Di Jakarta dan pulau Jawa ada segala kemajuan, maka oleh sebab itu disebut
”Jawasentris”, apakah kemajuan yang dicapai dan ditanamkan, banyak
pabrik-pabrik, ada kereceta cepat, ada MTR ada hotel-hotel lux ada
unversitas kelas wahid taraf nasional adalah beban berat? Apakah mungkin
dengan memindahkan administrasi yang disebut beban berat turut dipindahkan
dan dikurangi beban tsb? Hehehehehehe


https://sp.beritasatu.com/nasional/presiden-jokowi-beban-jakarta-dan-pulau-jawa-sudah-terlalu-berat/571634/



*Presiden Jokowi: Beban Jakarta dan Pulau Jawa Sudah Terlalu Berat*
------------------------------

[image: ...]
<https://sp.beritasatu.com/nasional/presiden-jokowi-beban-jakarta-dan-pulau-jawa-sudah-terlalu-berat/571634/#>
*Suara Pembaruan*
<https://sp.beritasatu.com/nasional/presiden-jokowi-beban-jakarta-dan-pulau-jawa-sudah-terlalu-berat/571634/#>

Senin, 26 Agustus 2019 - 16:04
<https://sp.beritasatu.com/nasional/presiden-jokowi-beban-jakarta-dan-pulau-jawa-sudah-terlalu-berat/571634/#>

[image: ...]

*Joko Widodo.*

*Jakarta, Beritasatu.com -* Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencermati
berbagai pertanyaan terkait alasan pemindahan ibu kota. Provinsi DKI
Jakarta dinilai sudah menanggung beban yang berat.

"Banyak pertanyaan kenapa harus pindah? Beban Jakarta sudah terlalu berat
sebagai pusat pemerintahan, pusat bisnis, pusat keuangan, pusat
perdagangan, dan jasa. *Airport* atau bandara udara, pelabuhan laut yang
terbesar di Indonesia," kata Presiden saat konferensi pers di Istana
Negara, Jakarta, Senin (26/8).

Presiden menyebutkan, beban Pulau Jawa yang semakin berat dengan penduduk
sudah 150 juta atau 54 persen dari total penduduk Indonesia. "Sebanyak 58
persen PDB ekonomi Indonesia ada di Pulau Jawa. Pulau Jawa sebagai sumber
ketahanan pangan," kata Presiden Jokowi.

Presiden menyatakan, beban tersebut akan semakin berat apabila ibu kota
tetap berada di Pulau Jawa. Presiden juga menjelaskan latar belakang
perlunya ibu kota dipindah dalam waktu secepatnya.

"Kenapa *urgent* (penting) sekarang? Kita tidak bisa terus menerus
membiarkan beban Jakarta dan Pulau Jawa yang berat dalam hal kepadatan
penduduk, kemacetan yang terlanjur parah, dan polusi udara dan air yang
harus ditangani," ucap Presiden Jokowi.

Presiden menambahkan, beban yang ada bukan kesalahan pemerintah provinsi
DKI. Tetapi, lanjut Presiden, karena besarnya yang diberikan perekonomian
Indonesia kepada Jakarta dan Pulau Jawa. "Kesenjangan ekonomi terus
meningkat, meski sejak 2001 telah dilakukan otonomi daerah," imbuh Presiden
Jokowi.

Presiden menuturkan, pemindahan ibu kota bukan satu-satunya upaya
pemerintah dalam mengatasi kesenjangan Jawa dan luar Jawa. Pemerintah bakal
membangun industrilialisasi di Pulau Jawa berbasis hilirisasi dan sumber
daya alam.

Presiden menyatakan, DKI Jakarta tetap menjadi kota bisnis, keuangan, dan
jasa berskala regional dan global. "Rencana pemerintah provinsi (Pemprov)
DKI untuk melakukan *urban regeneration* yang dianggarkan Rp 571 triliun
tetap terus dijalankan. Pembahasan pada level teknis dan siap dieksekusi,"
tegas Presiden.

Acara konferensi pers di Istana Negara turut dihadiri Wakil Presiden
(Wapres) Jusuf Kalla (JK), Mendagri Tjahjo Kumolo, Menteri PPN/Kepala
Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri ATR Sofyan Djalil, Menteri LHK Siti
Nurbaya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Mensesneg Pratikno, Gubernur DKI
Jakarta Anies Baswedan, dan Gubernur Kaltim Isran Noor.

Sumber : Suara Pembaruan

Kirim email ke