Selasa 27 Agustus 2019, 07:14 WIB
Tarik Ulur Pemilihan Wagub DKI Setelah Setahun Sandiaga Mundur
Arief Ikhsanudin - detikNews
Share*0*
<https://news.detik.com/berita/d-4682123/tarik-ulur-pemilihan-wagub-dki-setelah-setahun-sandiaga-mundur#>Tweet
<https://news.detik.com/berita/d-4682123/tarik-ulur-pemilihan-wagub-dki-setelah-setahun-sandiaga-mundur#>Share*0*
<https://news.detik.com/berita/d-4682123/tarik-ulur-pemilihan-wagub-dki-setelah-setahun-sandiaga-mundur#>14
komentar
<https://news.detik.com/berita/d-4682123/tarik-ulur-pemilihan-wagub-dki-setelah-setahun-sandiaga-mundur#>
Tarik Ulur Pemilihan Wagub DKI Setelah Setahun Sandiaga MundurFoto:
Sandiaga Uno bersama Anies Baswedan. (Dok Twitter Anies Baswedan).
*Jakarta*- Hari ini genap satu tahunSandiaga
Uno<https://www.detik.com/tag/sandiaga-uno>mundur dari jabatannya
sebagai wakil gubernur DKI
Jakarta.Sandiaga<https://www.detik.com/tag/sandiaga-uno>resmi meletakan
jabatannya setelah membacakan pidato pengunduran diri di sidang
paripurna DPRD DKI Jakarta.
Sandiaga mundur dari kursi DKI-2 sebab ingin fokus pada Pilpres 2019.
Kala itu, Sandiaga didapuk menjadi cawapres pendamping capres Prabowo
Subianto.
Setahun berlalu sejak Sandiaga resmi mundur, kursi wagub DKI masih
kosong. Alhasil, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun harus rela
'menjomblo'.
*Baca juga:*Pemilihan Wagub DKI Bakal Dimasukkan DPRD ke Tatib
<https://news.detik.com/read/2019/08/26/203809/4681959/10/pemilihan-wagub-dki-bakal-dimasukkan-dprd-ke-tatib>
Bola pemilihan wagub kini sudah berada di DPRD. Partai pengusung
Anies-Sandi, PKS dan Gerindra, sebenarnya sudah menyetorkan dua nama
pengganti Sandi yakni Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto.
Namun sampai masa jabatan anggota DPRD periode 2014-2019 habis,
pembahasan pemilihan wagub DKI belum juga kelar. Gubernur pun menitipkan
harapan pada anggota DPRD periode 2019-2024.
"Saya harap mudah-mudahan pansus yang kemarin sudah ada, sudah
berproses, bisa disegerakan tuntasnya, sehingga nama bisa langsung
disidangkan di Dewan sehingga kita bisa memiliki wakil," kata Anies
kepada wartawan setelah menghadiri pelantikan DPRD DKI Jakarta
2029/2024, di gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Senin
(26/8/2019).
*Baca juga:*Anies Minta DPRD DKI Segera Gelar Sidang Pemilihan Wagub
<https://news.detik.com/read/2019/08/26/135146/4681185/10/anies-minta-dprd-dki-segera-gelar-sidang-pemilihan-wagub>
Berikut ini alotnya proses pemilihan wagub setelah setahun Sandiaga mundur:
*27 Agustus 2018*
Sandiaga secara resmi mundur dengan membacakan pidato pengunduran diri
dalam rapat paripurna DPRD DKI. Sandiaga memilih mundur karena ingin
fokus maju dalam Pilpres 2019. Sebenarnya, Sandiaga bisa mengambil cuti
tanpa mengundurkan diri. Namun, dia menghindari politisasi jabatan.
