Provokasi Demo Hong Kong, 210/Channel/YouTube Ditutup
*CNN*, CNN Indonesia | Minggu, 25/08/2019 01:23 WIB
Bagikan :
Provokasi Demo Hong Kong, 210 <i>Channel</i> YouTube DitutupYouTube
menghapus video bernada provokasi terkait demo Hong Kong. (Foto: AFP
Photo/Manan Vatsyayana)
Jakarta, CNN Indonesia
--*Google*<https://www.cnnindonesia.com/tag/google>mengumumkan telah
menutup 210 saluran (/channel/)*YouTube
<https://www.cnnindonesia.com/tag/youtube>* yang mengunggah video
bernada provokasi terkait aksi* demonstrasi di Hong Kong
<https://www.cnnindonesia.com/tag/demo-hong-kong>*.
Dalam unggahan blog resminya, Google mengatakan penutupan saluran
YouTube ini dilakukan sebagai aksi lanjutan memerangi protes yang
terkoordinasi.
Anak perusahaan Alphabet ini menyebut temuan konten video protes Hong
Kong ini sejalan dengan pengamatan dan aksi terkait China yang
sebelumnya juga telah dilakukan oleh Twitter dan Facebook.
Lihat juga:
Pedemo Hong Kong Bersiap Lumpuhkan Akses Bandara Akhir Pekan
<https://www.cnnindonesia.com/internasional/20190823083410-113-423964/pedemo-hong-kong-bersiap-lumpuhkan-akses-bandara-akhir-pekan/>
"Kami menemukan penggunaan VPN dan metode lain untuk menyamarkan asal
akun ini dan aktivitas lain yang terkait dengan aksi demo yang
terkoordinasi," tulis Shane Huntley, tim keamanan Google seperti
dilansir/CNN/.
Hanya saja Google tidak merinci popularitas video dan saluran YouTube
yang dihapus tersebut.
Langkah untuk menghapus ratusan akun yang mengunggah konten untuk
memprovokasi aksi pro demokrasi Hong Kong sudah lebih dulu dilakukan
Twitter dan Facebook.
Twitter mengumumkan telah mengidentifikasi dan menghapus lebih dari 900
akun jaringan yang berasal dan China yang berupaya memprovokasi aksi
demonstrasi hingga merusak legitimasi dan politik di Hong Kong.
Lihat juga:
Mendefinisikan Pasal Susila UU ITE
<https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20190820071211-185-422898/mendefinisikan-pasal-susila-uu-ite/>
Raksasa teknologi ini mencatat beberapa akun menyamar sebagai organisasi
berita dan entitas independen, yang faktanya memiliki kaitan dengan
pemerintah China.
Aksi demonstrasi yang dilakukan publik Hong Kong selama dua bulan
terakhir berawal ketika kelompok oposisi menolak pembahasan RUU
Ekstradisi. Mereka beranggapan proses hukum pemerintah China tidak
transparan sehingga dikhawatirkan melanggar HAM.
*(evn/evn)*
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com