https://www.suara.com/news/2019/08/19/112157/viral-video-disebut-monyet-picu-kemarahan-warga-papua-di-manokwari



Viral Video Disebut Monyet Picu Kemarahan Warga Papua di Manokwari
Agung Sandy Lesmana | Yosea Arga Pramudita
Senin, 19 Agustus 2019 | 11:21 WIB
[image: Viral Video Disebut Monyet Picu Kemarahan Warga Papua di Manokwari]
Kerusuhan di Manokwari Papua. (Istimewa)
"Tapi di medsos kan belum tentu akunnya asli, masih didalami teman Siber
itu. Intinya itu, kemudia mereka lakukan unjuk rasa," kata dia.

Suara.com - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri,
Brigjen Dedi Prasetyo mengklaim polisi masih terus berupaya mengendalikan
situasi keamanan di Manokwari terkait aksi demonstrasi yang berujung ricuh
di Manokwari, Papua Barat <https://www.suara.com/tag/papua-barat>, Senin
(19/8/2019) pagi.

Dedi menyebut, aksi unjuk rasa itu lantaran mahasiswa dan masyarakat di
sana emosi akibat beredarnya video viral di media sosial. Sebab, diduga ada
penghinaan terhadap masyarakat Papua.

"Ini akibat video viral di medsos itu loh. Mereka tidak terima dengan
sebutan mereka seperti itu artinya ada penghinaan lah," kata Dedi di Mabes
Polri, Senin (19/8/2019).

Akibatnya, kata Dedi, masyarakat Papua merasa terhina oleh video yang
beredar di media sosial. Dedi menyebut pihaknya belum dapar memastikan
kebenaran video tersebut dan sedang mengerahkan tim Siber Bareskrim Polri
untuk menelusuri kebenaran konten video tersebut.

"Tapi di medsos kan belum tentu akunnya asli, masih didalami teman Siber
itu. Intinya itu, kemudia mereka lakukan unjuk rasa," kata dia.

Sebelumnya, dikabarkan jika aksi itu disebut sebagai bentuk protes atas
insiden pengepungan dan intimidasi terhadap sejumlah mahasiswa di Surabaya
dan Malang baru-baru ini.

Sejumlah warga di Manokwari pada Senin pagi waktu setempat turun ke jalan.
Sebagian bahkan sampai membakar ban di tengah jalan. Akibatnya, sejumlah
ruas jalan di Manokwari dilaporkan lumpuh.

Dari laporan Kantor Berita *Antara,* Jalan Yos Sudarso yang merupakan jalan
utama kota Manokwari diblokade massa yang mengakibatkan aktivitas
masyarakat maupun arus lalu lintas lumpuh.

Tidak hanya memblokade jalan saja, dalam aksi tersebut warga juga menebang
pohon dan membakar ban di jalan raya.

Aparat kepolisian Polda Papua Barat dan Polres Manokwari mulai turun ke
jalan guna mengendalikan situasi aksi protes warga atas insiden pengepungan
asrama mahasiswa Papua di Surabaya tersebut.

Menurut Simon, warga jalan Sanggeng Manokwari bahwa aksi ini merupakan
bentuk kekecewaan masyarakat Papua terhadap insiden pengepungan asrama
mahasiswa Papua di Surabaya tersebut.

Simen menambah bahwa aksi damai ini agar pemerintah secepatnya
menyelesaikan permasalahan mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang agar
mereka dapat kuliah dengan baik.

Kirim email ke