https://nasional.tempo.co/read/1242035/lenis-kogoya-minta-semua-kepala-suku-papua-mundur-dari-jayapura/full&view=ok
Lenis Kogoya Minta Semua Kepala Suku Papua
Mundur dari Jayapura
Reporter:
Friski Riana
Editor:
Juli Hantoro
Jumat, 30 Agustus 2019 15:29 WIB
Ketua Lembaga Masyarakat Adat Tanah Papua, Lenis Kagoya, saat konferensi
pers terkait insiden mahasiswa di Surabaya dan kerusuhan Manokwari, di
Jakarta Barat, Senin, 19 Agustus 2019. Tempo/Egi Adyatama
<https://statik.tempo.co/data/2019/08/19/id_865288/865288_720.jpg>
Ketua Lembaga Masyarakat Adat Tanah Papua, Lenis Kagoya, saat konferensi
pers terkait insiden mahasiswa di Surabaya dan kerusuhan Manokwari, di
Jakarta Barat, Senin, 19 Agustus 2019. Tempo/Egi Adyatama
*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Staf Khusus Presiden untuk Papua
<https://www.tempo.co/tag/papua>, Lenis Kogoya, mengatakan sudah meminta
para kepala suku untuk mundur dari aksi unjuk rasa di Jayapura. "Pagi
tadi saya sudah pesan kepada masyarakat di sana, masing-masing kepala
suku saya suruh mundur semua," kata Lenis di kantornya, Jakarta, Jumat,
30 Agustus 2019.
Lenis mengatakan sudah berkoordinasi dengan Kapolres Jayapura untuk
menjemput mereka. Peserta unjuk rasa itu menginap di Kantor Gubernur
Papua dan berharap bisa bertemu gubernur. Lenis mengaku meyakinkan
mereka agar mau pulang karena Gubernur Papua Lukas Enembe sedang tidak
berada di Papua.
"Akhirnya koordinasi dengan Kapolres Jayapura bergerak untuk arah
Sentani sudah dijemput satu per satu mobilnya sudah diangkut. Jadi
mungkin sebentar lagi khususnya Kota Jayapura kondusif lagi," kata Ketua
Lembaga Masyarakat Adat itu.
Kondisi Jayapura saat ini, menurut Lenis Kogoya
<https://www.tempo.co/tag/lenis-kogoya>, sudah mulai kondusif setelah
peserta unjuk rasa pulang. Selain itu, di Kabupaten Deiyai juga sudah
mulai aman setelah kerusuhan yang terjadi beberapa waktu lalu.
Aksi unjuk rasa yang digelar di Jayapura, Papua pada Kamis kemarin
membuat ibu kota provinsi itu lumpuh. Suasana juga dikabarkan mencekam.
Pusat pertokoan dan perkantoran ditutup sejak pukul 12.30 WIT. Kantor
Majelis Rakyat Papua dibakar massa. Beberapa kantor lainnya juga dirusak
massa.
Aksi unjuk rasa menyebar hampir di seluruh wilayah Papua selama dua
pekan terakhir ini. Mereka mengecam tindakan rasisme kepada mahasiswa
Papua di Surabaya. Massa bahkan ada yang menuntut referendum kemerdekaan
Papua.