Mendagri sebut mobil dinas baru presiden tidak perlu dipersoalkan
Sabtu, 24 Agustus 2019 08:16 WIB
Mendagri sebut mobil dinas baru presiden tidak perlu dipersoalkan
Mobil Dinas Presiden RI (RI-1) (ANTARA FOTO/Ismar Patrizki)
Jakarta (ANTARA) - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan
keputusan pemerintah untuk membeli mobil dinas baru bagi presiden dan
wakil presiden tidak perlu dipermasalahkan selama melalui prosedur dan
mekanisme yang berlaku.
“Yang penting semua prosedur sudah dilalui sesuai mekanisme yang ada,
baik tender secara terbuka maupun penganggaran terbuka disetujui DPR,”
kata Tjahjo dalam pesan singkat yang diterima di Jakarta, Sabtu.
*Baca juga:Mendagri Tjahjo akui mobil dinasnya juga sering mogok
<https://www.antaranews.com/berita/1027674/mendagri-tjahjo-akui-mobil-dinasnya-juga-sering-mogok>*
Menurut Tjahjo, pembelian kendaraan dinas baru tersebut memang
diperlukan karena sudah beroperasi selama 10 tahun sejak mobil itu
diproduksi di pabriknya. Bahkan, mobil dinas yang digunakannya pun juga
sering mengalami kerusakan.
“Mobil dinas/Crown/yang saya pakai masih bisa jalan dan dipakai, walau
saya sering turun di jalan, pindah ke mobil patroli pengawal (patwal)
karena mendadak mogok di jalan,” katanya.
*Baca juga:Deretan kendaraan dinas RI1 dari Soekarno hingga Jokowi
<https://www.antaranews.com/berita/979560/deretan-kendaraan-dinas-ri1-dari-soekarno-hingga-jokowi>*
Menurut dia, batas pemakaian mobil selama 10 tahun menjadi standar ideal
penggunaan karena lebih dari itu mobil memerlukan perawatan ekstra untuk
menghindari kinerja suku cadangnya sehingga berpengaruh pada aspek
keselamatan pengguna.
Tjahjo pun mengatakan rencana pembelian mobil dinas baru itu sudah
pernah dimunculkan pada 2009, ketika Presiden Joko Widodo baru terpilih
sebagai kepala negara. Namun, akhirnya Presiden Joko Widodo memutuskan
tidak mengganti mobil dinasnya karena dianggap masih layak pakai saat itu.
“Lima tahun lalu berita tentang perlu atau tidak ganti mobil dinas sudah
muncul, dan Bapak Presiden Jokowi memutuskan mobil dinas pejabat negara
tidak ganti karena masih layak dipakai,” ujarnya.
Rencana pembelian mobil dinas baru oleh pemerintah disebabkan mobil yang
sehari-hari dipakai Presiden Joko Widodo sering mengalami kerusakan
mulai dari mogok, kaca susah dibuka, dan perangkat komunikasi tiba-tiba
menyala.
Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono mengatakan dua mobil
dinas baru diperkirakan tiba di Jakarta pada akhir tahun 2019, sehingga
dapat digunakan untuk kegiatan operasional di kabinet yang baru.
Jenis mobil dinas baru Presiden Joko Widodo tidak berubah dari yang
sebelumnya yakni produksi Jerman/Mercedes-Benz/seri/S600 Pullman Guard/.
Sementara itu, mobil dinas yang lama tetap akan digunakan untuk cadangan
operasional kegiatan presiden dan wapres.
Pewarta: Fransiska Ninditya
Editor: Bambang Sutopo Hadi
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com