----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Sunny ambon [email protected] 
[GELORA45] <[email protected]>Terkirim: Jumat, 30 Agustus 2019 00.55.17 
GMT+2Judul: [GELORA45] Pengamat Medsos Catat Kabar Pindah Ibu Kota Salip Isu 
Papua
     

 












https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20190829151824-192-425764/pengamat-medsos-catat-kabar-pindah-ibu-kota-salip-isu-papua

PengamatMedsos Catat Kabar Pindah Ibu Kota Salip Isu Papua

CNN Indonesia | Kamis, 29/08/2019 15:25WIB

Bagikan :    

Pembangunanakses masuk ibu kota baru di Kalimantan Timur. (Foto: 
ANTARAFOTO/Akbar Nugroho Gumay)
 

 
 
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengamat media sosial dari Drone Emprit, Ismail Fahmi 
memaparkan percakapan soal pemindahan ibu kota di Twitter mengalahkan isu Papua 
yang sempat ramai menjadi pembahasan netizen sejak Senin (26/8) lalu.

Merujuk pada data Drone Emprit, percakapan terkait Papua pada 26 Agustus lalu 
menunjukkan angka 75.564 dan sehari setelahnya mengalami penurunan hingga 
48.832.

Sementara percakapan pindah ibu kota tanggal 26 Agustus sebesar 97.773 dan 
terus naik hingga 107.284 pada 27 Agustus 2019.


"Kita lihat kondisi dalam dua hari ini, dari tanggal 27 Agustus sampai 28 
Agustus 2019. Tren Papua yang sebelumnya tinggi sejak tanggal 26 Agustus mulai 
kalah dibandingkan dengan isu ibu kota pindah," kata Ismail kepada 
CNNIndonesia.commelalui pesan singkat, Kamis (29/8).
 
|  
Lihat juga:
 
 Ibu Kota Baru, Aktivis Minta Bebaskan Lahan Jaga Hutan Bakau
  |

 
Selain itu Ismail menilai bahwa baik masyarakat yang pro pemerintah maupun 
opisisi telah terseret dengan isu pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur.

Lalu dia juga menilai ada upaya dari pemerintah untuk membangun kontra narasi 
melalui sekelompok orang yang menyebut diri mereka 'Pro NKRI'.

Sebab di dalam peta jaringan sosial Drone Emprit juga menunjukkan ada beberapa 
kelompok yang bermain, yakni oposisi, pro pemerintah, dan Papua Barat serta 
kelompok baru pro NKRI.

"Namun cluster ini sayangnya masih "ngerumpi", belum head-to-head berdialog 
dengan cluster West Papua," ujar Ismail.
 
|  
Lihat juga:
 
 YouTube Diduga Blokir Video asal Australia soal Isu Papua
  |

 
Ismail pun membantah jika percakapan pemindahan ibu kota baru merupakan bagian 
dari pemerintah dalam upaya pengalihan isu terhadap polemik yang tengah terjadi 
di Papua dan Papua Barat. 

"Tidak ada," pungkasnya.

Sebelumnya, presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) telah memastikan ibu kota 
baru berada di Kalimantan Timur yakni Kabupaten Penajam Paser Utara dan 
sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara menggantikan Jakarta. Jokowi beralasan 
Kaltim dipilih karena pertimbangan strategis dan kebencanaan.

Selain itu Kaltim dipilih karena lokasi geografinya berada di tengah kepulauan 
Indonesia. Jokowi menambahkan di Kalimantan Timur telah tersedia lahan sekitar 
180 ribu hektare.


 



    

Kirim email ke