Lah ya ga aneh kalo orang dari Rusia berpendapat begitu, wong sama2 negara 
komunis dengan pemerintahan China dan sama2 musuh AS.
 

 Mengenai William Jones, dibawah tulisan aslinya yang si ko Chan jadikan 
tumpuan pengharapan dapat belaan dari international hehehe.... ada saya temukan 
note seperti ini :

 

 Editor's note: William Jones is ......... (baca sendiri dibawah) The article 
reflects the author's opinions, and not necessarily the views of CGTN.

 

 jadi itu pendapat pribadinya saja ya, bukan pandangan dari CGTN apalagi dunia 
International.

 Jangan ge er akh ko Chan.
 

 Si Bhaskar dan australian juga sama. ada yang pro ada yang kontra. Tinggal 
jumlahnya banyakan mana? 
 

 _________________________________________________________
 

 13:16, 12-Aug-2019
 Who's 'mucking about' in Hong Kong, and why? William Jones



 Editor's note: William Jones is the Washington Bureau Chief for Executive 
Intelligence Review and a non-resident fellow of the Chongyang Institute for 
Financial 
https://news.cgtn.com/news/2019-08-12/Who-s-mucking-about-in-Hong-Kong-and-why--J5Ml3C7Z8k/index.html#
  Studies at Renmin University. The article reflects the author's opinions, and 
not necessarily the views of CGTN.




 


 

 

 

---In [email protected], <SADAR@...> wrote :

 Perusuh Hong Kong Dikecam Masyarakat Internasional 
http://indonesian.cri.cn/20190821/2ee192f6-627a-8dd6-f0d7-d3ea96a28198.html 
http://indonesian.cri.cn/20190821/2ee192f6-627a-8dd6-f0d7-d3ea96a28198.html 
2019-08-21 10:37:22    
 
 
 Baru-baru ini tokoh-tokoh berbagai kalangan masyarakat internasional terus 
melontarkan kecaman terhadap unjuk rasa dan kerusuhan yang terjadi di Hong 
Kong. Mereka mengecam pula intervensi Inggris dan AS dalam demonstrasi Hong 
Kong.
 Andrei Ostrovsky dari Balai Riset Timur Jauh di bawah Akademi Ilmu Pengetahuan 
Rusia menyatakan, tindakan radikal sejumlah pengunjuk rasa Hong Kong 
mengakibatkan kehidupan setempat lumpuh dan usaha bisnis mengalami kerugian 
serius. Tingkah lakunya jauh melampaui lingkup demonstrasi damai. Kerusuhan 
yang berlarut beberapa bulan ini sudah mengakibatkan kerugian berat pada 
ekonomi Hong Kong. Dari kerusuhan tersebut terindikasi bahwa sejumlah pendemo 
patuh terhadap komando kekuatan di luar wilayah. Pemerintah Daerah Administrasi 
Khusus Hong Kong harus segera mengambil tindakan yang tegas untuk menghentikan 
sabotase dan memulihkan tata hukum dan ketertiban sosial.
  William Jones dari Executive Intelligence Review AS berpendapat, Inggris dan 
AS diyakini memanipulasi situasi di Hong Kong baru-baru ini. Perkataan sejumlah 
politisi dari pemerintah Inggris dan AS ternyata telah menghasut sentimen para 
pengunjuk rasa. Para pemuda Hong Kong tidak pernah mengalami masa pemerintah 
Inggris di Hong Kong, barang kali mereka memiliki banyak ilusi terhadap masa 
lampau tersebut. Untuk mencapai targetnya yang jahat, para pendalang di balik 
kerusuhan justru tak segan-segan mengambinghitamkan para pemuda Hong Kong.
 Harian The Australian dalam sebuah artikelnya menunjukkan bahwa serangkaian 
peristiwa yang terjadi di Hong Kong baru-baru ini sudah merusak reputasinya 
sebagai pusat komersial global. Unjuk rasa kekerasan di Hong Kong sudah 
melampaui batas toleransi di negara Barat mana pun.
 Pengamat sosial India, Bhaskar menyatakan, pemblokiran bandar udara Hong Kong 
oleh para pengunjuk rasa merugikan pariwisata dan transportasi, sehingga 
berimbas pada kegiatan bisnis lainnya. Aksi yang bodoh itu akan membawa aneka 
dampak negatif bagi Hong Kong. Semakin lama demonstrasi, semakin besar 
kerugiannya terhadap Hong Kong.
 
 
 
 
http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient
 不含病毒。www.avg.com 
http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient
 #DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2
 



Kirim email ke