https://seword.com/politik/harian-terbit-indonesia-diambang-kehancuran



*Harian Terbit “Indonesia Diambang Kehancuran&#8221*



*Media Nasional Harian Terbit*

*Beberapa hari yang lalu distatus Facebook saya menulis seperti ini
“Setelah Issu Jokowi PKI, China selanjutanya akan kau hembuskan issu utang
negara kemudian akan ada demo berjilid-jilid menentang Perpu2017.*

*Kemarin saya membaca berita dari salah satu koran nasional yang memberi
head llinenya **“Hutang Membengkak Indonesia Diambang Kehancuran”. **Dalam
pikiran saya apa iya negara yang kami cintai ini sudah sedemikian miskin
sehingga diambang kehancuran ? Haahhh persetan dengan kata pengamat itu,
tau apa dia dengan kondisi ekonomi. Ada banyak orang pintar lulusan
mamarika dinegri ini pintarnya cuman ngegarong dan nyinyir bukan malah
bekerja membantu pemerintahan yang berjalan saat ini. Saya sendiri bukan
ahli ekonomi yang pintar berhitung tetapi saya pintar berbagi. Itu Jelas
!!!*

*Semua Salah Jokowi*

*Pesan yang ingin disampaikan Harian ini (Harian Terbit) bersama
pengamatnya adalah Jokowi selaku Presiden beserta jajaran kabinetnya gagal
dalam mengelola keuangan negara. (ini menurut saya). Dan jika pesan ini
sampai kepada masyarakat bawah yang minim akan informasi dan sedikit tidak
waras bukan tidak mungkin akan terjadi penolakan kepada Pemerintahan Jokowi
dan inilah celah yang dimamfaatkan oleh mereka-mereka sengkuni yang haus
akan kekuasaan.*

*Sebagai sebuah media dan sebagai seorang pengamat sangat -sangat saya
sayangkan mengapa mereka-mereka ini tidak menjelaskan secara utuh kepada
masyarakat mengapa bisa berhutang? Mengapa bisanya hanya provokasi, fitnah
dan nyinyir gak karuan.*

*Mari kita coba untuk berpikir jernih dan sedikit waras, Adakah hutang masa
lalu yang ditanggung oleh pemerintahan saat ini ? Jelas ada. Adakah
pembangunan selama sepuluh tahun pemerintahan SBY? Jelas ada. candi
hambalang…he he he. Adakah pembangunan selama 3 tahun masa pemerintahan
Jokowidodo? Banyak sampai tidak terhitung jumlahnya. Itupun kalau mata
mereka bisa melihat, tetapi kalau sudah dibutakan oleh kebencian maka tidak
ada kata lain selain “**salawi alias semua salah jokowi”*

*Korupsi membuat Negara ini Miskin*

*Saya pribadi melihat sangat sedikit media dan pengamat yang menyuarakan
pemberantasan korupsi, apakah mereka adalah bagian dalam lingkaran itu atau
tidak saya juga tidak tau dan memang saya tidak mau tau. Karena bagiku
mendukung Jokowi dan jajarannya dalam menumpas para garong uang negara
sudah menjadi bagianku. Dan sebagai warna negara yang taat pajak hanya itu
yang bisa yang saya lakukan untuk saat ini. Entahlah besok atau lusa, siapa
tau saya bisa terpilih jadi rt/rw. he he he he.*

*Saya akan mengatakan melalui media ini bahwa akar dari “hutang” itu adalah
korupsi yang terjadi dimana-mana selama ini. Mulai dari lembaga tinggi
negara sampai lembaga yang tidak tinggipun semua melakukan korupsi. Apalagi
dimasa pemerintahan sebelumnya ada sebuah partai politik (Partai Demokrat)
yang semua kadernyanya mulai dari ketua umum sampai kader yang duduk di DPR
dan kepala daerah nge garong uang negara ini. Mau bukti ? lihat noh di LP
Cipinang dan LP Sukamiskin. Kalau mau lihat mereka ajak-ajak saya ya, saya
mau kasih bingkisan telor busuk buat mereka. Mereka sudah membuat negara
ini miskan dan diambang kehancuran persis seperti yang diberitakan oleh
harian terbit beserta pengamatnya.*

*Apakah media dan pengamat tidak melihat kelakuan para anggota dHewan yang
tidak terhormat itu melakukan korupsi berjamaah melalui E-KTP? Mengapa
kalian tidak bersuara lantang “enyahkan para koruptor”. haahhhh dasar…*

*DPR yang tidak mewakili Rakyat*

*Berharap kepada para anggota dhewan yang tidak aku terhomat ini untuk
memajukan bangsa dan negara seperti kemustahilan. Bagaiaman tidak mereka
hanya asyik dengan diri dan partainya. Lihat aja kedunguan seorang Fadli
Zonk yang katanya anggota dhewan. “Seandainya Prabowo Presidennya, Saya
Pasti Kerja dengan Serius, gak malas, gak akan main-main lagi dan akan
selalu mendukung,” imbuhnya.**sumber*
<http://www.funesia.net/2017/05/fadli-zon-seandainya-prabowo.html>

*Dibenak saya sebagai masyarakat biasa timbul pertanyaan, Manusia satu ini
bekerja untuk si mantan jendral pecatan itukah atau untuk rakyat?? Sampai
disini saya gagal paham. Tolong hai kamu barisan bumi datar jelaskan kepada
saya ya…*

*Lihat juga kelakuan para anggota dhewan yang tidak aku hormati ini kepada
lembaga negara KPK. Dikala semua rakyat Indonesia mendukung kinerja KPK
dalam memberantas korupsi di negeri ini, mereka justru mengambat kenerjanya
lewat pansus KPK. Ada apa ini ? Hahhh… asudahlahhh..*

*Mari kita semua rakyat indonesia berdoa semoga tidak lahir lagi
manusia-manusia jongos rakus dan tamak seperti mereka.*

Kirim email ke