Sebagian Orang AS Yang Menghasut Kekacauan Hong Kong Akhirnya Akan
Menelan Buah Pahit
http://indonesian.cri.cn/20190822/e044a0d0-d3c6-549d-1f32-25041fa16c67.html
2019-08-22 11:07:34
Ketua Dewan Perwakilan AS, Nancy Pelosi dan Senator, Marco Rubio
belakangan ini menyatakan akan mendorong pembahasan dan penerimaan
“Rancangan Undang-Undang HAM dan Demokrasi Hong Kong” sesudah Kongres
bersidang lagi. Komisi Pekerjaan Tata Hukum Komite Tetap Kongres Rakyat
Nasional (KRN) Tiongkok kemarin (21/8) dengan serius menyatakan
tentangan keras terhadap perbuatan AS yang secara kasar mengintervensi
urusan dalam negeri Tiongkok, sekaligus menunjukkan, argumen sebagian
anggota Kongres AS tidak bertanggung jawab, memutarbalikkan kenyataan
merupakan dukungan terhadap anasir kekerasan Hong Kong dan kejahatannya,
sifatnya ialah mengacaukan masyarakat Hong Kong.
Pada kenyataannya, pendalang yang mendukung ekstremis kekerasan Hong
Kong adalah pejabat senior pihak AS dan CIA. Mereka tidak saja bertemu
dengan anasir “Hong Kong merdeka”, menyediakan dana dan mencoba
mengaitkan situasi kekacauan Hong Kong dengan masalah ekonomi dan
perdagangan antara Tiongkok dan AS.
Mulai dari bulan Juni tahun ini, sejumlah ekstremis Hong Kong terus
melakukan kekerasan dan mengganggu keamanan publik dengan serangkaian
perbuatan pelanggaran hukum, mereka menyerang polisi, memukul wartawan
dan turis, menyerbu gedung Lembaga Legislatif dan kantor penghubung
pemerintah pusat untuk Hong Kong, menghina bendera kebangsaan, lambang
negara dan lambang daerah, memblokade transportasi publik, melumpuhkan
bandara Hong Kong, perbuatan mereka itu dengan serius menginjak-injak
tata hukum dan ketertiban Hong Kong, dengan serius membahayakan keamanan
publik, dengan serius merugikan hak pokok para warga, dengan serius
melanggar kehormatan dan kedaulatan negara.
Mengenai kekerasan ekstremis Hong Kong tersebut, Mantan Pemimpin Redaksi
Mingguan Wirtschaftswoche Jerman, Stefan Baron dalam komentarnya yang
dimuat di harian Handelsblatt Jerman menunjukkan, kalau hal serupa
terjadi di AS, maka kerusuhan jauh sudah ditindas. Akan tetapi, sebagai
politikus senior AS, Mike Pence, Mike Pompeo dan Nancy Pelosi malah
berpangku tangan dan diam saja terhadap kekerasan yang terjadi di Hong
Kong, mencela pemerintah Hong Kong dan pihak kepolisian sebagai “menolak
menghormati tata hukum, demokrasi dan kebebasan”,
Bagi mereka yang sering mencela urusan dalam negeri Tiongkok, sebaiknya
mendengar nasihat Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong baru-baru
ini, bahwa “sebagai negara kuat nomor satu di dunia, AS harus menampung
Tiongkok sebagai suatu negara yang lebih berpengaruh dan semakin
perkasa. AS juga harus menerimanya, adalah tidak mungkin dan tidak
bijaksana kalau menghalang kebangkitan Tiongkok.”
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com