*Apakah yang dihina "monyet" tidak boleh bebas dari rantai rasisme yang
membelunggunya? *

*Patut dicatat bahwa  Mukadimah UUD45 tertulis sebagai berikut : " Bahwa
sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu,
maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan
perikemanusiaan dan perikeadilan."*
https://www.gatra.com/detail/news/439687/politics/amien-rais-referendum-papua-diagendakan-majelis-umum-pbb--


?
 Amien Rais: Referendum Papua Diagendakan Majelis Umum PBB

Gatra.com | 23 Aug 2019 18:53

Jakarta, Gatra.com <http://gatra.com/> - Mantan Ketua Majelis
Permusyawaratan Rakyat (MPR) Amien Rais menyebutkan bahwa Free West Papua
Movement telah mengagendakan pembahasan  tentang referendum di Papua di
Majelis Umum PBB.

"Jadi, pesan saya kepada Pak Jokowi, lihat United Liberation Movement for
West Papua, Gerakan Pembebasan untuk Papua Barat, sudah mengagendakan agar
referendum disidangkan untuk Majelis Umum yang akan datang, Desember tahun
ini. Jadi hati-hati, jangan anggap remeh,"  kata Amien Rais dalam
sambutannya di Milad ke-21 PAN di Kolong Tol Pluit, Penjaringan, Jakarta
Utara, Jumat (23/8).

Amien khawatir, jika Papua lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia
(NKRI), bukan tidak mungkin Indonesia akan bernasib seperti Uni Sovyet dan
Yugoslavia. "Negara besar seperti Uni Sovyet dan Yugoslavia yang tampak
kuat ekonominya, kuat militernya, kuat intelijennya, kuat kepolisiannya dan
lain-lain, bisa runtuh dalam tempo minggu atau bulan."

Amien meminta  pemerintah agar tidak menyepelekan persoalan Papua demi
menjaga keutuhan NKRI. Terlebih dengan kondisi saat ini yang menurutnya,
warga Papua sedang marah akibat mendapat perlakuan rasialis.

"Seorang tokoh Papua bahkan sampai mengatakan, kalau memang Papua mau
dibuang di NKRI, maka dia mau membuang NKRI dari Papua. Jangan main-main,"
kata Amien.

Oleh sebab itu, Amien meminta  Jokowi menunda pembahasan pemindahan ibu
kota yang bukan prioritas, dan fokus menyelesaikan persoalan di Papua untuk
menghindari disintegrasi.

"Jadi, Pak Jokowi jangan kemaruk punya ibu kota baru, jangan. Jangan
macam-macam, yang lain bisa ditunda. Tapi tolong, Papua jangan sampai
terlambat,"  kata Amien.


------------------------------
Reporter: Ahmad Jilul Qurani Farid
Editor: Syamsul Hidayat

Kirim email ke