Cobalah MMD yang pembina Pancasila itu belajar bicara realita soal "mati lampu" yang menurut Polri berbau kejahatan siber. Atau soal anjloknya jaringan ATM Bank Mandiri yang mengacaukan ribuan transaksi serta melenyapkan saldo nasabah. Atau kasus-kasus nyata lainnya yang bisa membantunya terlihat waras walafiat.
- Trauma Mati Listrik, Menko Luhut Minta PLN Serahkan Proyek ke Swasta TaufikFajar, Jurnalis ยท Rabu 14 Agustus 2019 20:02 WIB JAKARTA- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan meminta PTPerusahaan Listrik Negara (PLN) untuk tidak terlalubanyak terlibat dalam pembangunan-pembangunan listrik. Halitu, dia ungkapkan setelah menggelar rapat bersama Plt Direktur Utama PT PLN,Sripeni Inten Cahyani di Kantor Kemaritiman Jakarta. "Sayapengen, PLN lebih efisien lah. Terus kemudian kalian (PLN) jangan terlalubanyak dulu lah terlibat dalam pembangunan listrik, biarin aja private sectoryang lebih masuk. Seperti 51% harus untuk Indonesia power untuk waste toenergy. Jadi konsolidasi aja dulu, biarkan private sector main," ujar dia,Rabu (14/8/2019). Diamenuturkan, waste to energy sudah hampir 18 tahun tidak beres-beres. Olehkarena itu biarkan saja beauty contest jalan. Karena sudah ada PeraturanPresiden (Perpes-nya) yang jelas harganya berapa sen terus kemudian tippingfeenya 500. "Kemudianproses pembayaran tipping fee sudah ada, jadi tak ada masalah. Tapi kalau PLN,Indonesia power minta 51%, ya kan repot, masa dia 51% tak chip in. Kamu yangbawa uang 9%, ya kan namanya itu aneh," tutur dia. Diajuga meminta agar PLN jangan terus-menerus melakukan investasi. Artinya jangansemua ingin, harus dilihat terlebih dahulu. Di mana semua ada keterbatasan. "Jadiyang penting prioritasnya mereka lah. Saya Bu Inten tahu apa yang dia inginkan.Misalnya dia liat tadi, kalau boleh pak, kami sedang rencanain kabel inisebanyak mungkin di bawah tanah. Supaya jangan berantakan seperti sekarang. Kanbagus 5 tahun ke depan," pungkas dia. (fbn)