*23 Agustus 2018*
Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta M Taufik mengakui ada surat kesepakatan
antara Gerindra dengan PKS, selaku partai pengusung Anies-Sandi. Surat
itu menyetujui nama wagub akan diisi dari PKS. Nama yang disodorkan PKS
adalah Mardani Ali Sera dan Nurmansjah Lubis. Surat tertanggal 10
Agustus itu ditanda tangani oleh Taufik.
*17 September 2018*
Keputusan presiden (keppres) terkait pemberhentian Sandiaga Uno sebagai
Wakil Gubernur DKI Jakarta diterima oleh Gubernur DKI Anies Baswedan.
Keppres tersebut diterima Anies hari itu.
*17 September 2018*
Wakil Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Syarif mengatakan tak ada
kesepakatan antara Gerindra dan PKS. Calon dari Gerindra maupun PKS
diharap bisa bertarung di DPRD melalui voting. Gerindra disebutnya akan
mencalonkan Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta, M Taufik.
"Kita mengikuti regulasi yang ada, kita Gerindra paling taat aturan.
Kalau kesepakatan ada atau tidak ranahnya DPP, sampai hari ini tidak ada
kesepakatan itu. Kalau ada kata kesepakatan, jadi persepsinya ada
deal-deal. Kita patuh aturan aja, Gerindra akan serahkan satu nama, PKS
harus satu nama juga. Voting di DPRD. Fraksi-fraksi lain ikut
interaksi," ujar Wakil Ketua DPD Gerindra DKI Syarif dalam perbincangan
dengan detikcom, Senin (17/9/2018).
Tapi, PKS ingin Ketua DPD Gerindra M Taufik tak maju untuk posisi itu
sehingga tak perlu ada voting di DPRD DKI. "Gini, makanya yang diusung
PKS dan Gerindra itu satu aja. Sehingga nggak ada voting-voting,
otomatis aja gitu. Harapannya PKS begitu. Saya sih berharapnya
Gerindra-PKS satu (suara) aja udah, Pak Taufik nggak usah maju," kata
Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Abdurrahman Suhaimi saat dihubungi.
*30 Oktober 2018*
Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, Abdurrahman Suhaimi mengeluarkan
ancaman jika wagub DKI tak dari PKS. "Jadi mesinnya partai itu kan
kader. Kalau kadernya kecewa, dia akan mengekspresikannya berbeda.
Kekecewaan itu sudah terasa di bawah. Kalau kader pada kecewa, otomatis
mesin partai mati, tuh. PKS kan partai kader," kata Ketua Fraksi PKS
DPRD DKI Abdurrahman Suhaimi kepada wartawan di Jakarta, Selasa
(30/10/2018).
*5 November 2018*
Gerindra dan PKS sepakat akan ada fit and proper test cawagub DKI.
*12 November 2018*
PKS menetapkan Ketua DPW PKS DKI Syakir Purnomo dan Ketua Fraksi PKS di
DPRD DKI Abdurrahman Suhaimi menjadi panitia tim fit and proper test
wagub DKI. "Yang ditunjuk saya dengan Pak Syakir. Saya ditunjuk oleh
pimpinan untuk menjadi anggota badan atau tim fit and proper test," kata
Suhaimi saat dihubungi, Senin (12/11/2018).
*15 November 2018*
Gerindra menunjuk senior LIPI Siti Zuhro menjadi salah satu tim penguji
fit and proper test untuk kandidat Wakil Gubernur DKI Jakarta. Sehingga,
tim fit and propet test dari Gerindra adalah Wakil Ketua DPD Gerindra
DKI Jakarta Syarif dan Siti. "Siti Zuhro, Profesor Siti Zuhro, peneliti
senior LIPI (jadi tim fit and proper test selain saya)," kata Syarif
saat dihubungi, Kamis (15/11/2018).
*20 November 2018*
DPW PKS DKI Jakarta berubah pikiran terkait fit and proper test cawagub
DKI. PKS DKI menganggap proses seleksi kandidat wagub pengganti Sandiaga
Uno itu tidak relevan. "Jadi message yang kita sampaikan, fit and proper
test tidak perlu, tidak relevan," kata Ketua DPW PKS DKI Sakhir Purnomo
saat dihubungi detikcom, Selasa (20/11/2018).
