Dirut BPJS paparkan banyak RS berkualitas di era JKN
Kamis, 22 Agustus 2019 23:42 WIB
Dirut BPJS paparkan banyak RS berkualitas di era JKN
Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris (kiri) berbincang dengan
Direktur RS Aisyiyah Ponorogo Wegig Widjanarko di RS Aisyiyah Ponorogo
Jawa Timur, Kamis (22/8/2019). (ANTARA/Aditya Ramadhan)
Surabaya (ANTARA) - Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial
Kesehatan Fachmi Idris memaparkan bahwa masih banyak rumah sakit
memberikan pelayanan berkualitas di era Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu
Indonesia Sehat yang sebagian dinilai kurang baik.
“Di tengah hiruk pikuk perubahan yang terjadi serta tantangan yang harus
diselesaikan dalam pengelolaan Program JKN-KIS, kita tidak bisa tutup
mata ada keluhan masyarakat terkait fasilitas kesehatan yang dirasakan
kurang, baik tapi kami yakin masih banyak yang bekerja sungguh-sungguh,
bekerja baik yang mungkin kurang terpublikasi," kata Fachmi usai
mengunjungi RS Aisyiyah Ponorogo Jawa Timur, Kamis.
BPJS Kesehatan baru-baru ini menyelenggarakan acara BPJS Kesehatan
Award, yaitu ajang penghargaan bagi fasilitas kesehatan mitra BPJS
terbaik dari berbagai kategori mulai fasilitas kesehatan tingkat pertama
(FKTP) dan fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut (FKRTL). RS
Aisyiyah Ponorgo mendapatkan penghargaan RS kelas C terbaik di seluruh
Indonesia.
*Baca juga:Dirut BPJS Kesehatan kunjungi faskes terbaik di Kabupaten
Ponorogo
<https://www.antaranews.com/berita/1025916/dirut-bpjs-kesehatan-kunjungi-faskes-terbaik-di-kabupaten-ponorogo>*
RS Aisyiyah dinilai terbaik karena memiliki keunggulan untuk jaringan
penanganan kegawatdaruratan sehari-hari dan bencana bagi masyarakat
awam. RS Aisyiyah Ponorogo juga rutin melaksanakan loka karya kepada
masyarakat sekitar dengan melibatkan RS lain dan Puskesmas.
Untuk pelayanan pasien terdapat ambulan gratis dari rumah ke RS dan dari
RS ke rumah. Keunggulan lain yang dimiliki oleh RS Aisyiyah adalah
Program Melati Trans (pengantaran obat gratis) dengan radius 20-30 km
serta pengantaran pasien ke rumah gratis dengan transportasi online
dengan radius sampai dengan 20 km.
Deputi Direksi Bidang Jaminan Pelayanan Kesehatan Rujukan Budi Mohamad
Arief yang juga menjadi tim juri dalam BPJS Kesehatan Award menjelaskan
RS Aisyiyah mendapatkan penghargaan karena dinilai memberikan empati
lebih kepada pasien.
*Baca juga:Dirut BPJS apresiasi RS kelas C dengan pelayanan terbaik
<https://www.antaranews.com/berita/1025476/dirut-bpjs-apresiasi-rs-kelas-c-dengan-pelayanan-terbaik>*
RS swasta kelas C tersebut dinilai mengedepankan nilai-nilai humanisme
kepada pasien, disamping memberikan pelayanan kesehatan yang optimal
dari sisi kuantitas dan pemanfaatan layanan.
RS Aisyiyah di Ponorogo memudahkan pasien dengan membuat inovasi layanan
pendaftaran secara daring yang membuat pasien datang ke RS untuk
konsultasi tanpa harus mengantre. Pasien datang ke RS sesuai dengan
waktu yang telah dijadwalkan sebelumnya sehingga tidak menimbulkan antrean.
Selain itu juga disediakan anjungan pendaftaran mandiri, yaitu berupa
mesin pendaftaran yang bisa dilakukan oleh pasien atau keluarga pasien
secara mandiri tanpa harus mengantre.
*Baca juga:Menkeu: Banyak badan usaha curang laporkan data ke BPJS
Kesehatan
<https://www.antaranews.com/berita/1022962/menkeu-banyak-badan-usaha-curang-laporkan-data-ke-bpjs-kesehatan>*
RS Aisyiyah berupaya menghapuskan antrean hingga ke pengambilan obat di
apotek dengan layanan antar obat. Pasien bisa langsung pulang setelah
berkonsultasi dengan dokter untuk kemudian mendapatkan kiriman obat
langsung ke rumah secara gratis tanpa harus mengantre di apotek.
Fachmi menambahkan, BPJS Kesehatan Award selain dilaksanakan dalam
rangka HUT BPJS Kesehatan ke-51, juga sebagai penghargaan terhadap
fasilitas kesehatan yang memiliki komitmen tinggi dalam menyukseskan
Program JKN-KIS dan memberikan pelayanan yang berkualitas kepada peserta.
Diharapkan, penghargaan ini dapat memberikan motivasi dan semakin
meningkatkan komitmen fasilitas kesehatan untuk memberikan pelayanan
yang berkualitas kepada peserta sesuai dengan norma dan ketentuan yang
berlaku.
*Baca juga:Misbakhun: Menteri Keuangan harus cekatan atasi defisit BPJS
<https://www.antaranews.com/berita/1024446/misbakhun-menteri-keuangan-harus-cekatan-atasi-defisit-bpjs>*
Pemilihan Rumah Sakit penerima penghargaan BPJS Kesehatan Award
dilakukan dalam empat tahap. Untuk tahap pertama dilakukan di tingkat
Kantor Cabang dan tahap kedua di tingkat Kedeputian Wilayah.
Penilaian tahap pertama dan kedua berdasarkan 5 kriteria yaitu
kesesuaian komitmen RS dengan isi kontrak, penilaian hasil survei
Walking Through Audit (WTA), kesiapan customer service 24 jam, kecepatan
respon dalam penanganan keluhan dan inovasi RS bagi kemudahan pelayanan
pasien.
Setelah melalui penyaringan dari sisi akreditasi RS, dilakukan tahap
penilaian selanjutnya yaitu validasi evidence. Penilaian dilakukan dalam
bentuk materi powerpoint dan audio visual serta penilaian site visit
oleh tim juri internal BPJS Kesehatan terhadap indikator kesiapan
customer service 24 jam, kecepatan respon dalam penanganan keluhan dan
inovasi RS.
Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com