Pemerintah Dorong Perusahaan Kecil Dapat Dana dari Pasar Modal
Reporter:
Bisnis.com
Editor:
Martha Warta Silaban
Minggu, 25 Agustus 2019 08:37 WIB
Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution (ketiga kiri) didampingi
Menkeu Sri Mulyani (kedua kiri), Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia
(BI) Mirza Adityaswara (kiri), Direktur Utama Bursa Efek Indonesia
Inarno Djajadi (kanan), Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh
Santoso (ketiga kanan) dan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK
Hoesen saat pembukan perdagangan 2019 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta,
Rabu, 2 Januari 2019. TEMPO/Tony Hartawan Menko Bidang Perekonomian
Darmin Nasution (ketiga kiri) didampingi Menkeu Sri Mulyani (kedua
kiri), Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara
(kiri), Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi (kanan),
Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso (ketiga kanan) dan
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen saat pembukan
perdagangan 2019 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu, 2 Januari 2019.
TEMPO/Tony Hartawan
*TEMPO.CO*,*Jakarta*-Pemerintah akan mendorong supaya perusahaan kecil
ikut mendapatkan pendanaan dariPasar Modal
<https://www.tempo.co/tag/pasar-modal>dimana regulasinya tengah dikaji
saat ini.
Menko Perekonomian Darmin Nasution mengatakan perusahaan skala kecil dan
menengah pun didorong untuk memperoleh pendanaan dari pasar modal. Salah
satunya dengan menerapkan segmentasi pendanaan di pasar modal
berdasarkan ukuran perusahaan yang membutuhkan dana.
“Saat ini sedang dikaji kebijakan relaksasi kewajiban bagi perusahaan
dengan aset skala kecil dan menengah yang telah menjadi emiten, tanpa
mengurangi kualitas keterbukaan informasi yang perlu diketahui oleh
investor,” ujar Darmin dalam siaran resmi Sabtu, 24 Agustus 2019.
Kebijakan-kebijakan strategis tersebut juga sejalan dengan komitmen
pemerintah untuk meningkatkan inklusi keuangan, sebagaimana ditetapkan
dalam Peraturan Presiden Nomor 82 tahun 2016 tentang Strategi Nasional
Keuangan Inklusif atau SNKI, selain upaya Pendalaman Sektor Keuangan
yang berjalan sebelumnya.
Peningkatan inklusi keuangan melalui ketersediaan akses terhadap
berbagai layanan dan produk keuangan akan mendorong pelaku usaha untuk
melakukan inovasi, efisiensi maupun investasi. Aktivitas dari pelaku
usaha ini akan terkonversi menjadi sebuah output dalam perekonomian dan
dalam jangka panjang akan meningkatkan kualitas pertumbuhan ekonomi
serta mengurangi ketergantungan modal jangka pendek (/short term capital
inflows/).
Menurutnya, pemerintah kian agresif untuk pengembangan pasar modal yakni
dengan kemudahan bagi investor dalam mengakselerasi percepatan pembukaan
rekening efek untuk meningkatkan basis investor di pasar modal melalui
simplifikasi pembukaan rekening efek. “Dengan kemudahan ini pembukaan
rekening efek yang sebelumnya membutuhkan waktu beberapa hari kini dapat
dipersingkat menjadi sekitar 30 menit,” ujar Darmin.
Upaya pengembangan pasar modal, lanjutnya, juga dilakukan dengan
memberikan kemudahan bagi calon emiten dalam proses/Go Public/melalui
pengintegrasian sistem penyampaian dokumen penawaran umum yang ditujukan
kepada Otoritas Jasa Keuangan atau OJK dengan dokumen pencatatan efek
pada bursa efek.
Selain itu, Darmin mengatakan bahwa setelah 42 tahun diaktifkannya
kembali sejak 15 Agustus 1977, pasar modal Indonesia menerima kado
berupa jumlah SID saham yang tercatat 1.000.049 orang melampaui angka
milestone satu juta.
ADVERTISEMENT
“Perkembangan pasar modal pada tahun 1977 dari sisi nilai kapitalisasi
masih relatif kecil, Rp2,73 miliar. Namun setelah 42 tahun berdiri, per
21 Agustus 2019 nilai kapitalisasi tumbuh 2.628 kali lipat dengan nilai
sebesar Rp7.172,7 triliun,” katanya dalam siaran resmi Sabtu (24/8).
Darmin menambahkan bahwa pada periode yang sama IHSG telah tumbuh
6.280%. Pada 1977 hanya 98 poin tumbuh menjadi 6.252,97 poin pada 21
Agustus 2019. Menurutnya berbagai kebijakan dan strategi turut dilakukan
pemerintah dalam rangka memperkuat pasar modal di Indonesia. Pasalnya
pasar modal Indonesia yang kuat tentunya harus diiringi dengan supply
dan demand yang sama-sama kuat.
“Dari sisi/supply/, upaya meningkatkan jumlah emiten dilakukan dengan
menyederhanakan kebijakan dan mempercepat prosedur perijinan IPO.
Sedangkan dari sisi/demand/, kita permudah dan percepat transaksi
investor dipasar modal
<https://bisnis.tempo.co/read/1239856/bei-targetkan-4-juta-investor-masuk-pasar-modal-di-tahun-2022>,”pungkasnya.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com