Artikel <https://www.antaranews.com/slug/artikel>
Penerus bangsa yang berkarya melampaui batas
Oleh Juwita Trisna Rahayu Sabtu, 24 Agustus 2019 13:15 WIB
Penerus bangsa yang berkarya melampaui batas
Rita Melisa peserta SMN berprestasi dari Lubuk Linggau, Sumatera Selatan
(kiri) dan Muhammad Amin Badali peserta SMN berprestasi dari Kabupaten
Katingan, Kalimantan Tengah. (ANTARA/ Juwita Trisna Rahayu)
Tidak ada yang tidak mungkin meskipun dari daerah, adik-adik ini menjadi
orang terpilih. Insya Allah menjadi pimpinan BUMN ke depan dan akan
menduduki jabatan penting di negeri ini.
Jakarta (ANTARA) - Jari-jemari Rita dan Amin lincah membentuk gestur
yang bermakna hingga gelak tawa keduanya pun pecah.
Cara berkomunikasi Amin dan Rita mungkin berbeda, tapi keduanya mampu
meraih prestasi layaknya sesama peserta terpilih dari Sumatera Selatan
dan Kalimantan Tengah dalam program Siswa Mengenal Nusantara (SMN), BUMN
Hadir untuk Negeri, Kementerian Badan Usaha Milik Negara.
Rita Melisa, di usia belianya yang masih 17 tahun telah mengukir
prestasi, di antaranya Juara 2 Menari dalam Festival dan Lomba Seni
Siswa Nasional (FL2SN) tingkat Provinsi.
Tidak berhenti di situ, siswa kelas XI Sekolah Luar Biasa Negeri Lubuk
Linggau, Sumatera Selatan itu juga mengantongi Juara 2 Modeling.
Ia juga menyabet posisi/runner up/Lomba Merangkai Bunga dan Menghias
Hantaran.
Ditemani gurunya yang bernama Yuniarti, Rita mengungkapkan dirinya juga
gemar menari dan sempat tampil di acara puncak SMN di depan peserta
serta para Direksi BUMN, di antaranya PT Angkasa Pura II (Persero) dan
PT Pelindo II (Persero).
Keterbatasan dalam pendengaran tidak membuatnya patah semangat untuk
terus belajar, dalam tari-menari Ia menekuninya dengan hitungan dan kode.
“Ia rajin sekali berlatih, tidak malas ke sekolah kecuali sakit,” kata
Yuniarti mengartikan bahasa isyarat Rita.
Rita mengaku akan terus belajar agar cita-citanya menjadi juru masak
(/chef/) bisa tercapai suatu saat nanti.
Setelah menamatkan SLB, Rita akan mengikuti program binaan dari Dinas
Lubuk Linggau dalam pelatihan untuk mengasah keterampilannya.
“Kami mengarahkan anak-anak ini untuk mengikuti kursus ada di tempat
kami atau biasanya ada di Dinas Sosial Lubuk Linggau untuk melatih
keterampilan anak-anak berkebutuhan khusus, beberapa tahun kembali
pulang sudah terampil,” ujarnya.
Rita pun merasa bangga bisa terpilih dari sejumlah siswa-siswi termasuk
dari sekolah reguler untuk mengikuti program SMN.
Gadis berhijab itu berjanji akan menceritakan pengalamannya dalam
kegiatan SMN kepada teman-temannya di Lubuk Linggau dan mengajak untuk
terus berprestasi.
Ia pun berpesan kepada seluruh anak Indonesia untuk terus semangat
belajar dan mengejar cita-cita dan jangan jadikan keterbatasan sebagai
halangan.
Peserta lainnya, yaitu Amin asal Palangka Raya Kalimantan Tengah juga
tidak kalah berprestasi di antara peserta lainnya.
Ia pernah menjuarai Lomba Menari Tingkat Provinsi dan sampai saat ini
terus Ia kembangkan agar cita-citanya menjadi penari profesional bisa
tercapai.
Siswa yang memiliki nama lengkap Muhammad Amin Badali itu aktif di
sanggar tari di mana Ia tinggal, yakni Kabupaten Katingan, Kalimantan
Tengah.
“Anak-anak seperti Amin ini dianugerahi penglihatan yang kuat sekali,
sehingga belajarnya dengan kode dan menghitung. Ia bisa cepat
menyesuaikan dengan instrumen yang ada, secara bertahap kita kurangi
(pendampingan) dan lepas sehingga secara alamian bisa memperagakan dari
narasi yang dibuat,” ujar pembimbing Amien, Joko Waluyo.
Siswa Kelas XI SLB Negeri Katingan Hilir itu pun suka berolahraga, tidak
tanggung-tanggung olahraga yang digemarinya adalah Pencak Silat dan
sudah menyabet sabuk merah.