*2 Januari 2019*
Eks Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
Eko Prasodjo dan pengamat politik Ubedilah Badrun diusulkan menjadi
pansel cawagub DKI oleh PKS.
"Sempat saya ditelepon sih memang, cuma saya bilang mana ini resminya.
Saya bilang, saya bersedia kalau itu resmi dan saya sebagai akademisi
secara netral akan berfungsi secara objektif," kata Ubedillah saat
dimintai konfirmasi, Rabu (2/1/2019).
*2 Januari 2019*
PKS menyetorkan tiga nama cawagub DKI Jakarta untuk di-fit and proper
test "Nama kader PKS yang diajukan sebagai cawagub, pertama, Agung
Yulianto, Ahmad Syaikhu, dan Abdurrahman Suhaimi," kata Ketua DPW PKS
DKI Jakarta Sakir Purnomo saat dimintai konfirmasi, Rabu (2/1/2019).
*12 Januari 2019*
DPW PKS DKI Jakarta merilis dua nama calon wakil gubernur (cawagub) yang
lolos fit and proper test, yaitu Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto.
Anggota tim panelis Ubedilah Badrun menegaskan kedua cawagub telah
memenuhi kriteria.
"Kami melihat di antara yang tiga itu orang-orang terpelajar sehingga
cara pandang yang baik. Tapi kita cari mana kelemahannya sedikit dari 3
itu karena kami mencari 2, maka muncullah dua itu, itu yang kami anggap
kelemahannya lebih sedikit," kata Ubedilah saat dihubungi, Selasa
(12/2/2019).
Namun, Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta M Taufik menyebut keputusan
tersebut belum final. "Belum (final), kalau tidak sepakat misalnya cuma
satu (orang) sepakatnya, ya nyari satu lagi. Bisa kayak begitu kan,"
kata Taufik saat dihubungi, Kamis (14/2/2019).
*21 Januari 2019*
PKS dan Partai Gerindra sepakat soal batas akhir fit and proper test
calon Wakil Gubernur DKI Jakarta. Dua nama cawagub yang lolos seleksi
akan diserahkan langsung kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada
11 Februari 2019.
"Target proses pengajuan dua nama calon wakil gubernur sangat diharapkan
sudah dikirimkan kepada Gubernur DKI Jakarta pada hari Senin tanggal 11
Februari 2019," jelas Ketua DPW PKS DKI Jakarta Sakir Purnomo dalam
keterangannya, Senin (21/1/2019).
*22 Januari 2019*
PKS dan Gerindra DKI sepakat mengusulkan Agung Yulianto dan Ahmad
Syaikhu jadi cawagub DKI pengganti Sandiaga Uno. Keduanya dipilih
berdasarkan rekomendasi hasil fit and proper test.
*27 Februari 2019*
Surat pengajuan nama calon Wakil Gubernur DKI Jakarta belum dikirim ke
Gubernur DKI Anies Baswedan. PKS mengatakan surat pengajuan itu menunggu
pengesahan dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan
sekjennya Ahmad Muzani.
"Saat ini, kami masih menunggu tanda tangan dari Pak Prabowo dan Pak
Muzani selaku Ketum dan Sekjen DPP Partai Gerindra. Semoga segera
tuntas," ujar Ketua DPW PKS DKI Syakir Purnomo kepada wartawan, Rabu
(27/2/2019).
*Hadiri Pelantikan DPRD, Anies Berharap Tak 'Jomblo' Lagi:*
Syakir mengatakan, dari pihak PKS sendiri sang Presiden Sohibul Iman dan
Sekjen Mustafa Kamal sudah membubuhkan tanda tangan. Tanda tangan
pimpinan kedua partai koalisi itu dibutuhkan sebelum surat pengajuan
diserahkan ke Anies.
