Kenapa Bukit Soeharto Dipilih Sebagai Ibukota Baru? Inilah Alasannya:
https://www.youtube.com/watch?v=_HX9Iftil9k


https://nasional.tempo.co/read/1241908/ibu-kota-pindah-penajam-paser-utara-mayoritas-dihuni-orang-jawa/full&view=ok


*Ibu Kota Pindah, Penajam Paser Utara Mayoritas Dihuni Orang Jawa*

Reporter:
*Muh. Syaifullah (Kontributor)*

Editor:
*Jobpie Sugiharto*

Jumat, 30 Agustus 2019 09:02 WIB

   -

   [image: Foto aerial kawasan Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara,
   Kalimantan Timur, Rabu, 28 Agustus 2019. Sepaku dan Samboja, Kutai
   Kartanegara akan menjadi lokasi ibu kota negara baru Indonesia. ANTARA]
   <https://statik.tempo.co/data/2019/08/29/id_867946/867946_720.jpg>

*Foto aerial kawasan Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan
Timur, Rabu, 28 Agustus 2019. Sepaku dan Samboja, Kutai Kartanegara akan
menjadi lokasi ibu kota negara baru Indonesia. ANTARA*

TEMPO.CO, Yogyakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah
mengumumkan ibu kota
pindah
<https://nasional.tempo.co/read/1239864/3-implikasi-ketatanegaraan-versi-dosen-up-jika-ibu-kota-pindah>yang
kemungkinan besar ke Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
Seluruh kecamatan di sana adalah daerah transmigran yang
masyarakatnya mayoritas dari Jawa.

“Bahasanya Bahasa Jawa, mas. Karena empat kecamatan di wilayah kami
(kawasan) transmigran.  Orang Jawa Barat juga ada,” kata Kepala Bagian
Pembangunan Penajam Paser Utara Nico Herlambang seusai diskusi di UGM
tentang pemindahan ibu kota negara pada Kamis, 29 Agustus 2019.


Dia menjelaskan rencana ibu kota pindah dari Jakarta ke Kaltim disambut
baik oleh pemerintah daerah dan masyarakat. Namun geliat proyek gedung dan
infrastruktur serta kepindahan 800 ribu sampai 1 juta aparatur sipil
negara bisa berdampak terhadap masyarakat setempat.

Nico mengungkapkan jumah penduduk di kabupatennya lebih sedikit ketimbang
ASN yang akan diboyong ke sana. Jangan sampai masyarakat lokasl justru
tersisihkan oleh pendatang.


“Jangan sampai warga kami tersingkirkan. Konsen kami kepada kesejahteraan
warga kami."

Kabupaten Penajam Paser Utara memiliki luas wilayah sekitar 333 ribu
hektare dengan penduduk sekitar 178 ribu jiwa. Dengan luas wilayah tersebut
masih memungkinkan ditambah sampai 1 juta ASN dari Jakarta.

Nico berkeyakinan 40 ribu hektare lahan yang disiapkan sebagai Ibu Kota
NKRI berada di Kabupaten Penajam Paser Utara. Dia memperkirakan dari 180
ribu hektare yang dibutuhkan, 120 ribu hektare di antaranya berada di
Penajam Paser Utara dan 60 ribu hektare di Kutai Kartanegara.

Dia pun menuturkan kabupatennya lumbung pangan bagi Kaltim. Tapi jangan
sampai lumbung pangan menjadi lumbung properti sehingga harus dipisahkan
wilayah permukiman dengan pertanian.

Menurut Nico, ibu kota pindah harus membawa dampak positf pada ekonomi,
layanan, dan fasilitas infrastruktur di Kabupaten Penajam Paser Utara.
Masyarakat pun menyambut gembira karena dekat dengan presiden.

"Ada joke di masyarakat kami, sebaliknya Presiden siap enggak tetanggaan
dengan kami yang petani, nelayan,” tuturnya sambil tergelak.


Dosen Fakultas Geografi UGM Dyah Rahmawati Hizbarob mengatakan ia bersama
tim ahli lainnya memberi masukan kepada pemerintah daerah  untuk kesiapan
ibu kota pindah dari Jakarta.

Tim segera melakukan kajian interdisipliner tentang tata ruang, sumber daya
air, kebutuhan pangan, serta kesiapan masyarakat menghadapi modernitas
pembangunan.

Menurut Dyah, Kabupaten Penajam Paser Utara
<https://nasional.tempo.co/read/1240637/jokowi-sebut-penajam-paser-utara-minim-bencana-ini-faktanya>
pun
perlu memperhatikan ketersediaan sumber pangan, sandang, dan papan warganya
setelah kedatangan penduduk dari Jakarta secara besar-besaran ketika ibu
kota pindah.

*MUH SYAIFULLAH*

Kirim email ke