Kebenaran itu berpihak.
Am Wed, 21 Aug 2019 15:48:16 +0800 schrieb "ChanCT [email protected] [GELORA45]" <[email protected]>: > Saya yakin, seringkali KEBENARAN tidak bisa ditentukan hanya oleh > jumlah orang lebih banyak, tapi yang PASTI ditentukan oleh SEJARAH! > Sekalipun sementara ini belum bisa terwujudkan, disatu saat KEBENARAN > itu akan keluar sebagai pememang juga dan membuktikan menjadi > kenyataan! > > Apa yang diperjuangkan PERUSUH2 HK sekarang ini jelas perbuatan > TERKUTUK yg dikendalikan AS dan PASTI akan GAGAL TOTAL! Walaupun > mereka setiap demo selalu berteriak diikuti lebih 1-2 juta warga HK, > bahkan tgl. 18 kemarin diguyur hujan lebat juga masih lebih 1,7 juta > orang turun kejalan memperjuangkan 5 tuntutannya itu! TIDAKLAH karena > diikuti, didukung 2-3 juta orang lalu KEBRUTALAN mereka itu berubah > menjadi "kebenaran" yg harus disetujui, ...! TAK ada satu TUNTUTAN > mereka itu yang bisa dan boleh dibenarkan, ... apalagi disetujui! > > > [email protected] [GELORA45] 於 21/8/2019 13:43 寫道: > > Lah ya ga aneh kalo orang dari Rusia berpendapat begitu, wong sama2 > > negara komunis dengan pemerintahan China dan sama2 musuh AS. > > > > Mengenai William Jones, dibawah tulisan aslinya yang si ko Chan > > jadikan tumpuan pengharapan dapat belaan dari international > > hehehe.... ada saya temukan note seperti ini : > > > > /Editor's note: William Jones is ......... (baca sendiri dibawah) > > The article reflects the author's opinions, and not necessarily the > > views of CGTN./ > > / > > / > > jadi itu pendapat pribadinya saja ya, bukan pandangan dari CGTN > > apalagi dunia International. > > Jangan ge er akh ko Chan. > > > > Si Bhaskar dan australian juga sama. ada yang pro ada yang kontra. > > Tinggal jumlahnya banyakan mana? > > / > > / > > /_________________________________________________________/ > > > > 13:16, 12-Aug-2019 > > Who's 'mucking about' in Hong Kong, and why? > > William Jones > > > > /*Editor's note*: William Jones is the Washington Bureau Chief for > > Executive Intelligence Review and a non-resident fellow of the > > Chongyang Institute for Financial > > <https://news.cgtn.com/news/2019-08-12/Who-s-mucking-about-in-Hong-Kong-and-why--J5Ml3C7Z8k/index.html#> > > > > Studies at Renmin University. The article reflects the author's > > opinions, and not necessarily the views of CGTN./ > > > > > > > > > > > > > > > > ---In [email protected], <SADAR@...> wrote : > > > > > > Perusuh Hong Kong Dikecam Masyarakat Internasional > > > > http://indonesian.cri.cn/20190821/2ee192f6-627a-8dd6-f0d7-d3ea96a28198.html > > > > 2019-08-21 10:37:22 > > > > Baru-baru ini tokoh-tokoh berbagai kalangan masyarakat > > internasional terus melontarkan kecaman terhadap unjuk rasa dan > > kerusuhan yang terjadi di Hong Kong. Mereka mengecam pula > > intervensi Inggris dan AS dalam demonstrasi Hong Kong. > > > > Andrei Ostrovsky dari Balai Riset Timur Jauh di bawah Akademi Ilmu > > Pengetahuan Rusia menyatakan, tindakan radikal sejumlah pengunjuk > > rasa Hong Kong mengakibatkan kehidupan setempat lumpuh dan usaha > > bisnis mengalami kerugian serius. Tingkah lakunya jauh melampaui > > lingkup demonstrasi damai. Kerusuhan yang berlarut beberapa bulan > > ini sudah mengakibatkan kerugian berat pada ekonomi Hong Kong. Dari > > kerusuhan tersebut terindikasi bahwa sejumlah pendemo patuh > > terhadap komando kekuatan di luar wilayah. Pemerintah Daerah > > Administrasi Khusus Hong Kong harus segera mengambil tindakan yang > > tegas untuk menghentikan sabotase dan memulihkan tata hukum dan > > ketertiban sosial. > > > > William Jones dari Executive Intelligence Review AS berpendapat, > > Inggris dan AS diyakini memanipulasi situasi di Hong Kong baru-baru > > ini. Perkataan sejumlah politisi dari pemerintah Inggris dan AS > > ternyata telah menghasut sentimen para pengunjuk rasa. Para pemuda > > Hong Kong tidak pernah mengalami masa pemerintah Inggris di Hong > > Kong, barang kali mereka memiliki banyak ilusi terhadap masa lampau > > tersebut. Untuk mencapai targetnya yang jahat, para pendalang di > > balik kerusuhan justru tak segan-segan mengambinghitamkan para > > pemuda Hong Kong. > > > > Harian The Australian dalam sebuah artikelnya menunjukkan bahwa > > serangkaian peristiwa yang terjadi di Hong Kong baru-baru ini sudah > > merusak reputasinya sebagai pusat komersial global. Unjuk rasa > > kekerasan di Hong Kong sudah melampaui batas toleransi di negara > > Barat mana pun. > > > > Pengamat sosial India, Bhaskar menyatakan, pemblokiran bandar udara > > Hong Kong oleh para pengunjuk rasa merugikan pariwisata dan > > transportasi, sehingga berimbas pada kegiatan bisnis lainnya. Aksi > > yang bodoh itu akan membawa aneka dampak negatif bagi Hong Kong. > > Semakin lama demonstrasi, semakin besar kerugiannya terhadap Hong > > Kong. > > > > > > > > <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient> > > > > 不含病毒。www.avg.com > > <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient> > > > > > > > > <#DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2> > > > > > --- > 此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。 > http://www.avg.com