*1 Mei 2019*
Masalah tanda tangan Prabowo Subianto selesai, DPW PKS DKI Jakarta
mengatakan telah menyerahkan dua nama calon wakil gubernur DKI Jakarta
ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. "Pemberkasan sudah selesai
semua, Alhamdulillah, dan sudah diterima Sekda Pak Saefullah," kata
Ketua DPW PKS DKI Jakarta Sakhir melalui keterangan tertulis, Jumat
(1/3/2019).
*4 Mei 2019*
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi (Pras) menerima usulan calon
wakil gubernur. Pras akan menyerahkan surat tersebut ke Badan Musyawarah
(Bamus) untuk segera membuat Pansus tata tertib pemilihan. "Saya akan
meneruskan ke Bamus untuk diagendakan ke dalam paripurna nanti," kata
Pras di kantornya, gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta
Pusat, Senin (4/3/2019)
*12 Mei 2019*
DPRD DKI Jakarta menunjuk Ketua Fraksi Hanura Ongen Sangaji menjadi
ketua pansus wakil gubernur (wagub). Sementara, Ketua Fraksi NasDem DPRD
DKI Bestari Barus ditunjuk menjadi wakilnya.
"Masalah wagub sudah saya laksanakan. Nanti setelah 22 Mei. Saya akan
gelar, proses berjalan. Ketua Pansus Ongen Sangaji dan wakilnya Pak
Bestari Barus," kata Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi (Pras)
kepada wartawan, Senin (12/5/2019).
*18 Juni 2019*
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi menerima informasi bahwa target
pemilihan wakil gubernur DKI Jakarta dilakukan pada 22 Juli 2019. "Baru
hari ini kami menerima laporan dari pansus. Dia mengagendakan nanti
tanggal 22 Juli ada paripurna pertama," kata Ketua DPRD DKI Jakarta
Prasetio Edi Marsudi (Pras) kepada wartawan di gedung DPRD DKI Jakarta,
Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (18/6/2019).
*9 Juli 2019*
Terjadi perdebatan antara Gerindra dengan PKS tentang syarat kuorum
anggota dewan dalam paripurna pemilihan wagub DKI Jakarta. Perdebatan
itu terjadi dalam rapat pansus wagub.
Anggota DPRD Fraksi Gerindra, Iman Satria meminta panitia khusus
(pansus) mengubah syarat kuorum anggota Dewan dalam pemilihan wagub DKI
dari 50%+1 menjadi 3/4.
Ketua Fraksi PKS, Abdurrahman Suhaimi mengatakan syarat kuorum 50%+1
sudah ditetapkan oleh Departemen Dalam Negeri (Depdagri). Menurut
Suhaimi, hal itu tak bisa lagi diubah dan memang sudah tertuang dalam
peraturan tata tertib DPRD.
*16 Juli 2019*
Rapimgab pembahasan draf tata tertib pemilihan wakil gubernur DKI
Jakarta batal digelar untuk ke tiga kali. Rapimgab awalnya dijadwalkan
pada Rabu (10/7) namun ditunda menjadi Senin (15/7) karena dewan banyak
yang tidak masuk. Pada Senin (15/7), rapat juga ditunda menjadi Selasa
(16/7) karena pimpinan kelengkapan Dewan banyak yang tidak hadir.
Setelah itu, tidak ada lagi proses pemilihan wakil gubernur dilakukan
sampai hari ini. Target awal 22 Juli 2019 pun meleset. Sampai akhirnya
DPRD DKI Jakarta periode 2019/2024 dilantik kemarin, Senin (26/8).
Tarik Ulur Pemilihan Wagub DKI Setelah Setahun Sandiaga Mundur
<https://finance.detik.com/indeksfokus/4926/emang-enak-kerja-dari-rumah?_ga=2.104061760.1379684326.1566780210-719807372.1524727122>
*(aik/knv)*
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com