Mahasiswa Papua di Bengkulu Gelar Aksi Damai Tolak Diskriminasi dan
Persekusi
------------------------------------------------------------------------
....
<https://sp.beritasatu.com/nasional/mahasiswa-papua-di-bengkulu-gelar-aksi-damai-tolak-diskriminasi-dan-persekusi/570767/#>
Suara Pembaruan
Rabu, 21 Agustus 2019 - 08:23
<https://sp.beritasatu.com/nasional/mahasiswa-papua-di-bengkulu-gelar-aksi-damai-tolak-diskriminasi-dan-persekusi/570767/#>
....
Puluhan mahasiswa asal Papua di Bengkulu menggelar aksi damai di kantor
DPRD Provinsi Bengkulu, Selasa, 20 Agustus 2019. Mereka manyampaikan
aspirasi menolak diskriminasi, persekusi dan intimidasi terhadap
mahasiwa Papua yang tengah menempuh pendidikan di luar Papua.
*Bengkulu, Beritasatu.com*- Puluhan mahasiswa asal Papua yang kuliah di
Universitas Bengkulu (Unib) menggelar aksi damai dengan mendatangi
kantor DPRD Provinsi setempat untuk mencapai aspirasi menolak perkusi,
diskriminasi, rasisme dan intimadasi
"Kami mahasiswa Papua menolak perkusi, diskriminasi, rasesme dan
intimasi terhadap, termasuk menolak panggilan monyet. Kami orang Papua
cinta damai dan tidak ada lagi perlakuan tidak adil terhadap kami. Kita
sama-sama anak bangsa. Kami cinta NKRI, kata koordinator lapangan
(Korlap) Aksi Ikatan Mahasiswa Papua (IMAPA) Bengkulu, Pelos Baleo saat
menyampaikan orasi di kantor DPRD Provinsi Bengkulu, Selasa (20/8/2019).
Aksi tersebut dilakukan mahasiswa Papua di Bengkulu memprotes atas
perlakuan tidak adil terhadap mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang
agar tidak terjadi lagi ditempat lain.
"Kami minta aparat keamanan untuk menjamin keselamatan mahasiswa Papua
yang tengah menempuh pendidikan di luar Papua. Kasus persekusi dan
intimdasi yang terjadi terhadap mahasiswa Pupua di Surabaya agar tidak
tidak terulang kembali di tempat lain," ujar Pelos.
Dalam aksi tersebut, beberapa mahasiswa Papua silih berganti
menyampaikan orasi dihadapan anggota polisi dan anggota DPRD Provinsi
Bengkulu. Mereka menyampaikan beberapa poin tentutan kepada pemerintah
pusat melalui DPRD Provinsi Bengkulu.
Adapun tuntutan mahasiswa Papua di Bengkulu, antara lain, pertama, stop
intimadasi, persekusi, diskriminasi dan stok rasisme terhadap mahasiswa
Papua yang tengah menempuh pendidikan di luar Papua, termasuk Bengkulu.
"Kami minta beberapa butir tuntutan mahasiswa Papua di Bengkulu, agar
disampaikan DPRD Provinsi Bengkulu ke pemerintah pusat. Kami akan cek
nanti disampaikan apa tidak aspirasi kami ke pemerintah pusat," ujarnya.
Menanggapi aksi mahasiswa Papua di Bengkulu, Wakil Ketua DPRD Provinsi
Bengkulu, Suharto mengatakan, memberikan apresiasi yang tinggi kepada
mahasiswa Papua di Bengkulu yang menggelar aksi damai di kantor DPRD
setempat.
"Saya apresiasi adik mahasiswa Papua di Bengkulu, tertib dalam
menyalurkan aspirasinya ke DPRD Provinsi Bengkulu. Aspirasi mahasiswa
Papua akan kami sampaikan ke pemerintah pusat," ujarnya.
Mahasiswa Papau di Bengkulu, dijamin tidak ada yang akan menganggu,
apalagi mengintimadasi dan persekusi. "Saya pastikan mahasiswa Papua di
Bengkulu, akan dijaga dengan baik dan dijamin akan tetap aman seperti
biasa," ujar politisi dari Partai Gerindra ini.
Suharto menambahkan, jika mahasiswa Papua yang tengah kuliah di Unib ada
masalah silakan datang ke kantor DPRD Provinsi Bengkulu, termasuk ke
rumah saya. "Kita sebagai wakil rakyat siap membantu mahasiswa Papua
bila ada kesulitan. Kita semua bersaudara dan NKRI harga mati," ujarnya.
Sebelumnya, Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah juga menjamin dan
keamanan dan kenyamanan mahasiswa Papua di daerah ini. "Pemda dan aparat
keamanan di Bengkulu, akan menjamin keselamatan mahasiswa Papua di
daerah ini," ujarnya.
Gubernur Rohidin juga mengimbau masyarakat agar tidak terprovikasi
dengan kejadian di daerah ini. "Masyarakat Bengkulu jangan terprovokasi
dengan kejadian di tempat lain. Keamanan daerah ini sangat kondusif dan
ini harus kita jaga bersama," ujarnya.
Sumber : Suara Pembaruan
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com