Ini Strategi Sri Mulyani Benahi Defisit Neraca Perdagangan RI
Selasa , 27 Agustus 2019 | 13:04
Ini Strategi Sri Mulyani Benahi Defisit Neraca Perdagangan RI
Sumber Foto: Istimewa
Sri Mulyani Indrawati
POPULER
Gubernur Kaltim Pastikan 100 Persen Lahan Ibu Kota Baru Dikuasai Negara
<http://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/7505/ekonomi/read/7482/%22>Kadin
Minta Perbankan Turunkan Marjin Bunga ke Level 3,5 Persen
<http://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/7505/ekonomi/read/7478/%22>IHSG
dan Rupiah Ditutup di Zona Merah
<http://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/7505/ekonomi/read/7481/%22>Penyaluran
TKDD Dorong Pertumbuhan Belanja Negara
<http://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/7505/ekonomi/read/7480/%22>Hingga
Juli 2019, Defisit APBN Tembus Rp 183,7 Triliun
<http://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/7505/ekonomi/read/7479/%22>
Listen to this
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan
strategi pemerintah membenahi masalah defisit neraca perdagangan dan
defisit transaksi berjalan (CAD).
Strategi itu diungkapkannya saat menjawab pandangan umum seluruh fraksi
DPR atas RUU APBN Tahun Anggaran 2020 di ruang rapat paripurna, Jakarta
Selatan.
"Untuk memperbaiki kinerja neraca perdagangan dan transaksi berjalan,
pemerintah sangat sependapat untuk mendorong kinerja ekspor impor
Indonesia dan neraca transaksi berjalan," kata Sri Mulyani di Jakarta,
Selasa (27/8/2019).
Untuk ekspor, Pemerintah akan terus meningkatkan pangsa pasar melalui
kerja sama perdagangan bilateral untuk memperluas negara tujuan ekspor
yang memiliki pasar potensial. Kebijakan perdagangan juga akan
difokuskan pada penyempurnaan fasilitas di kawasan-kawasan khusus dan
penurunan biaya produksi melalui perbaikan sistem logistik.
Pemerintah, kata Sri Mulyani, juga akan tetap memberikan insentif untuk
fasilitasi perdagangan yang efektif dan terarah guna meningkatkan daya
saing produk manufaktur dalam negeri di pasar global.
Di samping kebijakan tersebut, pendampingan kepada pelaku ekspor juga
akan diberikan dalam rangka peningkatan daya saing dan menghilangkan
kendala dalam ekspor, termasuk melalui promosi dan proses negosiasi.
"Pemerintah juga terus mendukung proses hilirisasi serta terbangunnya
rantai industri hulu dan hilir dalam rangka menjaga pasokan bahan baku
dan mengurangi impor," tegasnya seperti dikutip/detik.com/.
Menurut Sri Mulyani, penguatan neraca transaksi berjalan tidak hanya
ditempuh melalui perbaikan neraca perdagangan barang, tetapi juga
melalui penguatan neraca perdagangan jasa.
Untuk lebih meningkatkan ekspor jasa nasional, pemerintah akan
mempercepat pengembangan 4 destinasi pariwisata super prioritas seperti
Danau Toba, Borobudur, Labuan Bajo, dan Mandalika. Upaya tersebut
diharapkan dapat menarik wisatawan mancanegara, sekaligus mendorong
perekonomian daerah wisata, serta menambah devisa negara.
Adapun, transformasi industrialisasi, iklim investasi, dan ekspor juga
telah diupayakan oleh pemerintah melalui koordinasi antar
kementerian/lembaga terkait untuk melihat sektor-sektor apa saja yang
akan menjadi fokus ekspor Indonesia sebagai strategi mengurangi defisit
transaksi berjalan. Beberapa industri yang menjadi pertimbangan utama
adalah sektor manufaktur dan kelapa sawit.
Di sisi lain, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengungkapkan
bahwa kebijakan impor akan diarahkan untuk pemenuhan kebutuhan domestik
sesuai dengan prioritas nasional, khususnya bahan baku dan barang modal
untuk ekspor. Kebijakan ini juga akan disertai dengan penyederhanaan
penerbitan perizinan perdagangan dan peningkatan output produksi serta
kelancaran distribusi barang-barang domestik.
"Untuk mengurangi impor migas, pemerintah akan terus mengembangkan
energi baru dan terbarukan (EBT) serta mempercepat pemberlakuan program
B30," ungkap dia.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com