan 
begitusaja ke publik. Tidak ada perlunya. Itu bukan bentuk kewaspadaan. 
Itumenunjukkan paranoia, kecemasan dan jelas kemudian memantikkecurigaan 
berlebihan antaranak bangsa," kata Khairul, melaluipesan elektronik kepada 
Republika..co.id, Sabtu (17/8).

Khairulmengatakan, isu 'orang Arab dengan dana besar' kerap hadir 
dalamperbincangan di tingkat elite hingga akar rumput, dan bahkan 
sejakIndonesia merdeka. Isu yang sama pernah muncul, baik itu menyangkutsoal 
ekonomi, sosial budaya, dan keamanan. Menurutnya, sebagianmemang terbukti. 
Namun, tidak sedikit juga informasi yang simpangsiur. Misalnya, soal pendanaan 
jaringan teror, pembiayaan pembangunanmasjid-masjid beraliran wahabi. 

Khairulmenilai pernyataan Mahfud MD terkesan mengarah kepada Islam 
radikal.Meskipun perlu diwaspadai, namun menurutnya perlu tetap berpijak 
padanalar yang sehat dan realitas. 

Disini, Khairul mengatakan ia lebih menyukai penyebutan istilahekstremisme 
ketimbang radikalisme untuk menyebut sesuatu yang memangmerupakan bentuk 
ekstremisme. Ia menilai ekstremisme di Indonesiaatau aksi kekerasan ekstrem 
seperti serangan bom dan lainnya tidakakan mati jika potensi ancaman itu 
terus-menerus direspons dengancara-cara yang ekstrem. 

Menurutnya,potensi ekstremisme memang akan berada dalam cakupan area yang 
luasdan bisa bertambah luas. Akan tetapi, kata dia, intensitasnya kecildan 
tetap sporadis.

"Artinyasecara kualitas, mestinya ancaman begal, rampok dan sejenisnya 
masihlebih meresahkan dan lebih layak dikhawatirkan," kata. 

Sebelumnya,Mahfud MD mengatakan dana yang dibawa orang Arab radikal itu 
akandipergunakan untuk mendukung gerakan radikal yang ada di Indonesia.Karena 
itu, Mahfud menyebut Gerakan Suluh Kebangsaan menggelardiskusi kelompok 
terpumpun untuk membuat suatu perencanaan atauskenario dalam menghadapi 
mereka.. 

Mahfudmenyebut jika pihaknya akan melihat dahulu peta radikalisme dariBadan 
Intelijen Negara (BIN) untuk kemudian dibuat skenario danstrategi 
menghadapinya. 

Kirim email ke