Kalau OPM dompleng kerusuhan,  maka bisa berarti pengaruh OPM sangat besar
dihati rakyat Papua, sebab rakayat Papua di seluruh  tanah Papua  bangkit,
protes melawan rasisme.

http://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/7396/meoldoko_sebut_opm_dompleng_kerusuhan_di_papua_barat



*Moeldoko Sebut OPM Dompleng Kerusuhan di Papua Barat*

Kamis , 22 Agustus 2019 | 16:15

[image: Moeldoko Sebut OPM Dompleng Kerusuhan di Papua Barat]Sumber Foto
Dok/Ist
Massa mengibarkan bendera OPM di tengah aksi di Fakfak Papua Barat.


JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut kelompok Organisasi
Papua Merdeka (OPM) memanfaatkan kasus dugaan rasial kepada mahasiswa Papua
untuk membuat kerusuhan di sejumlah wilayah Papua dan Papua Barat. Moeldoko
mengatakan kelompok itu yang memainkan agenda lain di tengah gelombang
protes.

Ia menyatakan hal tersebut di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis
(22/8/2019).

"Kelompok OPM, kelompok-kelompok yang tadi saya bilang ada, apa itu,
(melakukan) pergerakan, kelompok politik itu, ada kelompok bersenjata, ada
poros politik. Iya, memanfaatkan (isu rasial)," katanya.

Dia menuding kelompok tersebut ingin bermain dalan situasi yang tengah
terjadi di sejumlah wilayah Papua dan Papua Barat. Menurutnya, kelompok itu
mencoba memanfaatkan situasi, sampai mengibarkan bendera Bintang
Kejora."Tapi alhamdulillah dengan penuh kesadaran masyarakat ternyata tidak
masuk dalam skenario mereka," ujarnya.

Mantan Panglima TNI itu menyebut terjadi paradoks dalam pembangunan di Bumi
Cendrawasih. Di satu sisi Presiden Joko Widodo ingin membangun Papua agar
kesejahteraan meningkat dan bisa dirasakan masyarakat setempat, namun di
sisi lain ada kelompok, baik poros bersenjata maupun poros politik yang
merasa terganggu.

"Kenapa demikian? Karena kalau Papua maju mereka tak punya alasan lagi
sebagai bahan jualan ke luar negeri. Ini yang kita amati," tuturnya.

Moeldoko menyatakan saat pemerintah Jokowi mulai membangun Papua dan
kesejahteraan masyarakat mulai meningkat, pengaruh kelompok bersenjata
kepada masyarakat menjadi berkurang.

Sama halnya dengan kelompok politik, kata Moeldoko, mereka juga tak
memiliki alasan membawa masalah masyarakat ke luar negeri karena sudah tak
ada masyarakat yang termajinalkan.

Pensiunan jenderal bintang empat itu mencontohkan salah satu indikatornya
adalah rentetan penembakan yang dilakukan kelompok bersenjata saat
pembangunan jalan Trans Papua. Terbaru, kata Moeldoko, ada kelompok yang
membakar gedung termasuk DPRD setempat."Untuk itu saya bisa mengatakan, ada
kecemasan yang nyata atas perubahan Papua yang menuju ke baik karena
pembangunan yang dilancarkan Pak Jokowi yang luar biasa," dia menambahkan.

Kirim email ke