Meskipun berbeda dengan teman-teman sebayanya, Amin mengaku tidak pernah
mendapatkan perlakukan berbeda.
“Semua berkawan,” kata Joko mengartikan bahasa isyarat Amin.
Seperti halnya dalam rangkaian kegiatan SMN, Joko mengaku sempat
khawatir anak-anak bimbingannya akan merasa rendah diri dan dibedakan,
namun semua berbaur dan saling membantu.
Meskipun Amin sudah menjejakkan kaki di Ibu Kota, Ia mengaku tidak akan
berkarier di Jakarta, tetapi akan mengembangkan daerahnya di mana Ia
berasal, yakni Kalimantan Tengah.
Terus belajar dan berprestasi adalah caranya untuk menunjukkan kepada
teman-teman lainnya untuk turut termotivasi agar meraih cita-cita.
Peserta SMN Asal Kalsel menampilkan seni tari piring dari Sumbar, pada
acara penutupan kegiatan SMN 2019 program BUMN Hadir Untuk Negeri.
(ANTARA/Agung Pambudi)
*Calon Pemimpin Masa Depan*
Deputi Bidang Infrastruktur Kementerian BUMN Hambra Samal berharap
peserta SMN sebagai salah satu program Kementerian Badan Usaha Milik
Negara diharapkan menjadi pemimpin perusahaan BUMN di masa depan.
"Diharapkan dari peserta ini sudah bisa ada yang dilihat potensinya dan
menjadikan pemimpin-pemimpin BUMN di masa depan," kata Hambra.
Hal senada juga disampaikan Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II
(Persero) Bayu Rafisukmawan sekaligus penanggung jawab SMN Kalteng
mengatakan tujuan jangka panjangnya adalah mencetak pemimpin-pemimpin
masa depan.
Untuk itu, ujar dia, selain seleksi akademik dan prestasi, calon peserta
juga harus lolos seleksi karakter.
“Jangka pendeknya, mereka melihat daerah lain, oh ternyata kita punya
saudara di wilayah lain, mengenal budayanya. Jangka panjangnya,
mempunyai wawasan lebih luas gunakan kehidupan yang akan datang,” ujar
Hambra.
Selain itu, Direktur Teknik Pelindo II PIC Sumsel Dani Rusli yang juga
sebagai Penanggung Jawab SMN Sumsel sepakat bahwa siswa-siswi dari
Palembang dan Palangka Raya tersebut diharapkan menjadi pimpinan BUMN ke
depan.
"Tidak ada yang tidak mungkin meskipun dari daerah, adik-adik ini
menjadi orang terpilih Insya Allah menjadi pimpinan BUMN ke depan akan
menduduki jabatan penting di negeri ini," kata Dani Rusli.
Dani menegaskan bahwa Kementerian BUMN bersama-sama dengan seluruh BUMN,
dalam hal ini Pelindo II, AP II, PTPN 7, Perumnas, dan Garuda Indonesia
memiliki komitmen yang kuat dalam pelaksanaan program SMN yang merupakan
bagian dari implementasi BUMN Hadir Untuk Negeri
Terdapat 23 siswa terpilih asal Palangkaraya, Kalimantan Tengah, dan 23
siswa terpilih asal Palembang, Sumatera Selatan hadir dan mengikuti
rangkaian kegiatan hingga penutupan.
SMN merupakan rangkaian kegiatan program BUMN Hadir Untuk Negeri yang
digagas Kementerian BUMN dengan tujuan untuk menanamkan rasa bangga dan
cinta tanah air sejak dini kepada pelajar.
Peserta diberikan materi Bela Negara dan Kebijakan Pertahanan Negara
oleh TNI AL. Selain itu, mereka juga dibekali pelatihan jurnalistik dari
Kantor Berita Antara.
Melalui program ini para siswa dikenalkan pada keragaman budaya dan
tradisi, serta melihat dari dekat kehidupan masyarakat di Sumatera
Selatan dan Kalimantan Tengah , yang berjarak ribuan kilometer jauhnya
dari tempat asalnya.
*Baca juga:Legislator apresiasi RAPBN 2020 fokus tingkatkan SDM
<https://www.antaranews.com/berita/1025692/legislator-apresiasi-rapbn-2020-fokus-tingkatkan-sdm>
Baca juga:Sastia, perempuan yang memimpin peneliti laki-laki di Jepang
<https://www.antaranews.com/berita/1027724/sastia-perempuan-yang-memimpin-peneliti-laki-laki-di-jepang>*
Oleh Juwita Trisna Rahayu
Editor: M Razi Rahman
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com